
Cuaca yang begitu panas membuat zira yang berada di pelatar musholla terbaring tak berdaya seperti orang yang berpuasa.
"HUAAAA!!Panas!!"
"Coba aja di sini ada Ac, semahal apapun gue bakalan bayar"gumam nya sambil me ngibas ngibas kan jelbab nya yang ia lepas karna panas
"Kenapa ya orang orang yang udah lama tinggal di pondok betah aja tinggal di sini, padahal kehidupan di pondok itu susah banget,gak ada yang enak,serbanya sendiri,padahal gak perlu juga masuk pondok buat mandiri, lagian kalau udah gede pasti juga bakalan mandiri, kalau gak mandiri gimana mau jadi sosok ibu hebat yang bakalan jadi panutan buat anak anak nya"
Gerutu nya sambil rebahan sendirian.
Tanpa ia sadari dari jarak yang tak jauh seorang laki-laki berlari ke arah nya.
"ASTAGHFIRULLAH!!,Zira Kenap Jelbab Nya Dilepas Cepet Pake!!Cepetan!!"ujar orang itu ialah abizar dengan raut wajah panik sambil membantu zira mengenakan jelbab nya. suami mana yang tidak kesal ketika aurora seorang istri terlihat.
"Iya...,kenapa sih!"gerutu zira tak kalah kesal sambil memperbaiki jilbab nya
Jam menunjukkan pukul 03:35
Sore pertanda solat ashar akan segera di laksanakan, karna itu abizar pergi ke mushola untuk menjadi imam, tetapi ia malah bertemu dengan istrinya yang nganggur itu .
"hukum seorang wanita memperlihatkan aurat nya itu haram"
"Udah tau!!"
"Kalau Udah tau, kenapa jelbab nya segala di lepas, emang kamu gak takut dosa"
"Gue udah biasa,lagian yang dapet dosa gue bukan lo"
"Astaghfirullah..mas gak rido kalau ada yang mandangin kamu, selain mas"Batin abizar
"Zira! kamu kok masih di sini kita ke dalam yuk, solat ashar udah deket,ambil wudhu dulu sana"ujar diana berjalan menuju mereka
"Eh..ada gus abizar, Assalamualaikum"ucap nya
"Waalaikumsalam salam"
"Habis solat asar kamu temui saya"
"Ogah!"jawab zira dengan raut wajah centil nya
"Saya mau kasih kamu hukuman,karna tadi kamu ngebuka jilbab di tempat yang tidak di perbolehkan"
"Loh lohh,kok gitu"
"Kenapa, kamu gak terima?"
"Emang hukumannya apaan"tanya zira dengan tangan yang menyilang di dada
"Hukuman nya kamu harus ngehafalin Surah Al-Baqarah ayat 1 sampai 20 esok sore habis ashar harus disetor"
"Hah!! Lo Gila Ya!!banyak banget"belum kelar zira bicara abizar sudah menyambung nya
"Saya tambahin 10 ayat lagi"
(Yang membuat zira ketar ketir)
"Lohh jangan dongg!,20 ayat aja belum tentu hafal"
"Kalau gak hafal saya tambahin lagi 20 ayat, jadi nya 40" (terukir kebahagian di wajah abizar karena pertama kalinya mengerjai zira)
Zira hanya diam menatap diana yang berada di samping nya.
"Saya duluan.... assalamualaikum"ujar abizar (pergi dari sana)
"Kenapa diam,udah sana ambil wudhu"ujar diana heran
"Enggak Ahh! Gue males.."
"Astagfirullah,Gak ada kata males, buruan wudhu entar masbuk loh"nasehat diana, dan tak berselang lama azan pun berkumandang
"الله اكبر, الله اكبر"🔊
"Alhamdulillah udah azan,buruan sana ambil wudhu,gak boleh males, orang males itu temen nya setan"
"Setau gue setan itu adalah sosok yang rajin, karna hampir setiap saat menggoda para manusia"
"ASTAGHFIRULLAH HALAZIM!! ZIRA!!"Diana geram yang (membuat zira ter kekeh dan langsung pergi)
******
(Kamar)
Setelah melaksanakan sholat asar berjamaah zira duduk termenung di sisi ranjang nya.
"Zira cape, pengen pulang,kenapa di sini banyak banget amalan abis sholat nya ya.. Allah, zira gak kuat,zira nyerah"batin zira
Di karnakan ia belum terbiasa ber amalan panjang setelah solat, yang membuat ia prustasi.
"Kapan ya....libuur,kangen rumah,kangen nongki-nongki bareng temen"
"Zira!!, ngelamun terus to"
ucapan diana membuyarkan lamunan nya.
