Adventure In Another World

Adventure In Another World
CHAPTER 04 - LATIHAN TANDING AYASE



Setelah percakapan yang panjang dengan


Ramires-san dan Sofia-chan tadi malam.


Aku sekarang berada dikamar ku.


Akua akan tinggal disini selama dua hari,


sambil menunggu gerbong Menuju ke ibukota.


Yah ini waktu yang panjang, aku akan menantikan


nya.


"Ayase-sama, ini waktunya makan siang."


Selagi aku memikirkan hal-hal konyol. Butler-san


itu memanggil ku.


"Baik."


Setelah aku menjawab begitu, aku keluar


dari kamar menuju tempat makan.


"Selamat siang Ayase-san."


"Selamat siang Ramires-san. Dimana


Sofia-chan?"


Aku melihat sekeliling dan... Sofia tidak


ada disini.


"Nona Sofia dia sedang ada diluar


untuk inspeksi. Dan kemungkinan dia tidak akan makan siang bersama."


Butler-san menjelaskan bahwa Sofia sedang


berada dikota.


"Ah, begitu kah? Baiklah."


Sungguh sangat amat disayangkan, aku ingin


berbicara dengan Sofia-chan lagi... Seperti aku akan menahan nya sampai malam.



Setelah Makan Siang.


Aku sedang berjalan disekitar Mansion.


Aku melihat tempat latihan para ksatria.


Hmm aku jadi ingin berlatih juga. Sudah


lama aku tidak mengayunkan pedangku.


Aku mendekati area latihan itu. Dan disambut


dengan para ksatria itu.


"Oh apakah anda tertarik dengan ini Nona


Yukihana?"


Dia...? Ah aku ingat! Dia adalah Ksatria-san


yang aku temui di samping Mansion kemarin.


"Maafkan saya. Saya belum memperkenalkan


diri. Saya adalah kapten penjaga dikota ini. Nama saya Gaelion."


Hmm, ya untuk seorang kapten dia masih


terlihat muda? Mungkin dia umur 30an?


"Ya, kapten-san. Aku tertarik menonton


kalian berlatih... Bisakah aku bergabung juga?"


Aku melihat sekeliling dengan bersemangat.


Dan mengajukan permintaan itu ke Gaelion-san. Tapi dia nampak terkejut dan


memiliki pandangan bermasalah... Apa? Karena aku seorang Putri atau apa... Mungkin


dia ragu? Hmm tidak bisa ditolong. Baiklah!


"Umm, apakah baik-baik saja Nona


Yukihana?"


Gaelion-san bertanya kepada ku.


"Tidak apa-apa, tidak apa-apa.


Begini-begini aku sangat kuat loh~"


Sambil berkata seperti itu, aku


mengeluarkan Katana ku dari [Item Box] sambil terlihat mendramatisir. Aku


berkata.


"Muncul lah dihadapan ku! GhostFreak!"


Acha~ aku mengatakannya! Ini adalah kebiasaan


buruk aku dan I-kun, untuk menamai sebuah senjata.


Setelah aku bergumam begitu, Katana hitam


legam dengan garis merah di tengahnya muncul ditangan ku. Yah katana ini tidak


memiliki efek spesial apapun. Aku membelinya di [Item Shop] dan menyesuaikan


nya dengan selera ku.


Gaelion-san terlihat tercengang dengan


kemunculan pedang ini secara tiba-tiba.


"Wah, wah, sungguh senjata yang


menawan... Bilah hitamnya itu terlihat mengintimidasi."


"Kalo seperti ini. Aku bisa mengikuti


latihan kalian juga kan?"


Aku bertanya kepada ksatria lainnya... Dan


mereka menjawab.


""""


Sudah dapat persetujuan! Baiklah aku sudah


lama tidak mengayunkan pedang ku! Saatnya berlatih!


"Baik aku akan bergabung!"


Aku berjalan menuju area latihan dengan semangat.


Dan aku melakukan gerakan pemanasan


terlebih dahulu sebelum mengayunkan pedang.


Pertama aku meregangkan tubuh ku dulu, dan


kemudian tangan, diikuti setelah itu kaki. Baik! Aku sudah siap!


Aku mengeluarkan Katana ku, dan mulai


mengayunkan nya untuk merasakan dan mengembalikan sensasi itu.


Sambil mengayunkan Katana ku aku memikirkan


hal-hal aneh. Seperti ini.


Huh, bahkan jika kamu memiliki senjata,


kamu bisa membunuh orang, kamu bertanya?


Aku bisa membunuh, secara alami. Apakah ada


alasan untuk tidak membunuh siapa pun? Aku tidak akan membunuh orang biasa,


tentu saja. Itu sudah jelas. Tapi tidak ada alasan mengapa aku tidak harus


membunuh seseorang yang akan membunuhku.


Apa, menghormati kehidupan pihak lain dan


diam-diam dibunuh? Tidak tidak tidak tidak! Jika Kamu menangkap mereka, bisakah


Kamu menegur mereka tanpa membunuh? Mereka akan membalas segera setelah mereka


melarikan diri, atau menyerang orang lain.


Berapa banyak orang yang murni dan jujur


akan mengalami kemalangan karena dibunuh oleh para bajingan yang diabaikan.


Dalam hal ini, orang-orang yang menghadap mereka sama baiknya dengan para


pembunuh.


Aku merasa kasihan pada orang-orang yang


dipaksa untuk bertarung, tetapi pada titik di mana aku menghargai hidup aku dan


lawan aku sedang mencoba untuk membunuh, tidak ada lagi yang membantunya.


