Adventure In Another World

Adventure In Another World
CHAPTER 10 - PENGAWALAN DAN SIAPA DIA!?



*SETELAH SATU MINGGU*


“Aku sudah siap


berangkat ke kota selanjut nya.”


Ini sudah


seminggu aku hidup di dunia lain, dan aku sudah mulai terbiasa hidup disini.


Ini saat nya aku


bergerak menyusul Ayase-chan, dari Skill [MAP] ku, Ayase-chan pergi ke Ibukota


negara tetangga, aku harus segera menyusul nya.


Semua persiapan


ku juga sudah lengkap, aku punya senjata baru.


Aku juga


mendapatkan beberapa skill baru, level ku naik banyak di kota ini.


Dan rank


petualang ku juga naik satu peringkat, menjadi rank [D]


Aku sudah


berlatih untung menjadi petualang yang sebenarnya..


Aku juga sudah


memelajari skill-skil dasar seperti pembongkaran monster.


Dan.. Yang


paling penting adalah, aku sudah belajar beberapa hal mengenai monster


Jadi aku tidak


perlu khawatir di serang atau masuk wilayah kekuasaan monster.. seharusnya..


Ngomong-ngomong


ini adalah, statusku saat ini..


Name: Amakawa Izumi


Age: 24


Ras: Human


Level: 30


Gender: Male


Job: -


Kekuatan: 5500


Mana: 4250


Agility: 4000


Intelejen: 3990


[Epic RPG User UR][Mini Map RA][Light Magic


RA][Dark Magic RA][Null Magic RA][Evolusi RA]


[Enchant EP][Water Magic UN][Fire Magic


UN][Earth Magic UN][Wind Magic UN]


[Sword Master CO][WARP RA][Detection Enemy


RA][Midnight Assault Sword RA]


Title: [Perlindungan Ilahi Dari Dewa Dunia]


[Perlindungan Ilahi Dari Dewa Cinta]


“Baik, saatnya berangkat.”


Aku turun dari lantai dua penginapan guild.


Dari arah tangga, aku sudah mendengar


percakan samar-samar dari lanatai bawah.


Guild rame seperti biasa eh.


Saat aku tiba di lantai satu Guild,


disana-sini sudah dipenuhi oleh petualang yang ingin mengambil Quest.


“Hei! Izumi-kun!!”


Orang yang memanggilku itu adalah pemilik


stan di dalam Guild ini.


Bisa dibilang itu adalah tempat langganan


ku untuk makan, sebelum mengambil quest.


“Selamat Pagi, Rain-san”


Aku menyapa Rain-san, dan berjalan kearah


nya, sembari mengakat tangan.


“Yo~ Pagi~ apa rencana kau hari ini


Izumi-kun?”


“Aku akan melanjutkan perjalan ku,


Rain-san.”


“Begitu ya.. ini aku kehilangan pelanggan


setia di took ku kalo seperti ini”


“Hahaha, daging bakar buatan Rain-san itu


enak, tidak mungkin ini akan menjadi sepi.”


“Baik itu mungkin, kapan kau akan


berangkat?”


“Setelah melihat papan Quest, aku ingin


mencari Quest pengawalan.. yang satu arah dengan ku.”


“Begitu? Semoga beruntung Izumi-kun,”


“Baik selamat tinggal Rain-san”


“Jangan lupa untuk mampir, kesini saat kau


lewat.. Dan ambil ini”


Rain-san memberikan satu kantong daging


sate ke aku’


“Terimakasih! Rain-san!”


“Anggap itu hadiah perisahan dariku.”


**


Setalah itu aku menuju ke meja resepsionis.


“Nina-san, aku ingin sebuah Quest


pengawalan sampai perbatasan.. apakah ada?”


Ah Nina-san adalah, seorang pegawai guild


yang melayaniku saat aku baru pertama kali mnjadi petualang.


Setealh itu Nina-san, seperti sedang mencari


sesuatu, di balik meja nya.


“Ah ini dia, ini adalah Quest untuk


mengawal rombongan pedagang, ke kota selanjutnya, Quest ini sangat cocok untuk


Amakawa-san ini satu arah dengan tujuan mu.”


“Baik itu aku akan mengambil Quest itu..”


“Okay~ untuk imbalan nya satu hari kau akan


dibayar 5,000G selama pengawalan, bila berhasil mengalah kan monster, aka nada tambahan


dari itu.. untuk makanan, kau harus menyiapkan sendiri.”


“Baik.”


“Aku akan memproses  Quest nya, setelah itu kau harus berkumpul di


pintu gerbang barat pada tengah hari.”


“Baik~~~”


Nah masih ada beberapa jam lagi untuk berkumpul,


apa yang harus aku lakukan..


Hmm mungkin aku akan berkeliling kota sambal


menambah persedian makan ku.


