A Novel Author Reincarnated In His Own Fictional Novel.

A Novel Author Reincarnated In His Own Fictional Novel.
Arc - Western Empire.



Previously


«««"Apa kau bilang tadi, ritual pemanggilan." - Teriak takashi, dengan emosinya yang tidak terkontrol.


Lalu tiba-tiba ada seseorang yang menyela, dari pembicaraan mereka berdua.


"Hentikan semua pertarungan ini, kalian berdua tidak waras."


*****


"Eeh.. siapa kau, dan kenapa kau datang tiba-tiba, lalu menyela pembicaraan kami berdua, apa kau itu bodoh." - Ujaran takashi dan bonie, kepada seseorang yang baru saja datang, lalu menyela pembicaraan mereka berdua.


"Ooh.. maafkan aku ya, jika mengganggu pembicaraan kalian berdua tadi, jadi aku akan berbicara kepada kalian berdua, langsung ke inti pembahasannya saja." - Ucap seseorang yang baru saja datang, tiba-tiba menyela pembicaraan takashi dan bonie.


"Apa urusanmu itu, sampai-sampai datang kepada kita berdua, jawab aku sekarang juga, cepat!!.." - Bonie bertanya dengan keras, kepada seseorang yang baru saja tiba dihadapannya.


Sementara itu disisi lain, takashi hanya terlihat diam dan menatap sosok perempuan, yang tiba-tiba menyela pembicaraan dia.


"Saya memohon memperkenalkan diri saya ini, kepada kalian berdua, sebagai utusan dari kekaisaran barat, yaitu sang wakil raja yang datang, untuk menjemput anak dari sang raja, yang bernama pangeran nakai, dan anak raja itu sedang dalam keadaan, dikejar-kejar oleh ras kage, hingga dia ketakutan, dan pergi keluar dari kerajaan barat." - Vyn berkata kepada takashi dan bonie, kemudian Vyn memberitahukan namanya.


"Oh ya satu hal lagi, dan nama saya adalah Vyn, itu saja oke." - Ucap Vyn.


"Tunggu, jadi kau ini dari kerajaan barat, lalu untuk apa tujuanmu jauh-jauh datang kesini." - Tanya bonie.


Mendengar bonie yang telah bertanya kepada Vyn, sebanyak dua kali, kemudian dijawab oleh Vyn.


"Aku datang kesini untuk membunuhmu, dan menyelamatkan pangeran nakai, dari ancamanmu." - Jawab Vyn.


Vyn yang telah berkata seperti itu pun, membuat bonie mulai mempersiapkan diri, untuk menyerangnya.


Tiba-tiba Vyn berkata kepada bonie dan takashi.


"Aku sudah tau kalau kau itu, bukan lah pangeran nakai, jadi siapa kau itu sebenarnya, yang berani memakai tubuh pangeran." - Tanya Vyn, kepada takashi sambil menunjuknya.


"Tu-ttunggu dulu, kau jangan salah paham dulu kepadaku, aku tidak membunuh nakai-chan, asal kau tahu ya Vyn." - Jawab takashi, dengan kepalanya yang geleng-geleng, dihadapan Vyn dan bonie.


"Ya aku sudah tahu, siapa pelaku sebenarnya, dibalik pembunuhan pangeran nakai ini." - Kata Vyn.


"Pasti ini semua ulahmu ya, True demon lord dengan dosanya yaitu Pride, kau'lah yang telah membunuh pangeran nakai', dasar bonie sialan." - Ujar Vyn kepada bonie, dengan tangannya yang geram.


"Berisik kau dasar perempuan aneh, diam atau aku akan, membunuhmu disini." - Kata bonie.


"Silahkan saja jika kau mau melawanku, dan aku tidak akan kalah melawanmu, jadi sepertinya kau ini memilih lawan yang salah, kuberitahu ya kepadamu bonie, aku ini bukan'lah lawan yang cocok untukmu', jadi menyerah sajalah dengan perlawanan tidak jelas itu." - Ujaran ancaman Vyn kepada bonie.


"Kenapa aku menyuruhmu untuk menyerah, dari perlawananmu yang tidak jelas itu, jadi ini semua dikarenakan perbedaan kekuatan kita berdua, sangatlah jauh, dan juga kau itu terlalu lemah bagiku." - Kata Vyn.