"Apaan sihh"
"Kamu mikirin apa sih?,dari tadi ngelamun terus.."tanya diana yang duduk di samping nya
"Gue pengen pulang,gue gak mau di sini"
"Sabar"ucap diana sambil mengelus belakang zira
"Gak Bisa!!,Gue gak bisa Sabar!"
"Insyaallah bisa"
"Lo kok bisa sih, betah tinggal di sini"
"Sebenar nya aku juga cape ,aku juga pengen pulang,tapi...jalanin aja terus "
"Hmmm,gitu ya.."celetuk zira
"Dulu waktu aku baru masuk pengan banget pulang sampe sampe aku kabur karna gak biasa tinggal di lingkungan kayak gini hehe.."
"Lo kabur?"tanya zira tak percaya
"Iya,...tapi,udah sampai di rumah mama aku marah banget, sampai sampai aku gak brani keluar kamar"
"BENERAN!! HAHAHAI"(Tawa zira)
"Kok ketawa sih,gak ada yang lucu"
"Gue ketawa karna gak nyangka aja gitu, orang kayak lo pernah kabur"
*****
(Malam hari)
07:05
Di dapur yang bernuansa abu-abu, satu keluarga Cemara sedang menikmati makan malam mereka.
"Dari tadi ummi liat mas abi kaya nya seneng banget, senyum senyum mulu"tanya ummi hidah sambil menyuap nasi nya
"Gimana gak seneng mi.,karna setiap hari bakalan ketemu istri tercinta"celetuk zaka
"Aku denger mas,ngehukum zira ya?"tanya yumna
"Kalau mas ngehukum zira,pasti zira udah ngelakuin kesalahan ,iyakan mas abi"
bela zaki
"Kenapa kamu nge hukum istri kamu?"tanya abuya razak
"Cuma.. masalah kecil kok"
"Emang zira kamu kasih hukum apa?"
"Abizar kasih zira hukuman nge hafal surah Al-Baqarah,
esok sore juga harus di setor"
"Pintar kamu,sekalian ajarin zira ngaji"pinta abuya
"Heeleh... aku tau kok,
mas ngasih hukuman cuma buat bisa deket sama zira kan"
"Astaghfirullah,mas gak punya maksut lain,niat mas itu cuma mau ngehukum zira,mau ngajarin zira,gak lebih.."
"Tapi mas maukan deket sama zira"
"Ya...mau lah"Jawab abizar malu malu
"Yumna gimana kuliah kamu?"
Tanya Ummi hidah
"Alhamdulillah lancar"
"Kalau zaka sama Zaki kuliah nya gimana?"
"Alhamdulillah lancar aja kok,
iyakan ki "ujar zaka menyenggol kembaran nya itu yang begitu fokus dengan makanan.
"Heeh"sahut zaki yang masih mengunyah
\*\*\*\*\*\*
Jam menunjukkan pukul 12:12
Malam
Dimana santri diwajibkan sudah harus berada di dalam kamar masing-masing.
Tak ter kecuali Zira, karena ia kurang tau peraturan di sana, dengan sembrono ia masih di kamar mandi menggosok Gigi dan mencuci wajah nya.
Setelah melakukan semua itu ia langsung kembali menuju kamar nya.
"kok sepi banget sih.."
gumam nya yang berjalan melewati beberapa kamar
"Masa udah pada tidur padahal baru jam12 malam"
gerutunya karna biasanya pada saat jam tersebut ia dan teman-temannya asik berfoya-foya berjoget dan minum-Minum hingga mabuk.
malam-malam kok kamu gak ada di kamar,kenapa juga kamu Make Celana Pendek?!!
Astaghfirullah ZIRA!!"Ujar Diana yang sudah sangat khawatir,namu kembali ia di kaget kan karna zira keluar kamar hanya mengenakan celana jeans pendek.
"Emangnya gue gak boleh makai celana pendek?,lagian udah malam, siapa juga yang bakalan ngeliat"ucap nya sambil menyilangkan ke dua tangan nya di dada
"Asal kamu tau aja ya,di sini tu banyak kamera cctv,hampir setiap sudut terpasang,jadi... kalau kita ngebuat kesalahan langsung di panggil"
"Yess!!,kalu di panggil abis itu di keluarkan dari pondok kan"tanya zira dengan mata yang berbinar
"Ngaco kamu!,
Yaudah kamu tunggu di sini aku ke kamar sebentar ngambil rok"
"Buat apa?"
