
⚫POV PEDAGANG⚫
"Woah ada apa ini?"
"Eh?"
Seorang manusia? Tidak dia adalah petualang!
Mungkin dia bisa membantuku.
"Nak apa yang kau inginkan?"
Salah satu bandit itu menanyakan sesuatu ke anak laki-laki itu.
Jujur saja dia tidak terlihat kuat.
Dia tidak membawa satupun senjata.
Dan dia tidak memakai sebuah armor atau apapun.
Pakaian nya juga aneh.
Aku jujur tidak tau apakah dia bisa mengalahkan bandit-bandit ini.
Tapi untuk Keselamatan ku.
Aku akan meminta bantuan kepada anak laki-laki ini.
"T-Tolong Selamatkan aku! Meraka adalah penjahat! Dan mereka mencoba merampokku."
"Oi diam kau! Apa kau ingin belati ini ada didalam dada mu hah!?"
Anak laki-laki itu melihat ke arah ku dengan pandangan seolah-olah melihat hal yang merepotkan.
Apa... Apa dia tidak ingin membantu ku?
"Nak pergilah dari sini. Kau tidak ada urusannya dengan ini. Untuk sekarang urusan ku adalah dengan pedagang disana."
"Hmm aku akan pergi. Aku masih sayang dengan nyawa ku."
T-Tidak mungkin! Dia. Dia benar-benar meninggalkan aku!
"T-Tolong tunggu sebentar! Aku akan memberikan mu satu koin emas! Jadi selamatkan aku!"
"Ak-"
Anak laki-laki itu hendak menjawab tapi di interupsi dengan kehadiran seorang.
Ya dia Adalah pemimpin dari bandit yang berencana untuk menyerang ku.
Setelah memerintahkan dengan kasar kepada bawahannya.
Anak laki-laki itu menatap ke arah ku, kemudian dia menatap kearah pemimpin bandit itu.
Ada seringai kecil di wajahnya.
"Pedagang-san~ apakah kau akan memberikan kompensasi yang cocok dengan ini? Kalo aku membantu mu?"
Tanya anak laki-laki itu kepada ku.
Disini aku kaget.
Aku bersiap untuk sesuatu yang terburuk terjadi.
Tapi tiba-tiba anak laki-laki itu ingin menolong ku!
Sungguh keajaiban.
"Y-ya! Aku akan membayar mu dengan sesuatu yang berharga!"
Aku spontan menjawab anak laki-laki itu.
Dia berkata.
"Baik itu adalah kesepakatan!"
Dia berkata begitu dan mulai menuju si pemimpin bandit itu.
Dari apa yang kudengar dia juga dirampok sama kelompok ini.
Setelah beberapa saat mereka beradu mulut.
Anak laki-laki itu dikelilingi oleh bandit-bandit itu.
Jujur anak laki-laki itu kelihatan sangat lemah.
Jadi apakah baik-baik saja?
Kalo terjadi sesuatu aku akan melarikan diri.
Dan Menjadikan nya sebagai umpan. Untuk bocah itu aku sungguh-sungguh minta maaf.
Aku berkata seperti itu didalam hatiku.
Tapi tiba-tiba sesuatu seperti sihir keluar dari dia.
Dan itu tanpa rapalan yang panjang?
Dia ini seorang penyihir!?
Bahkan mereka mati sebelum menyentuh nya.
Dan anak laki-laki itu mendekati pemimpin bandit itu dengan kecepatan Yang Sangat tidak wajar.
Dia mengeluarkan sebuah pedang entah darimana.
Itu... Tebasan pedang itu tidak dapat diikuti oleh Mata ku.
Jadi apakah dia itu swordman atau seorang penyihir?
Yang manapun itu.
Aku bersyukur bisa selamat.
"Apakah kamu baik-baik saja?"
"Y-ya, kamu menyelamatkan nyawa ku disana."
Dia benar-benar melakukannya sendiri.
Dia menghabiskan bandit yang ada harga dikepala mereka dengan sangat mudah.
"Terima kasih banyak! Kau adalah penyelamat ku!"
Aku menjabat tangan nya dan berterima kasih kembali.
"Ini adalah 100,000G yang aku janjikan."
Aku memberikan 100,000G
"100,000G? Bukannya ini agak berlebihan?"
"Tidak apa-apa ini lebih sedikit dari pada nyawaku."
"Baik aku akan menerima ini."
"Apakah tidak apa-apa kalo kau menemaniku sampai kota selanjutnya?"
"Aku mengerti. Tugas sebagai pengawal?"
"Meskipun kemungkinan kecil bandit akan menyerang lagi. Diluar sana masih ada monster."
Aku memberitahu itu.
"Tentu saja aku akan menambah 10,000G untuk misi ini. Apakah kau bersedia?"
"Baiklah aku juga ingin ke kota itu."
Dan Begitulah aku bertemu sosok yang akan terkenal dikemudian hari.
Tapi itu adalah cerita untuk lain waktu.
⚫POV AMAKAWA IZUMI⚫
Satu hari berlalu setelah serangan bandit itu.
Pagi hari.
"Kalo yang dibilang oleh pedagang-san itu benar harusnya hari ini kita akan sampai di kota selanjutnya."
Setelah peregangan badan sebentar.
Aku pergi mencuci muka ku dengan sihir air.
Ini sungguh sangat praktis.
Setelah selesai mencuci muka.
Aku berdoa selama sepuluh detik kepada Dewa-sama.
"Hm, Onyxia-san? Kau sedang apa?"
Yah. Onyxia-san. Itu adalah nama ku sekarang aku tidak tau apakah namaku dari kehidupan sebelumnya akan menjadi terlalu mencolok atau tidak. Jujur, aku hanya ingin terlihat keren dengan nama itu!
"Aku berdoa kepada dewa sebentar."
"Kalo begitu aku juga akan ikut berdoa. Terimakasih Dewi keberuntungan telah mempertemukan ku dengan Onyxia-san."
"Ha ha ha"
Aku tertawa kering ketika mendengar apa yang dia ucapkan.
"Kalo begitu ayo kita berangkat. Aku pikir kita akan sampai setelah tengah hari."
—Kerajaan Rifurizu, Rhine.
“Kami tiba dengan selamat. Aku benar-benar berterima kasih banyak, Onyxia-san. ”
"Sama disini. Terima kasih telah mengajari aku berbagai hal. ”
Sebelum tiba di kota, dia mengajari aku informasi tentang orang-orang berpengaruh di kota itu, tempat guild petualang, toko - toko tempat aku bisa membeli senjata dan barang-barang murah, restoran-restoran bagus, dan penginapan yang layak.
Mungkin hal yang pertama aku lakukan adalah mendaftar di guild petualang.
Karena aku butuh uang untuk kehidupan sehari-hari ku.
"Baiklah mari Menuju guild petualang!"