![Aquila'S Target Man [Huang Renjun Nct]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/aquila-s-target-man--huang-renjun-nct-.webp)
kring....
bel istirahat berbunyi. aquila, chelsea, almahyra, Adella, dan lashira pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka masing masing, di pertengahan perjalanan Aquila tidak sengaja tertabrak oleh salah satu lelaki canis mayor
"kalo jalan itu pakai mata!!!." ucap lelaki itu sedikit meninggikan nadanya
"saya ingatin ya, kalau jalan pakai kaki, liatnya pakai mata" pandangan mereka saling bertemu
"eh neng Aquila, maaf ya ayo bangun" Daniel membantu Aquila untuk bangun, Daniel takut di bogem oleh altar. teman teman Aquila terdiam melihat kejadian itu
"ila Lo gpp? ada yg sakit ga?" Aquila tersenyum, dan mengangguk "gue gpp. ga sakit juga kok" teman teman Aquila bernafas lega saat tau Aquila tidak apa apa
"lo. kalo jalan itu liat liat, jangan asal nabrak. kesian besti gue" Daniel yang mendengar omongan Chelsea hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal
"temen Lo aja yg jalannys nunduk terus" kini Ryan yang membuka suara, dengan menatap Aquila sinis, Aquila yang di tatap Ryan menatap balik matanya. oh tuhan perasaan apa ini? jangan sampai gue suka sama si jelek ini. batin Aquila. altar yang melihat tingkah adiknya itu hanya tersenyum
altar menahan lengan Ryan "udah dia perempuan. Lo ga boleh gitu, nanti lo suka sama dia tau rasa Lo" Ryan yang mendengar kata terakhir hanya bergidik ngeri, Daniel tertawa saat Ryan bergidik "ternyata Lo bisa geli juga" Ryan menatap Daniel datar
"e buset datar amat tu muka, jadi muka rata to rasa Lo"
"ga jelas Lo lama² Niel"
saat pertengkaran anak canis mayor, kini Aquila dan sahabat sahabatnya meninggalkan mereka di karidor, dan pergi ke kantin untuk mengisi perut
...✿✿✿...
kring....
bel pulang berbunyi, altar langsung ke depan kelas aquila untuk menjemput adik tersayangnya itu. satu persatu siswa/wi keluar dari kelas. Aquila keluar paling terakhir, saat keluar dari kelas, Aquila terkejut banyak yang mengelilingi kakanya tersebut
altar yang mengetahui keberadaan adiknya langsung menyingkirkan ciwi ciwi yang ada di hadapannya "minggir!!" ciwi ciwi yang mendengar itu hanya menurut. altar langsung menggandeng lengan adiknya dan membawanya ke parkiran
"YO WASAP BRO!!! gue kira Lo udah pulang, ternyata..." ucapan areksa terhenti saat melihat perempuan di belakang altar, areksa tercenga "cewe Lo?" altar melihat ke belakang dan tersenyum ke pada areksa,
"kenalin diri kamu sayang" Aquila yang mendengar itu bergidik ngeri, menatap kakaknya dengan tatapan bingung, altar mengedipkan 1 matanya. anjim kakak gue serem banget, udah kaya om pedopil beneran Aquila melihat ke depan
"ANJIM AQUILA?! gilak lo pacaran sama Aquila bang?!" Aquila yang mendengar itu langsung menatap abangnya, altar yang melihat tatapan Aquila yang bingung hanya terkekeh kecil
"gue? pacaran sama dia? KAKAKK GA BILANG KALO QILA ADIK NYA KAK ALTAR?!" altar hanya tertawa, sedangkan areksa masih bingung dengan situasi ini, altar menjelaskan pada areksa
"ini Aquila nebula Aldebaran, dia adik gue. Lo liat aja nama terakhir dia sama kaya marga gue, Haikal altar Aldebaran" areksa hanya mengangguk faham "oh iya soal Aquila adik gue, rahasiain ya, gue takut adek gue jadi perebutan laki laki" areksa faham, altar ga mau adiknya jadi mainan laki laki lain
"yaudah gue pulang dulu, qila masuk mobil duluan. nanti Kaka nyusul" Aquila menurut dan masuk ke dalam mobil. altar yang melihat Aquila masuk mobil, langsung membawa areksa jauh dari area parkiran
"jijik begok. gue mau Lo jaga rahasia ini, Lo faham kan maksudnya?" areksa mengangguk, altar menepuk pundak sahabatnya itu lalu pergi dari tempat tersebut
"anak asu gue di tinggal sendirian di sini. tapi gapapa si, jadi Deket sama mobil gue"
...✿✿✿...
sampai di rumah Aquila langsung ke kamarnya dan merebahkan dirinya di ranjang yang empuk, sambil melihat langit langit kamarnya, Aquila masih tergiang Giang dengan tatapan Ryan tadi astagfirullah kok gue jadi mikirin dia si??? ga mungkin gue suka sama tu anak.
saat asing membatin Aquila terkaget dengan suara dari balik pintu kamarnya "qila, bangun makan siang dulu" suara bariton kakaknya mengagetkan dirinya "iya kak qila ke bawah bentar lagi" qila mengganti baju dan turun ke bawah
"anak perawan bunda. sini makan dulu sayang" Aquila mendudukkan dirinya di bangku, dan tersenyum kepada bundanya
"ayah mana bunda? kok ga ada?"
" ayah masih di kantor sayang" Aquila mengangguk, dan beralih menatap kakaknya
"apa Lo liat liat?!" Aquila yang melihat abangnya langsung menatap sinis
"ga jelas" altar tertawa mendengar ucapan adiknya
"kakak gue makin lama, makin stres."
"heh kualat lo nanti sama kakak"
"bodo amat" saat sedang asik bercanda tiba tiba ada orang yang bertamu
"altar main yu" altar kenal dengan suara itu, dan menatap ke arah Aquila. Aquila yang faham dengan tatapan kakaknya, langsung lari ke kamar nya
saat altar membuka pintu, ia terkaget dengan banyaknya orang di luar rumahnya "bangsat kek ngajak tauran Lo semua"
...TBC...
tatapan sinis bang Ryan😍😍
areksa & altar