AKUMA NO YA

AKUMA NO YA
CHAPTERS 8 - SEASON 1 "HAL YANG TAK TERDUGA!"



AKUMA NO YA


GENRE : ACTION - ADVANTURE - MISTERY


Selamat membaca wahai readers, jangan lupa pencet tombol likenya yah,dan dukung terus.


Cerita ini asli 100% pemikiran ikan paus,eh maksudnya Ahmad fauzi, jadi kalian jangan pikir kalo ini adalah plagiat, kalian yang baca tolong baca aja, jangan sampai kalian terinspirasi.


HAPPY READING MINNA


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


25 September 2020


Pukul 09:23


"Jadi pertama kau harus tau bagaimana semua lelaki menjauhimu!"


tanya Melody.


"Tidak semua lelaki yang menjauhiku, hanya ada satu lelaki yang selalu menemaniku dari kecil! namanya Yamada hikamura, sekarang dia sekelas dan setim denganku!"


"Apa!"


Serontak Melody langsung melirik dengan nada agak sedikit terkejut.


"Satu laki laki selalu menemanimu! baiklah, coba kau ceritakan sedikit tentang dia!"


"Dia berambut pink, bermata ungu, entah kenapa saat aku mendekati kazuki, dia selalu menjauh!"


"Yang benar saja! mungkin dia adalah dalang dari semua ini!"


"Tidak mungkin dia adalah teman baikku, tidak mungkin dia mau mengkhianatiku!"


"Oleh sebab itulah! dia memang tidak mungkin mengkhianatimu, tapi dia melakukan ini karena dia cinta padamu!"


"Tidak mungkin! kenapa kau bisa berpikir sampai sejauh itu!" - Tanya Saraya


"Positif thinking aja, itulah pola pikirku!"


"terus apa yang harus kulakukan!?"


"Kau harus menyelidiki semua ini!"


"Bagaimana kalau kau melihat lihat ke kamar Yamada?"


"Aku punya ide! aku punya teman dengan senjata sihir yang bisa membuatmu mendengar 1 suara dengan jelas dan besar, tapi masalahnya selama kau memakai sihir tersebut, kau tidak bisa mendengar yang lain"


"Berapa jarak dari sumber suara untuk dapat dilakukan!?"


Tanya saraya lalu berdidi dari kursinya.


"Berapa nomor kamar lelaki tersebut?"


"No.33, hanya beda satu kamar"


"Kalau ku lihat lihat, cukup dikamar kita saja mendengarkannya"


"Baiklah, ayo pergi mencari temanmu tersebut!"


••• selama diperjalanan •••


"Terima kasih melody, kalau tidak ada kau, pasti aku tidak akan menyelesaikan masalah ini"


Ucap Saraya dengan nada gembira sambil melirik Melody.


"By the way, berapa nomor kamar temanmu!"


Tanya Saraya lalu melirik kedepan


"Nomornya yah, No.63"


Entah disengaja atau tidak, suasana hati saraya jadi patah karena orang yang baru saja memutuskan hubungan persahabatan dengannya lewat, setelah berjarak 5 meter antara Saraya dan Kazuki.


"Hy saraya chan, kenapa mukamu jadi sedih begitu?!"


"Apa, sedih?ti..ti..tidak kok! aku hanya mengingat sesuatu, sudahlah jangan dipikirkan, sekarang ayo kita lakukan misi tadi!"


Saraya mencoba mengembalikan ekspresi mukanya ke awal untuk tidak mencemaskan hati Melody.


"Ba..baiklah!, nah sekarang kita sudah sampai."


"Toktoktoktok" suara pintu berbunyi tanda Melody mengetok pintu.


"Siapa!?"


ucap seorang pria dengan nada dingin.


"Temanmu melody!"


"masuk saja, pintunya tidak tidak dikunci"


"Cekkrek" suara pintu tanda melody membuka pintu, Saraya melihat lihat isi kamar pria tersebut dan mereka berdua duduk di kursi yang telah disediakan.


"Tunggu sebentar aku harus menyiapkan ini dulu"


pria tersebut membuat alat barunya.


"nah, sekarang apa tujuanmu kemari?"


"Wanita ini ingin ia engkau menggunakan sihir bigsound ke dia, karena ia ingin mendengarkan aktivitas dan suara temannya."


"Tapi, apa kau telah memberitahukan efek sampingnya"


"Sudah, dan dia bilang dia setuju dengan semuanya asalkan masalah ini kelar."


"emang masalah apa?"


"Tidak tidak apa apa kok..."


Serontak Saraya memotong pembicaraan Melody dan temannya karena malu.


"Apa kau tau dimana kamar temanmu?"


"Di samping kamarku!"


"Baiklah aku akan mengambil tongkat sihirku"


teman melody mengambil tongkat sihirnya dan siap untuk pergi.