Namun, apa dengan protagonis yang khawatir


tentang membunuh musuh dalam film. T Kamu pikir itu bodoh. Teman atau kekasih mereka


menyesalinya ... Itu membuat Kamuberpikir, membunuh musuh Kamu untuk sementara


waktu dan kemudian mengambil waktu Kamu untuk berpikir, bukan?


Eh, kamu tidak berpikir begitu, begitukah?


Sambil berpikir begitu, aku membuat wajah yang


bodoh... Semua ksatria itu melihat kearah ku... Pasti aku membuat wajah yang


bodoh.


Setelah beberapa saat.


"Adakah yang mau berlatih


tanding?"


Aku bertanya kepada para ksatria yang ada


disana. Mereka saling memandang dan... Ah ada yang mengangkat tangan nya


keatas.


Hmm, dia cukup muda. Mungkin seumuran dengan


Sofia-chan? Baiklah aku tidak terlalu perduli.


"Aku akan menjadi lawan mu


Hime-sama."


"Baiklah. Gaelion-san kau akan jadi


wasitnya~"


Aku memanggil Gaelion-san untuk menyuruh nya


menjadi wasit.


"Ya! Peraturannya mudah, siapapun yang


sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan akan kalah. Dilarang membunuh satu


sama lain, dan disaat pihak wasit berpikir itu bahaya wasit akan menghentikan


pertarungan. Paham?"


"Baik~"


"Dimengerti!"


"Siap! 1,2,3! Fight!!"


Setelah Gaelion-san menghitung mundur, aku mengambil


posisi dengan katana ku.


Hohoho Ksatria-kun satu ini juga terlihat


waspada, dan melihat pergerakan Ku... Ini tidak akan ada habisnya kalo kami hanya


saling berhadapan. Aku akan menunggu sedikit lebih lama.


"Haaa!"


Dengan teriakan itu, Ksatria-kun itu maju


dan menyerang ku. Hoo tidak buruk juga!


"Tapi! Kau terlalu banyak celah Ksatria-kun!"


Aku maju untuk menahan serangan dia. Dan


aku memutar langkah ku kesamping untuk menyerangnya. *Crack* Masih belum! Aku


menebaskan nya dengan kecepatan tinggi.


"Ha!!"


*Slash* ini akhirnya! Aku menyilang kan Katana


ku dilehernya.


"Aku menyerah."


"Pemenang nya adalah Nona


Yukihana!"


"Ohhh" "lumayan juga Nona


itu!" "Oooo"


"Baik siapa selanjutnya?"


Aku menantang para ksatria itu.


"Oh aku selanjutnya Nona!"


"Baik maju sini!"


Dan akhir dari pertarungan latihan adalah.


15x pertandingan, 13x menang 2x seri.


Tidak aku sangka. Gaelion-san ternyata sangat


luar biasa, aku belajar banyak dari pertandingan ini.


Disaat itu juga Ramires datang kerena


keributan di area latihan. Disampingnya ada Butler itu.


"Stefan, bagaimana kau melihat


nya?"


"Ya! Nyonya. Seperti Ayase-sama bukan pertama


kalinya memegang sebuah pedang, dan dilihat dari kuda-kuda nya dia cukup


berpengalaman... Dan teknik nya, saya belum pernah melihat itu dimana


pun."


"Begitu kah? Jadi dia benar-benar bangsawan


asing.."


Setelah percakapan itu Ramires melanjutkan


perjalanan ke ruangan kantor nya.


Diikuti oleh Kepala pelayanan itu.


Beberapa hari setelah petarung latihan itu.


Hari ini adalah hari keberangkatan ku ke ibukota.


"Jaga dirimu baik-baik Ayase-chan!. Kami


akan mengunjungi Toko mu saat di ibukota nanti."


Ya, gadis-gadis harus menemukan sesuatu


yang ingin mereka lakukan, bukan begitu, Sofia-chan


“Setelah beberapa saat, kami juga akan


datang ke ibu kota. Harap tunggu sampai saat itu. ”


Ya, sepertinya ada saatnya ketika para


bangsawan berkumpul di ibu kota untuk sesuatu yang disebut“ musim sosial ”.


"Baik terimakasih Ramires-sama... Aku


akan menunggu kedatangan kalian."


“Maka, berhati-hatilah. Aku telah mengirim


surat untuk menginstruksikan orang untuk menyiapkan uang sebanyak yang Kamu


butuhkan. Tentu saja, ada batas atas, Kamutidak akan memiliki masalah dengan


jumlah selama Kamu tidak akan membeli rumah besar. ”


Ya, aku ada dalam perawatan mu.


“Semoga harimu menyenangkan”


Dipersona dengan sapuan kepala pelayan


Stefan, aku meninggalkan rumah Walker dan menuju ke tempat menunggu kereta


kuda. Dengan pelayan.


... Ya, 'dengan para pelayan'


Dimulai dengan earl, semua keluarga Walker


tidak akan membiarkan aku bepergian sendiri. Tidak, bahkan jika itu disebut


itu, kali ini aku bepergian dengan kereta dengan banyak orang. Tapi itu tidak


bagus.


Jadi, karena mereka akan pergi ke sana


dengan cara apa pun untuk musim sosial, diputuskan untuk membuat dua orang maju


sebagai party lanjutan. Seorang pembantu sekitar pertengahan dua puluhan, dan


penjaga laki-laki sekitar tiga puluh.


Nah, tujuh hari ke ibukota, ada baiknya aku


memiliki orang untuk diajak bicara.