Aku keluar dari bangunan Guild, dan


berkeliling.


Setelah berjalan sebentar disekitar kota.


Bahwa kota ini sungguh bagus, banyak aliran


air dimana-mana.


Aku tidak menyadarinya,karena setiap hari


aku focus menaikan Level ku.


Dan setelah itu langsung kembali ke guild..


Aku ternyata menjalankan kehidupan nolep,


selama satu minggu ini.


“Sungai ini sungguh jernih,”


Woahhh


Kapal feri, tiba-tiba melintas didepan ku..


“sepertinya, itu sangat menyenangkan.”


Didalam nya, ada pasangan yang sedang duduk


berdua disana dengan pemandu yang sedang menjelaskan sesuatu.


“Aku penasaran, apakah ini kota wisata?”


*SETELAH BEBERAPA MENIT BERKELILING*


“Ah! Aku menemukan toko yang aku cari”


Aku memasuki toko itu dan disambut oleh


pelayan disana.


“Selamat datang Goshujin-sama!”


UWOAGHHH INI BENERAN TELINGA


KUCING!!!!!!!!!


Mata nya yang melihat kea rah ku itu..


LUCU!!! GAHH


Kalian bertanya ini tempat apa?


Ini adalah café [NEKOMOON]


Café ini sangat terkenal di kalangan


petualang muda


Aku tau sekarang kenapa ini bisa terkenal.


Setelah itu aku berjalan mendekti meja


disana.


Setelah duduk aku membaca menu yang ada


disana.


“hmmm ini seperti menu maid café. Tapi


berbedaan nya, ini dilayani, dengan Beastman beneran.”


Setelah beberapa saat, aku didatangin


pelayan disana.


“Goshujin-sama apa pesanan mu?”


“Aku ingin memesan café au lalt dan


kirakira carry dan sandwiches ini. Masing-masing satu.”


“Baik nyaa~”


“AP-“


Aku hampir meninggikan suara ku, APA NYAA


TADI ITU?!


“SIGH~”


Sungguh tampat yang berbahaya.


Liat semua telinga dan ekor itu.. ARGHH AKU


INGIN SEKALI MENYENTUH NYA!!!


Tahan diriku! Itu adalah tidakan kejahatan


jadi kau tidak boleh menyentuh nya!


Setelah beberapa waktu bergulat dengan


pikira sendiri.


Pesanan ku ahkirnya datang.


“Silahkan dinikmati Goshujin-sama~ Nya nya~”


Sialan ini membunuh ku!


Hmm ini tidsk buruk juga, makan ini enak,


Kita coba coffe nya.. *SLUPR* hmm ini enak\,


rasa nostalgia ini..


Ini seperti coffe di dunia lama ku.


Mungkin yang membikin café ini adalah


renkarnator juga?


*SETELAH BEBERAPA KESENANGAN DI CAFÉ [NEKOMOON]*


Ini sudah tengah hari, danaku sedang berjalan


kea rah gerbang  barat.


Setelah itu, aku melihat rombongan pedagang


dan beberapa petualang.


Aku berjalan kearah sana.


“ah dimana aku bisa menyerahkan ini?”


Aku menanyakan itu kepada petualang yang


berkumpul disana.


“Oh kau juga akan menjadi pengawal? Kalo


begitu kau harus menyerahkan itu ke orang botak dengan muka sangar yang berdiri


disana.”


Petualang itu menunjuk ke arah seseorang,


“OI AKU TIDAK SANGAR, DAN APA-APAN BOTAK


YANG KAU MAKSUD ITU?”


Uwahh, orang itu berteriak kea rah petualang


itu.


“HAHAHAHA”


“Baik terimakasih aku permisi.”


Aku berjalan menuju orang yang berteriak tadi


dan menyerahkan kerta dari Guild.


“Baik kau bersiap-siap lah disana, kami


sebentar lagi akan berangkat”


“baik”


Aku berjalan kearah pinggir dan bersandar


di pohon terdekat.


Aku berniat mengecek sekitar dengan skill


ku dan ingin mengetahui, apakah ada orang perlu ku waspadai atau tidak.


“[AREA SENSES]”


*DUG*


“GUH!”


Aku spontan mengambil posisi bertarung,


aura itu.. dia sangat kuat.


Dengan mata yang masih terpejam, aku mengeluarkan


pedangku sedikit dari sarung nya.


Untuk bersiap dengan keadaan terburuk.


Sosok kuat itu dia lewat dari sebelah kiri


pohon ini, aku beriap-siap memegang pedangku.


Tapi setelah itu..


“Hmm tadi buruk, kau bisa merasakan ku..”


Suara itu seakan berbisik ke arah ku.


Aku membuka mata ku dan, melihat ‘Dia’