About Gladis

About Gladis
#3



"Cinta itu membahagiakan bukan menyengsarakan"


-Devi


-


-


-


-


-


Gladis: Ram lu dimana?


Rama: Bentar dis gua lagi otw


read


Gladis tengah duduk di sudut cafe, ia mengedarkan pandangan nya ke semua penjuru cafe, tak lama seorang pelayan menghampiri nya.


"Mau pesan apa mbak?" tanya pelayan itu.


"Hmm nanti dulu deh, saya lagi nunggu temen kampus


Pelayan itu mengangguk lalu meninggalkan Gladis di sana.


Beberapa saat kemudian Rama datang, ia duduk di depan Gladis.


" Kamu nunggu nya udah lama ya?, maaf aku telat" ucap Rama menyesal.


"Gak kok, gak apa-apa".


" Ram..." Gladis menatap manik mata nya Rama serius.


"Iya dis?" Rama balik menatap Gladis.


"Gua mau tau, lu sebenarnya serius sama gua kan?".


"Gua serius sama lo dis".


" Lo yakin mau nikahin gua dalam seminggu kedepan?, gua gak mau gara-gara gua kuliah lu berantakan" ucap Gladis.


"Gua gak papa ko dis, masalah kuliah itu kita pikirin nanti, intinya sekarang gua mau tau, kenapa lu semepet ini mau nikah sama gua?, padahal kan dulu lu sering nolak gua".


" Gua mau jujur sama lo Ram, sebenarnya.. " Gladis menghentikan ucapannya, lalu menunduk menatap perutnya.


"Sebenarnya apa?"


"Ggg..uu..a hamil".


" Haa.. mii.. ll ?, lu hamil sama siapa?, kenapa gak dia aja yang nikahin lu, kenapa mesti gua?" tanya Rama, sebenarnya ia sudah tau tentang keadaan Gladis, namun ia memilih pura-pura tidak tahu, ia ingin cewek ini jujur.


saat itu...


"*Wah..wah... ada testpack nih woii.. mana dua garis merah lagi, positif gayss.." Aulin mengangkat-angkat benda bernama testpack itu keudara, dan berteriak.


"Eh lin, liat dong, asli gak nih?" Ucap salah seorang teman Aulin.


Aulin hanya mengangkat bahu tanda ia juga tak tahu.


"Eh ini mah asli lin. Lu dapet dimana?"


"Gua dapet di bawah meja nya si Gladis noh" balas Gladis sambil menunjukkan meja Gladis melalui dagu nya.


"Gladis??, ah yang bener aja lu"


"Yaudah kalau gak percaya".


" Eh lu kan dapetnya dibawah meja Gladis, apa jangan-jangan dia lagi yang hamil, kita kan gak tau selama ini apa aja yang udah dia lakuin", Dona langsung menyambar testpack tadi lalu ia mengatakan, "ada baik nya kalau testpack ini kita kasi kepihak kampus" lalu Dona berjalan meninggalkan kelas Akuntansi itu untuk pergi kepihak kampus.


Gladis di panggil oleh Dekan fakultas, ia di tanyakan tentang testpack itu, Gladis hanya bisa menunduk sambil memilin ujung bajunya, ia berkeringat dingin.


Bodoh nya Gladis, ia malah mengaku testpack itu adalah miliknya.


Pihak kampus benar-benar kecewa, apalagi Dosen Pembimbing Akademik yang biasanya akrab dengan Gladis kini menunjukkan raut wajah kecewa.


Saat Gladis keluar dari ruangan itu, ternyata banyak mahasiswa lainnya yang menunggu di luar.


Gladis berjalan sambil menundukan pandangan nya, ia takut, ia malu.


Salah seorang mahasiswa yang seangkatan dengan nya menyindir, "Gini nih kelakuan putri kampus", "Hamil??, sama om yang mana nih".


Gladis hanya diam, menulikan telinganya, dan bersikap seolah tidak mendengar ucapan mereka.


Di sana Rama melihat semuanya, ia mau menanyakan perihal ini ke Gladis tapi ia masih ragu*.


"Gua ga tau ram, gua waktu lagi makan malam di sebuah cafe, setelah selesai makan gua ngerasa ngantuk banget, gak nyangka gua langsung tepar di sana, dan bangun-bangun gua udah gak makai baju sama sekali" Gladis menjelaskan sambil menangis.


Rama terkejut mendengar ucapan Gladis, yang ia fikirkan ternyata benar, tidak mungkin Gladisnya berbuat seperti itu.


"Gua bisa tanggung anak lu, gua bisa ngaku ke bokap nyokap dan orangtua lu kalau itu sebenarnya anak kita, lu tenang aja" ucap Rama menggenggam tangan Gladis.


Gladis terharu, ia menyeka air matanya.


"Makasi Rama, gua ga tau bisa bales jasa lu ini dengan cara apa" Gladis memeluk laki-laki itu.


"Cukup dengan lo setia sama gua".


Rama menepuk-nepuk punggung Gladis.


🍁🍁🍁


Ceklek, Gladis membuka pintu rumah nya, sepi dan gelap, tidak ada orang, Gladis berjalan menuju kamar nya.


Ia membersihkan diri dikamar mandi. Setelah itu ia berbaring di kasur empuk nya, Gladis menyingkap baju nya, lalu mengusap-usap perut yang sedikit menunjukkan isi itu.


Gladis teringat, ia sedang sangat menginginkan mangga, Gladis berjalan keluar kamar menuju dapur, ia ingin memeriksa kulkas apakah ada buah berasa asam manis itu di dalam kulkas.


'Kriiiiieeettt'


'Suara apa itu' Gladis tersentak.


Ia melihat ke belakang, ada seseorang bertubuh besar yang berdiri. Lalu pria itu menyumbat mulut Gladis dengan kain yang sudah disemprot bius.


Gladis pingsan


"Halo tuan, nyonya sudah ada ditangan saya".


" Bawa dia kesini, hati-hati, jangan biarkan anakku tersakiti dengan kekasaran mu itu ".


" baiklah tuan".


Pria yang diseberang telepon itu tersenyun licik, dasar wanita payah.


🍁🍁🍁


Gladis merasa kepala nya sangat berat, ia perlahan membuka matanya, yang ia lihat pertama kali adalah ruangan yang elegan dan mewah, ruangan ini, ia tidak mengenal nya, kenapa ia bisa disini?.


Gladis teringat tadi malam ada seorang pria yang membekap mulutnya lalu semunya gelap.


Apa dia diculik?, tapi kenapa penculiknya menaruhnya didalam ruangan yang bernuansa mewah ini?


*Bersambung, maaf pendek besok janji bakal panjang ko 🙏