
Sementara itu dipertarungan lainnya, yaitu alesya melawan The Mathiverse.
Alesya kewalahan dengan kekuatan milik The Mathiverse, yang bisa membuat salinan diri dari alesya sangat kuat, mulai dari semua konsep gaya bertarung dan serangan yang sama, kemudian juga meniru kemampuan berpikir milik alesya.
Desing.... Desing.... Desing.... Desing....
Huhh.. ini benar-benar pertarungan yang sangat melelahkan, dia itu memang sudah gila dari awal.
Dia bahkan bisa membuat ruang dimensi antar waktu yang berlapis, menjadi 50 lapisan, dan ditambah lagi dia menyalin seluruh informasi tentangku.
Yeah.. semuanya tentang diriku, badan-badanku dan juga semua kemampuanku, jadi aku seperti memiliki Doppelgänger saja.
Huhh.. aku lelah, ini semua membuatku kesal, dia sudah menyalinku sebanyak 5000 salinan Doppelgänger, sementara itu aku hanya bisa berlarian seperti orang bodoh saja. - Dan alesya terus belarian di dimensi Abstrak milik The Mathiverse.
Huhuhu.. untung saja aku ini abadi, jika aku tidak abadi, aku pasti sudah mati disini, kurang dari 0,5 lima detik yang lalu.
Jadi aku ini tidak akan bisa mati, selama masih ada seluruh kejahatan, di dunia ini.
Disisi lain pertarungan, takashi melawan bonie.
Freeze.... Wusshh.... Wusshh....
Hacih!...., apa aku berhasil membekukannya dengan menggunakan sihir es, iya-yeah sepertinya aku gagal, karena itu hanyalah sihir es tingkat rendahan.
Ehh.. apa itu … siapa yang ada dikumpulan kabut esku, apa itu adalah bonie yang membelah diri setelah kubekukan tadi.
•Hikaru dan Haruto adalah sekelompok pembunuh bayaran, yang telah dibayar oleh bonie.•
Meraka itu bukan bonie, jadi siapa mereka itu.
Takashi yang mulai kebingungan, tiba-tiba hikaru dan haruto melancarkan serangan, berupa shuriken yang sangat banyak, ke semua arah titik buta milik takashi.
Tetapi takashi mengaktifkan keahlian uniknya yaitu, Material manipulation, kemudian semua shuriken yang mengarah kepadanya, berubah menjadi pakaian dan ****** *****.
Setiap serangan terus dilancarkan oleh haruto dan hikaru, dari mulai shuriken, tebasan angin, dan para bunshin yang menyerangnya.
"Lucu sekali melihatmu kewalahan takashi, dan juga sepertinya kau ini akan mati, ya benar sekali, kau akan mati di duniamu sendiri." - Ujar bonie kepada takashi, yang sedang berlarian menghindari semua serangan haruto dan hikaru.
"Dia mengetahuinya, dia tau kalau akulah sang pencipta di dunia ini." - takashi yang mendengar perkataan bonie dari atas langit, dia mulai berhenti bermain-main dalam pertarungannya.
"Oii..oi.. sudah cukup main-mainnya ya, aku akan menghabisi kalian semua." - Ujar takashi, kepada ketiga musuh yang ada dihadapannya.
"Baiklah kalian yang memaksaku untuk menggunakan ini, matilah." - Ucap takashi.
Kemudian ia menggunakan sihir es tingkat dewa Cocytus, dan membekukan semua daerah di desa, termasuk gunung.
Freeze.... Freeze.... Wusshh.... Wusshh....
"Kalian kira, jika aku membekukan kalian bertiga, akan menyelesaikan pertarungan ini, tidak ini semua belum selesai, aku sudah berjanji akan menyiksamu bonie." - Lalu setelah takashi berkata seperti itu, dia melakukan Snap jari.
Ya.. snap jari mengaktifkan salah satu keahlian ultimatenya, yaitu berupa Void Manipulation, dan balok es sebesar pulau, juga gunung itu yang bersama dengan desa-desanya, ia pindahkan semua itu ke Void.
Dimana tidak ada siapa pun yang bisa menjangkau tempat itu, dan tidak akan bisa keluar setelah masuk ke Void.
*[Klasifikasi: kecuali jika dia bisa Void Manipulation.]*
"Huh.. huh.. jadi aku sudah sampai ke Void, baiklah ini masih belum selesai, karena ini adalah serangan permulaanku." - Ucap takashi setelah sampai di Void.
Sementara itu di pertarungan alesya melawan The Mathiverse.