"Ciih.. apa kau bilang tadi, berani-beraninya kau menghinaku dasar berengsek." - Ujar bonie kepada Vyn, dengan rasa murkanya.


"Sudah cukup kalian berdua tenang dulu, jadi semua yang kau katakan tadi itu memang benar, Vyn sekarang jelaskan apa maumu, kepada aku dan bonie." - Kata takashi, kepada Vyn yang terlihat sudah bersiap-siap untuk bertarung, melawan bonie dihadapannya.


"Ehem.. Jadi begini saja ya, aku tidak mau kerepotan, dengan keributan yang tidak penting, bagaimana jika aku langsung berbicara ke intinya saja." - Ucap Vyn.


"Oke pertama, siapa namamu yang berani memakai tubuh sang pangeran, kedua, aku tidak mau kita bertiga saling bertarung satu sama lain, dan ketiga, aku akan membawa kalian berdua ke daerah barat, ya itu saja yang akan aku sampaikan kepada kalian." - Kata Vyn.


"Oiooi.. untuk apa kau membawa kami berdua kesana." - Jawab bonie, kepada perkataan Vyn sebelumnya.


Dan setelah bonie berbicara, kemudian takashi memberitahukan namanya kepada Vyn.


"Namaku adalah teller, dan aku tidak memakai tubuh sang pangeran sama sekali, jadi aku hanya meniru struktur tubuhnya saja, maafkan aku jika memiliki kesalahan." - Kata takashi.


"Oke aku mengerti sekarang, jadi kau hanya meniru struktur tubuhnya saja, tapi bagaimana dengan tubuh aslinya, dan dimana tubuh itu berada sekarang." - Tanya Vyn.


Ehh.. gawat ini, aku menghancurkan pulau sebelah tadi, aaa.. ini semua membuatku stress, jadi aku harus berbicara apa padanya. - Isi pikiran takashi, yang saat ini sedang kacau.


"Oi.. jawab pertanyaanku tadi." - Ucap Vyn.


"Jadi.. tadi aku bertarung dengan dia,{Takashi menunjuk ke arah bonie.}, dan setelah beberapa pertarungan yang cukup terbilang gila, aku tidak sengaja menghancurkan pulau tersebut, yang ada mayatnya sang pangeran nakai." - Jawab takashi, dengan tatapan matanya yang terlihat suram, dihadapan Vyn.


"Wow ini sangat keren, aku terkejut kalian bisa menghancurkan pulau." - Ucap Vyn.


"Oke sudah cukup basa-basinya, jadi sudah aku simpulkan bahwa, aku akan membawa kalian berdua ke kerajaan barat, ya akan aku berikan alasannya nanti kepada kalian berdua, jadi ikuti aku mulai sekarang." - Kata Vyn.


Tetapi ajakannya Vyn, ditolak oleh bonie secara langsung.


"Aku menolak semua perkataanmu tadi, dan ajakanmu itu." - Ucap bonie.


Lalu takashi berkata, "Berikan sebuah alasan yang tepat, untuk kami berdua mengikutimu." Dan Vyn menjawab perkataan takashi.


"Ya.. tentu, aku memiliki sebuah alasan yang tepat untuk kalian berdua, jadi alasan aku membawamu teller, karena aku menginginkan raja tahu kalau anaknya masih hidup, bukan mati terbunuh oleh True demon lord, dan satu hal lagi alasan aku membawamu True demon lord, bagaimana kalau kau jadi pendampingku di kerajaan barat nanti, ya.. itu saja sih, alasanku membawa kalian berdua, jadi sekarang ayo kita teleportasi ke kerajaan barat." - Kata Vyn.


Dan setelah Vyn berkata seperti itu, bonie pun kemudian menerima alasannya.


"Baiklah aku menerima alasanmu itu." - Ucap bonie.


Kemudian Vyn melakukan sihir teleportasi secara tiba-tiba, kepada takashi dan bonie, lalu mereka bertiga sampai di kerajaan barat, dengan sangat cepat.



*Western Empire.*


"Kita sudah sampai, ke tempat tujuanku." - Kata Vyn.


