AKUMA NO YA

AKUMA NO YA
CHAPTERS 6 - SEASON 1 "HATI YANG TERSAKITI"



AKUMA NO YA


GENRE : ACTION - ADVANTURE - MISTERY


Selamat Membaca Wahai Readers...Jangan Lupa Pencet Tombol LikeNya Yah,Dan Dukung Terus.


Cerita Ini Asli 100% Pemikiran Ikan Paus,Eh Maksudnya AHMAD FAUZI,Jadi Kalian Jangan Pikir Kalo Ini Adalah Plagiat,Kalian Yang Baca Tolong Baca Aja,Jangan Sampai Kalian Terinspirasi


HAPPY READ MINNA


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤novelnya." Kau bilang ingin membagikan team?"


Tanya haruka


"Owh, iya! sensei lupa hehehe! maaf maaf, sensei akan umumkan teamnya sekarang!


Team 1


Haruka ishikawa / pistol


Eriko agatha / kapak


Izuna drelia /tongkat sihir


Team 2


Kazuki himikari / panah


Yamada hikamura / tombak


Saraya nikkoda / katana


Team 3


Alice alaison / palu


Kenzo evoleth / katana kayu


Niccolas kenzie / pedang


Nah itu dia pembagian team,tunggu bel lonceng baru boleh kembali ke asrama!, sensei akan kembali ke ruang guru"


Ucap sensei Elein sembari berdiri, lalu pergi.


"Baik sensei!"


Ucap semua siswa kelas S+


"Wah, aku gk tau lho kalo kita setim!"


Ucap Saraya sembari tersenyum kegirangan dan melihat ke arah Kazuki.


"I,iya"


Jawab Kazuki dengan suara dingin.


Disisi lain Yamada cemburu akan kedekatan Kazuki dan Saraya.


"Ting-ting"


Bel berbunyi dan semua siswa kembali ke asrama.


"Hy Kazuki kun!,aku pulang duluan yah,aku sendirian aja''


Ucap Saraya sembari menoleh ke arah Kazuki lalu pergi.


Kazuki diam saja sembari membereskan bawaannya hingga teman seangkatan kazuki dengan rambut pink dan matu ungu yang loli datang menemui Kazuki.



"Hy,mau balik bareng?"


Tanya laki tersebut.


Kazuki menoleh ke arah sumber.


"Ba..baiklah"


Jawab Kazuki sembari menggandeng tasnya.


Mereka pun pergi dari kelas.


••• selama diperjalanan •••


"Jadi kau kenal Nikko?''


Tanya cowok tersebut kepada Kazuki.


"Nikko?Saraya nikkoda?"


Tanya balik kazuki sembari menoleh ke arah cowok berambut pink tersebut.


"Iyah, Saraya nikkoda, benar katanya kau memang dingin! hehehe"


Ucap cowok tersebut sembari tertawa kecil.


"Namaku adalah yamada hikimari, teman setimmu."


Ucap Yamada tanpa melirik ke arah kazuki.


"Aku dan Saraya kenal dari kecil, dulu kami sering ingin menjadi Tritan, hingga ada seseorang yang mau melatih kami saat kami berusia 9 tahun"


Ucap Yamada sembari mengenang beberapa tahun yang lalu.


"I..ini kamarku!"


Ucap Kazuki sembari memegang gagang pintu.


"Aku punya permintaan padamu!"


Ucap Yamada dengan suara dingin tanpa melihat ke arah Kazuki.


"A..apa itu"


Tanya Kazuki dengan raut wajah agak penasaran sembari melirik ke arah yamada.


"Tolong....


jangan ganggu hubungan kami dan jadi orang ketiga!"


ucap yamada sembari tersenyum dan menoleh ke arah kazuki.


"Ba....baiklah jika itu maumu, lagi pula kami tidak punya hubungan apa apa, hanya saja dia yang menganggapku bahwa aku temannya"


Ucap Kazuki sembari menoleh ke pintu dan membuka pintu.


Yamada pergi meninggalkan Kazuki dan kembali ke kamarnya.


"Cekkrek" suara pintu yang dibuka kazuki.


"Merusak hubungan orang lain yah!. Seharusnya aku memang tidak usah berpikir kalau aku harus punya teman"


Ucap kazuki sembari menutup pintu.


Ternyata suara Kazuki terdengar oleh Izuna yang sedang duduk sembari melihat cahaya dan bunga bunga.


"Tuan muda seharusnya tidak memiliki teman, apalagi hati!"


gumam Izuna dengan suara didalam hati dengan raut wajah tersenyum.


"Hei kau baru pulang kazuki kun!?"


Ucap Izuna sembari menoleh ke arah kazuki"


"Kriukkk"


Suara lapar dari perut Kazuki tiba tiba muncul.


"Apa kau lapar!? itu ada 1 potong daging mentah di atas meja kasur diatas piring"


"Aku akan pergi sebentar untuk mencari makan malam"


Ucap Izuna sembari menoleh ke arah Kazuki dan memegang gagang pintu.


