
Ia sering di sapa dengan abi/Gus Abizar, ia mempunyai tinggi badan kisaran 184cm seperti oppa oppa Korea, ia mempunyai hidung yang mancung dan tubuh yang bagus, saat ini usia nya 24 tahun, dan ia barusaja menamatkan kuliah nya di universitas yaman menjadi salah satu mahasiswa terbaik,
"Zira! Kamu masih ingat gak sama abizar? dulu waktu kamu masih TK kalian sering main main di tanah, kalau udah sore kalian mandi di selokan Deket dapur sama abi, coba aja mandi nya sebentar lah ini sampe malam kalau di suruh udahan, malah nangis sampe guling guling"ucap ummi hidah mengingat kan akan masalalunya yang saat itu ber usia kisaran 4 tahun
"Heee..."
"Kata nya strong girl since birth, tapi kok di suruh udahan mandi aja nangis ampe guling guling"sindir ayah nya
"Papa berisik deh"
Flashback
Satu tahun yang lalu zira di nikahi diam diam oleh seorang Gus yaitu Muhammad abizar al-Fatih
Ia di kenal dengan ke solehan nya, ia pun sering di tanya kapan nikah oleh orang tua nya yang membuat ia pusing harus menjawab apa,
sampai ia ber ucap kepasa ke dua orang tua nya, bahwa jika ia akan menikahi wanita yang tak sengaja mau pun disengaja ia sentuh apa pun kondisi nya, tapi pastinya itu tidak serius.
Tapi rupanya ucapan Abizar pun di anggap begitu serius oleh ummi hidah dan Abuya Razak ,padahal Abizar hanya asal bicara,agar terlepas dari pertanyaan menjengkelkan itu.
Sampai suatu ketika ia sedang berjalan di pasar, bersama ummi hidah, tak di sengaja orang yang di hadapan nya pun terpeleset yang membuat Abizar refleks langsung menangkap nya.
Ummi hidah pun tercengang melihat nya, ia begitu bahagia
"Alhamdulillah akhirnya aku bakalan punya menantu"seru ummi hidah
Abizar pun langsung melepas tangan nya dari tubuh wanita itu yang bernama zira, yang membuat zira terjatuh ke tanah.
"Auuu" rintih zira yang langsung di tolongi oleh ummi hidah
"Abi kok di lepas? kasian zira "omel ummi hidah
"Kamu gk papa kan zira?"
Zira me micingkan matanya menatap abizar, lalu memandang ummi hidah
"Lo kenal sama gue?"
"Iya...kenalin saya ummi hidah, temen mama sama papa kamu, dulu waktu kamu masih kecil kamu sering main ke pondok Al-falah, kamu masih inget gk?"
"Gue udah lupa, jangan so kenal!" Jawab zira yang langsung pergi
Abizar yg meliat ibunya di perlakukan seperti itu pun tak terima, ia ingin mengejar dan memarahi zira,tapi ia di henti kan oleh ummi hidah.
Skip aja..
Sampai di rumah ummi hidah dan Abuya Razak dan adik adik nya langsung menyidang nya, duduk melingkar menghadapi meja makan,
mereka menagih mana janji Abizar karna ia telah menyentuh seorang wanita tadi di pasar .
"Abi kapan kamu me nikahi zira?" Tanya ummi hidah berada di seberang abizar
Abizar mendengar itu pun melongo"zira siapa ummi"
"Tadi yang kamu tolongin waktu di pasar"
"Owhh wanita yang gk sopan itu.."
"Eh..gk boleh gitu"tegur Abuya Razak
"Iya maaf bah"
"Zira itu anak nya sahabat ummi sama Abah, ayah nya zira itu ustadz terkenal, ustadz Arsyad!"
"Beneran itu anak ustadz Arsyad, kok penampilan nya gitu sih"tanya Abizar
Abuya Razak pun tersenyum mendapat kan pertanyaan dari Abizar "zira itu anak nya bandel susah di atur tapi orang nya rajin pintar lagi" ujar Abuya Razak.
Setelah di sidang Abizar memikirkan nya berulang kali sampai ia memutuskan untuk menikahi zira.
Orang tua Abizar pun langsung mendatangi orangtua nya zira membahas tentang perjodohan itu,
tetapi Arsyad mempunyai sebuah sarat,bahwa zira tidak boleh tau tantang pernikahan nya sampai ia bisa merubah diri nya, dan usia zira pun terpaut masih muda, Arsyad tak ingin zira menjadi sombong karena akan bergelar ning/calon ibu pengasuh, yang membuat ia merasa begitu berkuasa.
keluarga Abizar menerima nya dan Abizar pun menikahi zira dengan hanya seorang wali dari zira,setelah pernikan itu terjadi, Arsyad ingin lebih keras mendidik anak nya itu tetapi sangat sulit karna ia jarang berada di rumah terkadang hampir satu minggu ia pergi berdawah memenuhi undangan dari berbagai derah, sedangkan mili sebagai seorang ibu samakin memanjakan nya slalu membolehkan apa yang ia inginkan karna setelah anak nya di nikahi ia merasa anak nya itu sudah cukup dewasa dan bisa mempertimbangkan sesuatu dengan sendiri.