Eeh.. terlihat kuno sekali, aku jadi ingat kalau, akulah yang membuat kerajaan kuno ini. - Isi pikiran takashi, saat melihat kerajaan barat, yang terlihat kuno di matanya.


Tetapi tiba-tiba takashi mulai mengingat sesuatu.


Tunggu dulu, aku mulai ingat ini semua, aku sekarang berada di kerajaan barat, bersama dengan perempuan yang membawa seorang iblis ke kerajaan, semua ini termasuk ke dalam cerita novelku, yaitu Arc - Western Empire.


Yeah.. tidak salah lagi, sepertinya nanti akan ada sebuah kudeta, di kerajaan barat ini, lalu aku akan menunggu sebuah kudeta itu, untuk kabur dari semua permasalahan ini, dan menyelamatkan alesya, yang sedang bertarung melawan The Mathiverse.


******


Lalu Vyn membawa takashi dan bonie, untuk masuk ke dalam kerajaan barat, kemudian bertemu dengan sang raja.


"Selamat datang di kerajaan baratku ini, baiklah Vallen gracia{Pelayan kerajaan.}, beritahu seorang iblis itu, kamar untuk tamu." - Kata sang raja.



Dan setelah bertemu dengan sang raja, takashi pun mulai berkeliling disekitar kerajaan barat.



Lalu takashi dihampiri sang raja, dan raja berkata.


"Hei apa suatu saat nanti, kamu ingin menggantikan ayahmu ini." - Tanya Sang raja, dengan tangan kanannya yang berada dipundak takashi.


Eeh.. apa yang dia bilang tadi, sepertinya dia benar-benar tidak tahu kalau anaknya sudah mati, apa yang harus aku lakukan … apa aku jawab saja, atau abaikan saja. - Takashi berkata dalam pikirannya, saat ini.



Dan setelah ia berpikir cukup panjang, takashi menjawab perkataan sang raja.


"Ayah aku tidak bisa berjanji kepadamu sekarang, untuk menjadi pemimpin kerajaan barat, dan menjadi pemimpin dari rakyat-rakyatmu ini." - Jawab takashi.


"Tentu ayah akan selalu menunggumu, suatu saat nanti jika kamu mau menjadi raja, datanglah lagi kepada ayahmu ini ya." - Ucap sang raja.



Waktu pun mulai berlalu, saat malam hari, takashi dan bonie memutuskan untuk menginap di kerajaan barat.



Lalu sang raja pun mulai mengajak mereka, untuk makan malam bersama-sama, kemudian takashi, bonie, dan Vyn, makan malam bersama sang raja.



Setelah acara makan bersama, kemudian mereka pergi ke kamar masing-masing, untuk beristirahat dengan nyaman.


“Sweet, sweet, sweet…" - Kicauan burung di pagi hari.


"Aah.. sepertinya sudah pagi, apa benar akan terjadi kudeta nanti, jika aku menunggu terlalu lama lagi, alesya sekarang pasti dalam keadaan bahaya, tunggu aku sebentar lagi alesya, aku pasti akan datang untuk menjemputmu." - Kata takashi.


"Oke baiklah, aku akan berjalan-jalan di pagi hari ini, setelah berjalan-jalan aku akan menjumpai vyn, dan sang raja yang terhormat." - Ucap takashi, kemudian ia bersiap-siap untuk keluar dari kamarnya.


Dan ketika dia keluar dari kamarnya, ia melihat sebuah hal-hal yang diluar nalarnya.


"Apa-apaan ini semua." - Kata takashi, tatapan takashi yang sekarang pun, mulai dipenuhi kekosongan.


Setelah ia melihat 6 pelayan kerajaan, dan 2 pengawal kerajaan, juga sang raja tewas di depan matanya, dengan kondisi seluruh tulang-tulang, di bagian tubuhnya tertekuk tak beraturan.


"Aaaaaaaa....., huh.. huh.. huh.., apa ini semua mimpi, tidak mungkin … ini gila, siapa yang berani-beraninya, membunuh 1 kerajaan ini." - Ucap takashi, ketika melihat semua yang ada dikerajaan tewas dihadapannya.


Setelah melihat semua hal mengerikan itu, takashi pun mulai keluar dari daerah kerajaan, untuk mencari siapa pelaku pembunuhan.