"Bukankah kita nanti akan mendapatkan makan malam?"


Jawab Kazuki sembari menuju meja dapur.


"Yang itu rasanya tidak enak"


jawab Izuna sembari keluar dari kamar lalu pergi"


"Tuan muda, aku berjanji akan mempertemukanmu dengan ayahmu"


Gumam Izuna dalam hati sembari menuju ke kamar mandi pria.


Izuna menunggu hingga 1 manusia datang ke kamar mandi.


Hingga...


Jam 18:00


"dududududuh, pipis banget dah!"


Ucap seorang lelaki sembari membuang air kecil.


"Akhirnya,keluar juga!"


Ucap lelaki tersebut sembari menghela nafas lega.


Izuna melancarkan aksinya dengan menusuk pedang punya Kazuki.


Laki laki tertusuk pedang di perutnya hingga mati,banyak darah yang berkeluaran dari tubuhnya.


Dengan cepat izuna mencincang tubuh siswa tersebut dengan tragis.


Darah yang berkeluaran tadi ia bersihkan hingga tak tersisa dengan tongkat sihirnya.


Setelah melaksanakan aksinya, Izuna kembali ke kamar dan membawakan beberapa daging mentah kepada Kazuki.


"Hy Kazuki kun! ini ada daging mentah yang kubawa untukmu, silahkan makan!"


Ucap Izuna kepada Kazuki sembari Menempatkan piring untuk makan malam Kazuki.


"Hy Izuna chan, apa kau melihat pedangku? itu pedang satu satunya yang kutemui saat aku bangun dari tempat tidurku!"


Tanya kazuki sembari pedangnya di lemari dan di mana mana.


"Ini aku menemukannya di kelas, kau pasti meninggalkannya, dan makanlah daging itu,aku akan tidur!"


Ucap izuna sembari memberi pedang ke kazuki.


"Akhirnya ketemu juga! aku akan menyimpannya di lemariku!"


Ucap Kazuki sembari memeluk pedangnya.


"Aneh, aku merasakan bau darah di pedang ini,coba ku cek!"


Ucap Kazuki sembari membuka pedangnya dari bungkus.


"Tidak ada apa apa, mungkin perasaanku saja"


Ucap kazuki sembari menyimpan pedangnya ke dalam lemari pakaian.


"Perutku sudah lapar, aku akan makan malam"


"Itadakimasu"


Kazuki melahap daging mentah tersebut dalam beberapa menit.


"Aku ingin tau Izuna membuat daging seenak ini? daging ayam? daging kambing? daging sapi?daging beruang? tidak tidak tidak....


Aku sudah menyantap semua rasa daging kecuali yang satu ini, hmm enaknya"


Ucap Kazuki sambil makan daging satu persatu


Jam 23:00


Dengan malam yang dingin dan suara burung hantu di malam hari.


Izuna terbangun dari tidurnya dan melihat Kazuki, ternyata dia tertidur.


Izuna mengambil tongkat sihirnya dan melakukan portal ke kerajaan Akuma.


Izuna berjalan menuju ruang kerajaan.


"Lapor sang raja, Akhirnya tuan muda telah ditemukan tetapi, ingatannya telah dihapus!"


Ucap Izuna kepada yang mulia Iblis.


"Apa, dimana dia sekarang?"


Tanya sang raja sembari terkejut mendengar anaknya telah ditemukan.


"Dia sedang tertidur pulas di asrama akademi tritan!"


Jawab Izuna kepada sang Raja


"Ingatannya dihapus yah, tunggu sebentar"


Ucap sang Raja kepada izuna sembari mengambil permata berwarna merah.


"Baik yang mulia"


ucap izuna sembari menunggu apa yang dilakukan sang raja.


"Ini adalah permata merah dengan ingatan ingatan anakku, berikan ini dalam beberapa hari,jangan malam ini"


Ucap sang Raja sembari memberikan permata kepada Izuna.


"Baik yang mulia,kalau begitu,saya pergi dulu."


Ucap Izuna sembari menggerakan tongkat sihirnya untuk membuat portal


"Jagalah anakku selama kalian disana, jangan pernah kau biarkan dia berteman dengan ras lain"


Ucap sang raja kepada Izuna.


"Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu"


ucap izuna.


Izuna pergi menuju akademi Tritan khususnya kamar No.62


"Akhirnya aku bisa menemukan anakku


kalau begitu kedua anakku akan kembali."


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Apa nanti Kazuki akan ingat semuanya?


Apakah Kazuki akan memihak kebaikan atau kejahatan?


Kapan Izuna memberikan permata tersebut.


Scroll chapters 7?


Temukan semua jawabannya hanya dengan melanjutkan cerita ini.


Jangan lupa like, koment, dan follow yah. Agar authornya makin sering upload kelanjutan novelnya.


Ahmad fauzi


Ikan paus mau lewat.