Adventure In Another World

Adventure In Another World
CHAPTER 01 - TRAGEDY



"Hmm, seperti dia akan sadar sebentar


lagi."


"Ya, ya, aku tidak sabar ingin berbicara


dengannya."


[H-huh?]


Aku mendengar suara-suara orang yang tidak kukenal,


apa itu suara dokter?


Tapi seharusnya aku sudah mati disana... Apa


yang sebenarnya terjadi!?


K-kalo aku berhasil selamat, Dia juga


harusnya tidak apa-apa...


"Hei, sampai berapa lama kau akan tertidur


disana?"


Lagi... Suara itu lagi, aku seperti


diperhatikan oleh beberapa orang?


Tapi aku tidak tau siapa mereka, bisa jadi


mereka orang-orang itu!


Oke aku akan perlahan-lahan bangkit...


"Langit-langit yang tidak kukenal..."


Ohh aku mengucapkannya! Salah satu dari


beberapa kata yang ingin aku ucapkan!


"Hei, bukankah dia sedikit uhm..."


"Yah kesampingkan soal itu dulu"


Saat aku berpikir begitu, aku menyadari,


ada dua orang yang tidak kukenal didepan ku.


"Selamat Pagi. Izumi-kun. Bagaimana


perasaanmu?"


"Nyahalo★~ Izumi-kun★~"


"H-halo?"


T-tunggu sebentar! Apa-apa ini? Dan siapa


mereka? Bagaimana mereka tau nama ku?


Dan apa-apaan sapaan kedua itu? Ahh perutku


sakit!


"Hmm, boleh ku tau ini dimana?


Bukankah aku sudah mati?"


Aku terkena tembakan di dada dan jantung,


seharusnya aku mati... Tapi ini dimana?


Apakah aku sekarang sedang bermimpi? Tapi


sebenarnya aku terbaring di rumah sakit dengan berbagai macam alat menempel


padaku?


Atau ini adalah surga? Tapi tidak mungkin


begitu... Dilihat dari tempat ini. Ini hanya sebuah kuil sederhana.


Atau aku diculik alien!? Dan yang didepan


ku ini adalah alien!?


Mari berharap ini bukan yang pertama dan


yang Terakhir... Tapi kalo ini surga, bukankah ini terlalu sederhana?


"Hei, menyebut kami alien. Itu sungguh


tidak sopan loh~"


"Hahaha. Bagaimanapun kami tau kenapa


kau bingung."


Aneh! Sungguh aneh! Mereka bisa mendengar


apa yang aku pikirkan...


"Ahahaha, jadi dimana aku ini? Apakah


ini surga?"


Aku bertanya kepada mereka berdua sambil


melihat sekeliling.


"Yah, ini bukan surga. Ini lebih seperti


ruang pribadi kami."


"Ya, ya. Dan kami juga bukan alien~"


"Mungkin dari sudut pandang kalian


para manusia. Kalian biasa menyebut kami itu dewa atau semacamnya."


"Itu bener sekali~ Ah, dan kamu bisa


memanggilku Thea. Aku adalah Dewi Cinta desu.~"


"Dan aku juga belum memperkenalkan


diri, aku adalah Uranus. Aku Dewa Dunia."


*Uhuk* Setelah aku tenang\, aku membetulkan


posisi dudukku dan menghadap kepada dua orang, atau haruskah aku menyebutnya


dewa? Baik apapun itu...


"Umm, kenapa aku bisa ada disini Dewa-sama?


Bukankah seharusnya aku sudah mati?"


Aku menanyakan kepada dewa ini kenapa aku berakhir


disini.


"Kau tau, kamu meninggal itu karena


kesalah kami..."


"Ya, benar sekali... Penjahat yang kau


liat tadi. Itu sebenarnya adalah bawahan kami. Ah kami sebenarnya tidak


memiliki dendam apapun terhadap kalian jadi tidak perlu khawatir, ini murni kelalaian


kami. Jadi tolong maafkan kami."


"Tolong maafkan kami."


Ehh? Apa ini? Aku tidak bisa tidak terkejut


dengan ini... Dan untuk kedua dewa ini menundukkan kepalanya kepadaku dan


meminta maaf begini... Aku terkejut.


"Hmm, angkat kepala kalian. Aku


sungguh tidak marah atau apa pun, hanya saja aku sedikit terkejut... Mendengar semua


ini."


Adapun kenapa aku ada situasi seperti ini...



Kembali beberapa waktu sebelum Izumi berhadapan


dengan dewa.


"Bagaimana? Apakah ini cocok dengan


ku? I-kun?"


I-kun. Itu adalah diri ku, atau lebih tepatnya


Amakawa Izumi. Itu adalah nama ku.


Gadis yang memanggil ku I-kun. Adalah


Yukihana Ayase. Dia adalah tunangan ku.


Dan sebenarnya kami sekarang sedang mencoba


beberapa pakaian untuk pesta pernikahan kami.


"Ya! Kamu terlihat cantik menggunakan itu


Ayase-chan."