Yeah.. dan dia tidak menemukan siapa pun, ya siapa pun sudah tidak ada, benar-benar sebuah kejutan yang mengerikan, seperti terror sejati di depan matanya, lalu ia berkata.


"Uh … bukan-bukan, ini bukan lagi pembunuhan 1 kerajaan barat, melainkan sebuah pembantaian aneh, yang terlihat sangat mengerikan, dan ditambah lagi, ini adalah pembantaian gila, di semua daerah barat yang aku lihat." - Kata takashi, ia pun mulai frustrasi, dengan tujuannya yang sekarang tidak tahu untuk apa.


Dan setelah dia menggunakan keterampilan Ultimate itu, seketika ia kembali ke masa lalu, sekitar 10 abad yang lalu, di kerajaan barat.


Kemudian takashi berkata dalam pikirannya, "Dimana ini, apa aku berhasil kembali ke 10 menit yang lalu, atau aku gagal … asap apa ini, uhhuk..uhuk asap-asap ini semua, tidak salah lagi ini seperti bau kebakaran." - Beberapa saat setelah berpikir seperti itu, kemudian ia mendengar suaranya sang raja.


"Lari… selamatkan diri kalian masing-masing." - Ucap Sang raja.


"Suara itu, aku tidak salah dengar, ya itu adalah suaranya sang raja yang terhormat." - Ucap takashi.


Kemudian ia menghampiri suara itu.



Lalu takashi berlari, dan semakin mendekati suara sang raja, semakin tebal juga kabut asap tersebut.



Secara tiba-tiba semua kabut asap itu berubah, menjadi warna merah seperti darah kental.


"Ada apa ini, aku tidak mengerti semua ini yang terjadi." - Kata takashi.


Di karenakan ia mulai kebinggungan, oleh semua hal-hal aneh di hadapannya sekarang.


Lalu ia terus memaksakan dirinya, untuk memundurkan atau memajukan, keadaan dan kondisi yang dia alami sekarang ini.


Zdorr.... Zdorr.... Zdorr....


"Kita sudah sampai, ke tempat tujuanku." - Kata Vyn.


Eeh.. terlihat kuno sekali, aku jadi ingat kalau, akulah yang membuat kerajaan kuno ini. - Isi pikiran takashi, saat melihat kerajaan barat, yang terlihat kuno di matanya.


Tetapi tiba-tiba takashi mulai mengingat sesuatu.


Tunggu dulu, aku mulai ingat ini semua, aku sekarang berada di kerajaan barat, bersama dengan perempuan yang membawa seorang iblis ke kerajaan, semua ini termasuk ke dalam cerita novelku, yaitu Arc - Western Empire.


Yeah.. tidak salah lagi, sepertinya nanti akan ada sebuah kudeta, di kerajaan barat ini, lalu aku akan menunggu sebuah kudeta itu, untuk kabur dari semua permasalahan ini, dan menyelamatkan alesya, yang sedang bertarung melawan The Mathiverse.


Tu-ttunggu dulu, siapa itu alesya, kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali, di kepalaku ini, aah.. sial sakit sekali kepalaku ini.


Tiba-tiba bonie menepuk pundaknya takashi.


"Heii takashi sadarlah, kenapa kau terlihat seperti melamun, apa ada yang salah dengan kerajaan barat ini." - Tanya bonie.


"Ah.. aku tidak apa-apa, ayo kita teruskan jalannya ke dalam kerajaan." - Jawab takashi.


*****


Lalu Vyn membawa takashi dan bonie, untuk masuk ke dalam kerajaan barat, kemudian bertemu dengan sang raja.


"Selamat datang di kerajaan baratku ini, baiklah Cherry{Pelayan kerajaan.}, beritahu seorang iblis itu, kamar untuk tamu." - Kata sang raja.


Perasaan apa ini, kenapa pelayan yang ada di samping raja itu, berbeda dari yang aku lihat sebelumnya.


Dan setelah bertemu dengan sang raja, takashi pun mulai berkeliling disekitar kerajaan barat.


"Rasanya aku tidak asing dengan seluruh daerah ini, aku seperti pernah melihat ini semua sebelumnya." - Ucap takashi.


