Aquila'S Target Man [Huang Renjun Nct]

Aquila'S Target Man [Huang Renjun Nct]
sekolah



kring... kring... kring...


bunyi alarm terus mengeluarkan suaranya di jam 05.00 am, sosok perempuan terusik oleh suara tersebut, dan mulai menyesuaikan cahaya pada matanya. Aquila nebula Aldebaran, anak ke dua di keluarga Aldebaran, ia mempunyai kakak laki laki yang baik, penyayang, dan jail


"qila. sayang, kamu ga bangun nak? sudah subuh sayang" suara perempuan paruh baya dari arah luar kamar aquila terdengar begitu halus dan lembut


"iya bunda, qila sudah bangun"


"baik. jangan lupa shalat subuh ya nak"


"iya bunda, siap"


aquila memasuki kamar mandi, dan melakukan ritual mandinya selama 15 menit. selesai mandi aquila melaksanakan shalat subuh, setelah itu aquila turun dan menyapa bunda dan ayahnya


"assalamualaikum pagi bunda, ayah, kk" satu keluarga yang di sebut langsung tersenyum kepada sumber suara


"waalaikumsalam, pagi qila" jawab mereka serentak


"ayo cepat sini, qila sarapan dulu. biar sekolahnya semangat" ucap bunda lembut


"siap bunda"


setelah mendengar perinta bunda, aquila langsung mendudukan dirinya di atas kursi. bunda menyendok kan makanan untuk Aquila. sangat harmonis bukan keluarga ini? aku iri sksksk


"qila kamu berangkat ke sekolah bareng kak altar ya sayang. kebetulan kalian juga satu sekolah hanya beda kelas bukan?" Haikal altar aldebaran anak pertama di keluarga Aldebaran. kakak yang selalu menemani aquila, sama degan bunda dan ayahnya


Aquila menganggukkan kepalanya, dan melanjutkan aktivitas sarapannya dengan sangat menikmati nya, altar yang mendengar perintah sang ayah tersenyum pada aquila


coba bayangin selama ini gue di bilang jomblo terus, kalau tiba tiba gue bawa cewe, apa kata mereka ya? buat para fans gue juga, apa qila bakal di serang? astagfirullah ga boleh gtu altar tertawa sendiri karna batinannya


"kamu kenapa kak?"


"eh bunda, hahaha engga Bun, tadi altar lagi ngebayangin aja gitu"


bunda hanya menggelengkan kepalanya tak menyangka anaknya seperti ini, sedangkan altar hanya terkekeh.


SELESAI MAKAN


"qila cantik, ayo berangkat sama om sayang" Aquila mencabik kecil lengan sang kakak, dan menatap sinis ke arah altar


"seperti om pedofil, jauh² sana. jangan dekat dekat sama qila, kakak serem." Aquila membuat wajah seolah olah takut kepada altar, altar yang melihat muka Aquila hanya tertawa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mobil altar memasuki area sekolah SMA galaxy 1, setelah itu altar memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan. selesai memakirkan mobilnya, altar keluar dari mobil, saat altar keluar dari mobil. banyak sekali jeritan jeritan dari perempuan yang bisa di bilang fans altar.


altar berjalan ke arah sebelah mobil, membukakan pintu untuk aquila, Aquila turun dari mobil dan mencoba melihat lihat ke sekolah tersebut yang lumayan besar, Aquila menatap sang kakak


"udah gpp ayo masuk, kakak anterin sampai kelas" aquila mengangguk. altar menggandeng lengan qila dengan erat


setelah kejadian itu fans altar ada yang panas dan ada pula yang menerimanya. di perjalanan banyak sekali sepasang mata yang menatap mereka ber 2


"wih cewe itu siapa? kok dia bisa Deket sama altar?"


"tau bukannya altar ga pernah Deket sama perempuan ya?"


"nah iya. kok bisa ya?"