"Eheheh, mendengar itu dari mu, aku jadi


malu. Baik, setelah ini bisakah kita makan malam dahulu sebelum kembali?"


"Tidak apa-apa, aku kosong sampai


besok Ayase-chan~"


Setelah kami selesai melakukan beberapa


percobaan.


Kami berjalan di jalan mencari sebuah


restoran... Tapi tiba-tiba suasana dijalan itu menjadi tegang.


Ada beberapa orang berlari, dan berteriak mengisyaratkan


untuk pergi menjauh.


Karena aku menyadari ketidakberesan ini, aku


berinisiatif untuk pergi mejauh.


Tapi sebelum kami sempat bergerak, aku


melihat seseorang, dengan Rifle ditangannya.


Sialan, seharusnya aku membawa katana ku,


disaat-saat begini!


Yah, aku tidak mau sombong tapi aku sudah


belajar beberapa ilmu pedang didojo... Tapi aku sekarang tidak membawa katana ku.


Apa yang harus kulakukan, disaat aku berpikir begitu.


Mata kami bertemu dengan sekelompok orang itu,


dan aku reflek melindungi Ayase-chan, dari mereka... Dan ketika aku sadar.


*Ratta tatta tat*


Eh? A-aku baru saja tertembak?


*Uhuk*


"I-kun!? Hei I-kun!!!"


Aku mendengar teriakan Ayase-chan, tapi itu


perlahan memudar. Pasti aku tertembak di bagian yang vital.


"A-ayase-chan, jangan menangis. Aku


baik-baik *uhuk* saja."


Aku meraih pipinya yang berlinang air mata,


dan mengusap nya.


Pandangan ku mulai kabur dan tak lama visi


ku mulai menjadi semakin sempit.


Aku bisa melihat Ayase-chan mendekati


mereka dengan sebuah pisau tapi agak panjang? Hah? Tunggu sebentar!? dari mana


dia dapat benda seperti itu!?


Ah kesadaran ku mulai menipis, dan ini menjadi


sangat dingin disini... Aku mendengar teriakkan Ayase-chan, tapi itu semakin


jauh.. sigh. Apakah aku akan mati disini? Setidaknya! Biarkan kami menikah dulu


sialan! Sigh tapi apa boleh buat, sepertinya aku akan mati disini.


Tapi setidaknya biarkan Ayase-chan selamat...


◇ POV YUKIHANA AYASE ◇


"Sialan kau! Berani-berani nya kau melakukan


ini kepada I-kun!"


"Oi oi oi, apa-apa ini nona muda? Apa


kau ingin kita menghibur mu disana?"


"Gyahahaa. Kami tidak keberatan untuk menghibur


mu ditempat tidur nona~"


"Aku tidak akan memaafkan kalian!


Tidak akan pernah. mati!"


Udara di sekitar Yukihana Ayase berubah


secara perlahan namun pasti.


Tekanan yang dia buat sedikit membuat takut


para berandalan tersebut.


"Oi, bukankah ini gak bagus bro?"


"Tch, sungguh sangat disayangkan kita


harus membunuh nya."


"Ya, benar dia lumayan cantik."


Pandangan mesum mereka semakin tidak menyenangkan..


dan itu mengganggu Ayase.


Orang-orang disekitar nya, berusaha menghubungi


polisi dan pihak keamanan lainnya untuk melaporkan kejadian ini.


"Brengsek! Apa yang kau lihat ha?


Hanya I-kun yang pantas melihat ku dengan pandangan itu!"


Muak dengan semua ini. Ayase berusaha maju dan


menusuk mereka. Tapi sungguh sangat amat disayang kan.


Mereka semua menggunakan senjata api.


*Ratta tatta tat*


Suara memuakkan terdengar sekali lagi. Semua


orang yang panik berteriak histeris.


Tapi Ayase tidak menyerah untuk membalas


dendam kepada mereka.


"Satu! Setidaknya satu dari mereka!


Aku ingin membunuhnya! Argh!!"


Dengan teriakan nya, dia berhasil bertahan.


Dan dia berlari cepat kearah satu orang itu.


Beberapa detik kemudian.


*Slash* *spark* *cling*


Dia berhasil menusuk salah satu berandalan


tersebut.


Para berandalan lainnya terkejut akan hal


itu dan hanya berdiri mematung memandang Ayase.


Ayase mengambil kesempatan ini untuk menusuknya


lebih jauh.


Dan berandalan itu mati seketika, Karna ditusuk


tepat di jantung nya.


Berandalan lain tersadar dan melihat


rekannya yang mati.


Mereka melihat ke arah Ayase dan.


"Kurang ajar kau!"


"Sialan kau ******!"


"****** kubunuh kau!"


*Ratta tatta tat* *dor dor*


Suara peluru bergema di seluruh tempat.


Dan Ayase yang sedari tadi memaksakan


tubuhnya, tidak bisa bertahan lebih jauh.


Dan dia meninggal disana juga, disamping mayat


Izumi.