"Hhuh..huh.. ini benar-benar sangat melelahkan, aku merasa ingin menyerah saja dari pertarungan ini, kyiiaaa.. aku dikejar-kejar oleh para Doppelgängerku sendiri, yang sekarang sudah berjumlah 100,000. orang, ini mengerikan sekali, juga ditambah lagi mereka semua memiliki kemampuanku, dan bisa membaca semua pergerakanku." - Ujar alesya di depan keramaian para Doppelgängernya, sambil berlarian di dimensi abstrak yang tak terbatas.
"Ciih.. aku tidak boleh kalah disini sekarang juga, sialan semua ini mengganggu pertarunganku, melawan mahkluk putih bulat itu, akan aku akhiri semua ini sekarang juga." - Isi pikiran alesya saat ini.
"Aktifkan kekuatan penuh {Heavenly sword}, musnahlah kalian semua dasar mahkluk tidak tahu diri." - Ucap alesya kepada semua Doppelgängernya.
*Tebasan pedang yang berbentuk ( \ ).*
Alesya yang mengaktifkan kekuatan penuhnya dari Heavenly sword, membakar hanguskan semuanya yang ada, termasuk 100,000. Doppelgänger ciptaan The Mathiverse.
Bukan hanya itu saja, bahkan serangannya alesya juga merobek 25 lapisan, ruang dimensi antar waktu, ciptaan The Mathiverse.
"Huh..uhhuhuhuh..uhh.. Aku lelah, benar-benar sangat lelah, aku merasakan bahwa, aku tidak akan kuat lagi untuk bertahan disini, jika terus-menerus seperti ini, aku pasti akan pingsan di karenakan kelelahan." - Alesya berkata seperti itu, dalam pikirannya.
Alesya yang sedang kelelahan, tiba-tiba mendengar suara entah dari mana.
"Aduhh.. serangan tadi itu cukup mengerikan ya, dia bisa membelah dimensi ruang dan waktuku, jadi kali ini, aku akan mengakhiri pertarungan ini sekarang juga, iya alesya." - Ucap The Mathiverse, kepada alesya yang sedang kelelahan.
"Omong kosong" - Jawab alesya kepada The Mathiverse.
Lalu The Mathiverse berkata, "Jadi anggap saja tubuhmu itu, sebuah botol yang berisikan jiwa."
"Aku mengetahui kekuatan tekad dalam dirimu alesya, yaitu sebesar, 500 Point of existence, kemudian Awareness of your existence ditambahkan lagi sebanyak, the core of your life's strength and thoughts 50{Point limit}, ke dalam Soul Bottle tersebut." - Ujar The Mathiverse.
Kemudian The Mathiverse bertanya kepada alesya.
"Pertanyaannya, berapa persen total kenaikan volume kekuatan tekad, di dalam Soul Bottle tersebut?.." - Tanya The Mathiverse, kepada alesya yang sedang kelelahan.
"Berisik mana aku tahu, kemari kau ke hadapanku, dasar bola putih sialan." - Jawab alesya kepada The Mathiverse, dengan emosinya.
"Pembahasanku:
Persentase peningkatan volume kekuatan tekad, di dalam Soul Bottle dapat dihitung dengan rumus. (Jumlah Bagian/Jumlah Keseluruhan) x 100%." - Ujar The Mathiverse, dan alesya hanya bisa mendengarkannya saja, di karenakan dia sangat kelelahan.
"Maka persentase kenaikan volume kekuatan tekad, di dalam Soul Bottle adalah: (50PL/500POE) x 100% kekuatan milikku, jadi \= 10% tingkat keberuntunganmu untuk menang melawanku, dan juga itu sudah termasuk, kenaikan volume kekuatan tekadmu alesya." - Jawab The Mathiverse.
"Jadi begini saja alesya, apa kamu masih mau bertarung denganku." - Tanya The Mathiverse, kemudian ia tersenyum, dan terlihat seperti bahagia.
Lalu alesya menjawab perkataan The Mathiverse.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja, asal kau tahu ya bulatan bodoh, dasar sok pintar." - Jawab alesya, sambil menatap ke seluruh arah, di dimensi abstrak.
"Ya.. pada hal aku ini, merasa sedikit kasihan kepadamu." - Ucap The Mathiverse, kepada alesya seperti mengasihaninya.
"Diam kau, sudahku perlihatkan kepadamu, kalau aku ini tidak selemah yang kau pikirkan." - Alesya berkata kepada The Mathiverse, kalau dia tidak terlihat lemah sama sekali.