"Yaa buat Kamu Lah! ,masa aku"
"Kali aja buat kunti"gerutu zira
"SIAPA DI SANA!!"
Suara yang keras dengan cahaya senter mengarah kepada mereka.
"Mati kita zir.."gumam diana tak berdaya karna ketahuan oleh para ustadz yang sedang mengontrol asrama setiap malamnya
"Emang nya kenapa?"
"KABURRR!!"teriak diana yang langsung menarik tangan zira
"EH!! JANGAN KABUR!!!"Titah orang itu ialah abizar dengan cepat mengejar mereka
"LARI ZIR LARI!!CEPETAN!!"Perintah diana yang berada lebih depan.
Dengan sekuat tenaga zira berlari mengejar diana namun sangat sulit.
"Kok Dianah Cepet Banget Sih Larih Nyah, apah
jangan-jangan makeh sepatuh super"gerutu nya sambil berlari
Sedangkan abizar tak menyerah ia terus saja mengejar.
"Kenapah tuh pada larih yah"batin abizar yang ngos-ngosan mengejar mereka
Hingga langkah kaki zira terhenti karna ia ter sandung
"AUU!!,GOBLOK BANGET SIH BATU"maki zira yang kesal
"Diana mana"gerutu nya meliat liat sekeliling yang tidak ada lagi terlihat sahabat nya itu.
"ZIRA?Kamu gak papa" abizar kaget karena yang dari tadi ia kejar rupanya adalah zira
"Lo Gak Liat Gue kasakitan Gini"jawab zira yang masih terduduk
"Lagian juga ngapain malam-malam keluyuran,mana pake celana pendek lagi, kamu bisa aja di hukum"
"Hukum aja Teros!! lagian Baru aja jam 12 malam,biasa aja kali, kalau gue di luar jam segini lagi asik main-main"
"Main apaan?"
"Lo gak usah tau,gak ada hubungannya juga sama lo"
"Aku bantuin bangun"tawar abizar merasa bersalah karna kaki zira yang berdarah
"Gak!, gue bisa sendiri"
jawab zira yang langsung berdiri
"Gimana kalau aku obatin"
"Gak!,gue bisa sendiri"
"Gimana kalau aku bantuin kamu jalan"
"Gak!,gue bisa sendiri" titah zira langsung berbalik mencoba untuk berjalan, namun hampir saja ia tersungkur dengan cepat abizar menarik nya di baju bagian belang yang membuat abizar taksengaja memeluknya
"Lepasin gue"zira memberontak yang kembali membuat ia terjatur namun sekali lagi abizar menangkap nya.
Setelah berhasil menangkap zira.
masing-masing mereka menatap dengan tatapan dingin "pertama kali nya aku Bisa deket sama kamu zir"batin abizar
"Ngapa lo mandangin gue!,apa jangan-jangan lo pengen ngelakuin sesuatu ke gue!,Dasar!Kudanil Cabul!!"pekik zira yang membuat mulut nya di tutup dengan jari manis milik abizar
"Aku gak cabul!"
"Terus kenapa lo mandangin gue kaya tadi,
seakan akan lo itu\_" zira pun terhanti karna abizar mendekati wajah nya
"Apa?, Aku bisa aja cabul kalau kamu gak bisa diem"gumam abizar di telinga zira yang membuat zira bungkam
"Hemm,anak baik, biar aku obatin ya luka nya, sebelum itu tutup dulu aurat kamu"ucap abizar melilit kan sorban yang ia bawa ke pinggang zira
"Kenapa jantung gue dak dik duk ser"batin zira yang hanya biasa diam selagi abizar melilit kan sorban
"Nah sekarang udah ke tutup"
Sesekali abizar meliat liat keadan di sana
"Kayak nya ustadz ustadz belum pada pulang,kita jalan belakang aja,kalau jalan depan entar katauan"
"Jalan belakang segala,emang kita mau kemana?"
"Yaa ke rumah lah,masa kuburan"
"Kerumah lo?"
"Iya"
"Gak ah,buat apa ke rumah lo,
gue juga punya tempat tinggal"
"Kalau kamu gak ikut ke rumah gimana aku ngobatin kaki kamu"
"Kalau gitu gak usah, kaki gue gak apa apa kok"
"Kaki kamu harus di obatin!"
titah abizar yang langsung menggendong nya
"Tu\_tu turunin gue!"gerutu zira
"Sussst, nanti kita bisa ketahuan"ujar abizar sambil menggendong zira yang fokus dengan jalan karan kurang pencahayaan
"Emang lo kuat?, gue ini berat loh"
\*\*\*\*\*
Gimana lanjut gak?