"Sudah,sekarang ayo kita pergi!"


"Yah Melody, masalah ini agak lebih cepat dikerjakan karna dirimu, aku sangat terbantu sekali" Ujar Seraya dengan nada senang


"I..iya, aku senang bisa membantumu kapan saja"


"Maaf memotong pembicaraan kalian, tapi apa yang sebenarnya terjadi?"


Ujar teman melody dengan nada penasaran.


"Hy her, aku hanya menyuruhmu menolong saraya,bukan menyeretmu ke dalam masalah ini..."


"Tapi kau menyeretku dengan menyuruhku"


"Jangan banyak bicara"


••• akhirnya mereka sampai di kamar no.34 •••


"Nah sekarang kita sampai"


"Cekkrek" suara pintu tanda mereka membuka pintu no.34.


Teman melody melihat lihat kamar cewek dengan agak penasaran.


"Hy melody chan, apa ini!? apa ini helm kain sihir?"


Teman melody mengambil celana dalam milik melody.


"Kyaaa...dasar kau mesum!!!"


"A..aku? mesum!"


"Kau mesum!!!"


Melody memukul kepala temannya hingga benjol.


"Sudah sudah, bagaimana dengan misinya?"


Ucap Saraya mencoba menenangkan Melody


"Apa kau punya headphone?"


Tanya teman Melody.


"Aku punya! tunggu sebentar!"


Saraya mengambil headphonenya yang ada di lemari.


"Apa aku harus memakainya?"


"iya!"


Saraya memakai headphonenya, seketika teman Melody menggerakan tangannya dan memantrai sihir kepada headphone tersebut.


serontak saraya terkejut karena langsung mendengar suara yang ia inginkan


"Kau tahu saraya chan! aku melakukan ini untuk dirimu" Ujar Yamada dengan nada menggoda.


Serontak Saraya kaget karena yamada berkata begitu, ia melanjutkan pendengarannya, disisi lain Yamada menaruh foto Saraya di sampingnya.


"Hy Saraya chan, besar nanti,aku yakin! aku akan menikahimu tanpa ada yang menganggu kita! apa kau siap!?"


Saraya terkejut hingga ia tak sadar bahwa ia mengeluarkan air mata.


"Saraya chan! apa kau tidak apa apa, kenapa kau menangis!?"


Serontak Melody mengeluarkan kata kata dengan nada cemas, tapi Saraya tidak meresponnya karena efek samping dari sihir teman Melody.


"Kau tau, akulah yang menyuruh pria laknat itu untuk dirimu! ini hanya untuk dirimu saraya."


Serontak Saraya melepas headphone dan pergi ke kamar yamada dengan tergesa gesa. Di tengah perjalanan saraya menghapus air matanya dan mendobrak pintu kamar yamada. Ternyata pintu kamar yamada tidak dikunci.


"Eh, saraya chan!? kenapa kau datang dengan situasi begini!?"


Yamada menyembunyikan foto Saraya di balik kasur yamada, tapi, hal itu diketahui Saraya dan ia segera mengambil foto tersebut.


"Apa maksud dari semua ini Yamada!!!"


Tanya Saraya sembari menunjukan fotonya


"Itu hanya fotomu, apa salahnya jika sahabat menyimpan foto sahabatnya sendiri!?"


"Sekarang aku tau! kau yang menyuruh kazuki untuk menjauhiku kan? kenapa kau tega melakukan itu!"


Tiba tiba Melody dan temannya tiba di depan pintu dan menonton pembicaraan Yamada dan Saraya.


"Kau tau, aku melakukan ini semua untukmu, ini untuk kebahagiaan yang kau da-


Kebahagiaan katamu! setelah kau memutuskan hubungan pertemananku dengan kazuki!? kau masih bilang itu kebahagiaan! kau hanya mementingkan kepentingan pribadi!.


Saraya memotong pembicaraan Yamada dengan penuh amarah campur tangisan.


"Maaf Saraya chan aku tau aku salah,tapi aku melakukan ini semua ini demi kita"


"Kita, ini hanya untuk dirimu, bukan kita!"


Saraya pergi keluar pintu.


"Terakhir, aku akan memafkanmu jika hubunganku dengan Kazuki telah membaik"


Saraya langsung pergi dan meninggalkan Yamada sendirian.


"Ck, sial! kenapa jadinya begini, apa yang harus kulakukan!


Ucap Yamada dengan nada kesal campur marah.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Apakah hubungan Kazuki dan Saraya akan membaik?


Apa yang akan dilakukan Yamada nanti?


Lanjut chapters 9?


Buat kalian para readers Akuma No Ya, jangan lupa like, koment,dan follow yah agar authornya bisa semangat bikin cerita.


Ahmad fauzi


ikan paus mau lewat.