Lalu takashi dihampiri sang raja, dan raja berkata.


"Hei apa suatu saat nanti, kamu ingin menggantikan ayahmu ini." - Tanya Sang raja, dengan tangan kanannya yang berada dipundak takashi.


Eeh.. apa yang dia bilang tadi, sepertinya dia benar-benar tidak tahu kalau anaknya sudah mati, apa yang harus aku lakukan … apa aku jawab saja, atau abaikan saja. - Takashi berkata dalam pikirannya, saat ini.


Ahk.. kepalaku terasa sakit sekali, aku seperti pernah mengalami kejadian ini terus-menerus.


Dan setelah ia berpikir cukup panjang, takashi menjawab perkataan sang raja.


"Ayah aku tidak bisa berjanji kepadamu sekarang, untuk menjadi pemimpin kerajaan barat, dan menjadi pemimpin dari rakyat-rakyatmu ini." - Jawab takashi.


"Tentu saja ayah akan selalu menunggumu, suatu saat nanti jika kamu mau menjadi raja, datanglah kepada Vyn." - Ucap sang raja.


Eh.. apa yang dia bilang tadi, yang tadi itu, apa aku tidak salah dengar, ya itu seperti sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.


Waktu pun mulai berlalu, saat malam hari, takashi dan bonie memutuskan untuk menginap di kerajaan barat.


"Hei bonie, apa kau tidak ingat sama sekali tentang tempat ini, aku merasa seperti pernah ke tempat ini." - Tanya takashi.


"Tapi takashi kau itu'kan, huh.. gimana ya, susah aku menjelaskannya kepadamu, jadi kau itu adalah sang pencipta novel ini, pastinya kau pernah merasa ke sini'kan, atau begini saja." - Jawab bonie, dengan berusaha menjelaskan kepada takashi semua perkataannya itu, namun sepertinya takashi tidak mengerti sama sekali, apa yang ia maksud sebenarnya.


"Maaf bonie, tapi aku tidak mengerti sama sekali apa maksudmu." - Ucap takashi.


"Takashi kau pasti pernah melihat ilustrasi ciptaanmu sendiri, dan saat kau reinkarnasi disini, terasa tidak asing di matamu itu." - Kata bonie, dan akhirnya takashi pun mengerti, apa yang bonie maksud.


"Ya bonie, sekarang aku sudah mengerti apa yang kau maksud." - Ucap takashi.


"Dengar ya takashi, aku ini adalah Haters'mu di dunia nyata sana, dan sudah mencoba membunuhmu', jadi kau harus mengerti, setiap apa yang aku katakan kepadamu." - Ujar bonie kepada takashi, sambil menunjuk kepalanya takashi.


"Boleh aku memberikan saran kepadamu bonie, bagaimana jika malam ini, kita menginap saja disini." - Tanya takashi.


"Ya terserah." - Jawab bonie.


Lalu sang raja pun mulai mengajak mereka, untuk makan malam bersama-sama, kemudian takashi, bonie, Vyn, dan para pelayan kerajaan, ikut makan malam bersama sang raja.


"Ini semua, tidak-tidak mungkin, uh.. aku merasa ini semua pernah aku alami, tetapi ini semua, seperti ada sesuatu yang berbeda di mataku ini." - Isi pikiran takashi yang mulai kacau, saat makan malam bersama.


Setelah acara makan bersama, kemudian mereka pergi ke kamar masing-masing, untuk beristirahat dengan nyaman.


“Sweet, sweet, sweet…" - Kicauan burung di pagi hari.


"Aah.. sepertinya sudah pagi, apa benar akan terjadi kudeta nanti, jika aku menunggu terlalu lama lagi, alesya sekarang pasti dalam keadaan bahaya, tunggu aku sebentar lagi alesya, aku pasti akan datang untuk menjemputmu." - Kata takashi.


"Eh.. siapa itu alesya, dan kenapa aku mengatakan nama itu lagi, apa aku mengenalnya." - Ucap takashi.


"Oke baiklah, aku akan berjalan-jalan di pagi hari ini, setelah berjalan-jalan aku akan menjumpai vyn, dan sang raja yang terhormat." - Ucap takashi, kemudian ia bersiap-siap untuk keluar dari kamarnya.