"ih tapi gpp si cewenya cantik cowonya ganteng"


"piks cocok banget mereka"


"cocok si, tapi gue cemburu"


begitulah omongan mata ciwi ciwi yang melihat kehadiran altar yang sedang menggandeng lengan Aquila erat. altar yang mendengar itu hanya tertawa dalam hati.


sampainya di depan kelas aquila. altar langsung mengelus rambut Aquila dan tidak lupa memberikan senyuman yang manis


"belajar yang rajin adik ku sayang"


"iya, qila bakal belajar dengan giat, kakak semangat juga belajarnya. jangan bolos, kalau bolos kakak aku bilangin bunda."


altar langsung bergidik ngeri saat mendengar kata bunda yang keluar dari mulut aquila, Aquila yang melihat tingkah kakaknya hanya tertawa dan masuk ke kelasnya, Aquila memilih duduk di dekat kaca, supaya bisa melihat lihat sekeliling sekolah, melihat Aquila yang baru saja duduk, 4 orang menghampiri Aquila


"hai. boleh kenalan?" Aquila yang mendengar itu, langsung menatap arah suara tersebut, dan tersenyum


"boleh. gue Aquila, kalian bisa panggil gue qila atau ila"


"gue lashira, sebelah gue almahyra"


"gue adellia, panggil Lia"


"Chelsea. salam kenal qila" Aquila hanya tersenyum kepada mereka


...✿✿✿...


"bro, gue tadi liat lo sama perempuan. anjai si Lo ada cewe ga bilang² Gilak" Daniel putra Andara, si paling playboy baik hati, dan setia kawan, anjai sksksk. altar yang mendengar itu hanya tertawa dan membisikkan sesuatu pada Daniel


Daniel yg mendengar itu terkaget kaget, dan tertawa terbahak bahak, Daniel mengangguk dan memberi tanda jempol ke pada altar


altar yang melihat itu hanya tertawa dan dan mengangguk kan kepalanya, ga lama banyak anggota canis mayor, sang ketua canis mayor, Ryan datang dengan tatapan datarnya dan mendudukkan dirinya di sebelah altar


"knp lo? kusut amat tuh muka" Ryan langsung menatap altar dan memalingkannya ke arah lain


"gue liat aries tadi sama Fauzan anak OSIS" Ryan yang mendengar itu hanya Diam, seolah sudah terbiasa dengan kata kata tersebut


"Lo ga cemburu yan?"


"percuma gue cemburu kalau dia sama sekali ga mau berubah"


"anjir Ryan otw jdi sadboy"


"btw. tadi gue liat anak baru di kelas XII IPA, cantik man. banyak cowo yang deketin tadi, tapi di tolak mentah mentah sama tuh cewe." altar yang mendengar itu hanya tertawa, dan menatap Daniel. Daniel yang paham akan tatapan tersebut


"tu cewe calon pacar gue" ucapan Daniel membuat altar semakin tertawa ngakak


di saat yang lain tertawa terbahak bahak, ada sosok wanita menghampiri mereka semua, dan langsung bergelendot di dada bidang Ryan


"sayang. kamu laper ga?" ucap wanita tersebut dengan menatap Ryan. tatapan itu susah di artikan


Ryan yang melihat hanya gemas dan mengecup pipi gembul wanita itu, "pacar aku gemes banget, yaudah sana kamu pesen makanan, aku yang bayar" wanita itu tersenyum dan mengangguk


"yailah dunia berasa milik ber dua, yang lain ngontrak" suara tersebut dari arah belakang Ryan, Ryan menatap orang tersebut tak peduli


"cuy tadi gue nganterin anak baru ke ruang kepala sekolah, gila tu cewe cantik banget. tapi ada yang aneh.." Rio membehentikan ucapannya dan membuat anak canis mayor penasaran


"aneh? kenapa Gilak?"


"ya aneh" Rio menatap ke arah altar dengan tatapan sinis


"mau gue colok tu mata?" Rio yang mendengar ucapan altar langsung memalingkan mukanya ke arah lain "ga bang sorry"


"anehnya wangi parfum dia mirip sama wangi parfum altar." yang lain mulai curiga dengan altar kecuali Daniel


"yang punya minyak wangi Kya gitu ga gue doang begok"


...TBC...