Dan ketika dia keluar dari kamarnya, ia melihat sebuah hal-hal yang diluar nalarnya.


"Apa-apaan ini semua." - Kata takashi, tatapan takashi yang sekarang pun, mulai dipenuhi kekosongan.


Setelah ia melihat 6 pelayan kerajaan, dan 2 pengawal kerajaan, juga sang raja tewas di depan matanya, dengan kondisi seluruh tulang-tulang, di bagian tubuhnya tertekuk tak beraturan.


"Aaaaaaaa....., huh.. huh.. huh.., apa ini semua mimpi, tidak mungkin … ini gila, siapa yang berani-beraninya, membunuh 1 kerajaan ini." - Ucap takashi, ketika melihat semua yang ada dikerajaan tewas dihadapannya.


Setelah melihat semua hal mengerikan itu, takashi pun mulai keluar dari daerah kerajaan, untuk mencari siapa pelaku pembunuhan.


Yeah.. dan dia tidak menemukan siapa pun, ya siapa pun sudah tidak ada, benar-benar sebuah kejutan yang mengerikan, seperti terror sejati di depan matanya, lalu ia berkata.


"Uh … bukan-bukan, ini bukan lagi pembunuhan 1 kerajaan barat, melainkan sebuah pembantaian aneh, yang terlihat sangat mengerikan, dan ditambah lagi, ini adalah pembantaian gila, di semua daerah barat yang aku lihat." - Kata takashi, ia pun mulai frustrasi, dengan tujuannya yang sekarang tidak tahu untuk apa.


Dan setelah dia menggunakan keterampilan Ultimate itu, seketika ia kembali ke masa lalu, sekitar 10 abad yang lalu, di kerajaan barat.


Kemudian takashi berkata dalam pikirannya, "Dimana ini, apa aku berhasil kembali ke 10 menit yang lalu, atau aku gagal … asap apa ini, uhhuk..uhuk asap-asap ini semua, tidak salah lagi ini seperti bau kebakaran." - Beberapa saat setelah berpikir seperti itu, kemudian ia mendengar suaranya sang raja.


"Lari… selamatkan diri kalian masing-masing." - Ucap Sang raja.


"Suara itu, aku tidak salah dengar, ya itu adalah suaranya sang raja yang terhormat." - Ucap takashi.


Kemudian ia menghampiri suara itu.


"Halo takashi, kita bertemu lagi ya, setelah semua pertemuan kita yaitu, 1001x denganku hehehe.." - Ucap The Mathiverse.


"Paradoks waktu itu sepertinya, memang terlihat menyenangkan ya, dan juga aku sangat senang, bisa memanipulasi informasi dan pikiranmu, di tambah lagi dengan mempermainkan kekuatanmu, yaitu dari keterampilan ultimate, {Manipulating space and time of unparalleled levels.} milikmu itu, wuu.. dan ini sangat menyenangkan, aku benar-benar sangat terhibur olehmu takashi." - Kata The Mathiverse.


"Ooii.. jawab aku, apa kau adalah pelakunya, yang telah melakukan pembunuhan aneh, 10 menit yang lalu di kerajaan barat ini." - Tanya takashi.


"Ooh ya, 'aku sudah tahu kau pasti datang kesini untuk melawanku'kan, hmm.. begini saja takashi, bagaimana jika kau lihat kerajaan barat yang sekarang, ya ini semua adalah, kerajaan barat 10 abad yang lalu, dan yang pastinya disini ada iblis gila yang mengamuk, bernama Behemoth." - Kata The Mathiverse.


"Jadi kau ini memang harus menang dulu, melawan iblis gila yang mengamuk di kerajaan barat ini, lalu aku akan bertarung denganmu nanti, bye-bye takashi." - Ucap The Mathiverse.


"Oh ya satu hal lagi yang harus kau ketahui, bahwa akulah yang telah melakukan pembunuhan aneh, 10 menit yang lalu di kerajaan barat, saat masa depan nanti." - Jawab The Mathiverse.


Kemudian The Mathiverse pergi begitu saja, menggunakan kekuatannya yaitu ruang dimensi antar waktu, yang terlihat terbuka, melalui sebuah retakkan di atas langit.


to be continued...