"Jadi alesya, sepertinya aku akan memulainya lagi, sebuah serangan kejutan untukmu, dan bersiap-siap lah, untuk menghadapi semua siksaanku ini alesya." - Ujar The Mathiverse, dengan kemurkaannya.
"Oke saatnya aku memulai penyiksaanmu, baiklah bagaimana jika kita mulai dulu dengan, dirimu yang disiksa oleh para dirimu sendiri, lalu setelah itu aku akan melakukan sistem himpunan, ruang dimensi antar waktu, yeah ini pasti akan terlihat sangat menyenangkan, dan selanjutnya adalah, sistem penyusutan ruang dimensi antar waktu, dengan persentasi pengurangan 1,000,000% menggunakan Akar kuadrat." - Ujar The Mathiverse kepada alesya, yang tidak mengerti perhitungan sama sekali.
Kemudian dia keluar dari dimensi abstraknya, dan menggunakan kekuatan anehnya kepada alesya.
"Oi.. apa yang akan kau lakukan kepadaku, aku pasti akan membunuhmu, dasar kepala bulat gila." - Jawab alesya.
Di saat yang bersamaan setelah alesya berbicara, tiba-tiba ia terpojok, di tengah-tengah kerumunan?…
"Apa-apaan ini semua, tidak mungkin yang aku lihat ini, tidak-tidak … pasti ini ilusi atau sebuah kebohongankan, di depan mataku ini, terdapat jumlah Doppelgänger yang sangat banyak, dan sepertinya mereka sudah tidak bisa dihitung lagi, bahkan aku terpojokkan di bagian tengah-tengah, tidak salah lagi ini semua pasti perbuatannya, si kepala bulat gila itu." - Kumpulan isi pikiran alesya, yang saat ini kacau.
Desing.... Desing.... Desing.... Desing....
Desing.... Desing.... Desing.... Desing....
Aku benar-benar kelelahan, dan sudah tidak bisa menahan para Doppelgänger ini, tolong aku, siapa saja itu, tolong aku, kumohon.
Dan beberapa saat setelah alesya berusaha menahan, para Doppelgänger dengan jumlah tidak terbatas itu, The Mathiverse Ingin melakukan serangan phase 2, yaitu sistem himpunan ruang dimensi antar waktu.
Kemudian alesya pun tertusuk-tusuk oleh para Doppelgängernya, dikarenakan alesya sudah tidak punya stamina untuk bertarung lagi.
"Phase pertama sudah selesai, baiklah saatnya phase kedua dimulai" - Ujar The Mathiverse, kepada alesya yang sedang tertusuk-tusuk, oleh para Doppelgänger miliknya.
"Mulai sistem himpunan ruang dimensi antar waktu, dengan jumlah lapisan tekanan ruang dimensi, 100,000. di antara waktu." - Ujar The Mathiverse.
*100,000. Ruang dimensi antar waktu yang disatukan, berkumpul pada satu titik, hingga menjadi sebuah kubus yang terlihat sangat abstrak.*
"Hohohoho.., ini masih belum selesai, aku baru memulai phase 2, jadi saatnya aku lanjutkan penyiksaanmu." - Ujar The Mathiverse.
*100,000. Ruang dimensi antar waktu, yang sedang diacak-acak oleh The Mathiverse.*
"Ap-pa … aku sama sekali tidak bisa bertarung lagi, uhuk..uhhuk.. bertahanlah alesya, kau pasti bisa bertahan sampai ia menyelamatkanmu." - Alesya berkata dalam pikirannya, dan berharap kepada takashi untuk menyelamatkannya.
Kemudian bermunculan monster-monster, yang datang entah dari mana, tiba-tiba menggrogoti para Doppelgänger alesya.
"Sekarang apa lagi ini, meraka seperti cacing-cacing yang entah dari mana, dan mereka juga sangat besar." - Ucap alesya.
"Mereka adalah para mahkluk pembawa kehancuran, ya mereka semua bermuncul disitu, pasti dikarenakanku yang merusak keseimbangan, 100,000. Ruang dimensi antar waktu, dan setelah itu aku acak-acak, agar mereka semua bermunculan." - Ujar The Mathiverse.
Lalu alesya ditelan hidup-hidup, oleh mahkluk-mahkluk aneh, bukan hanya ada mahkluk berbentuk cacing saja, tetapi masih banyak mahkluk-mahkluk aneh lainnya.
Walaupun alesya adalah mahkluk abadi yang sejati, tetapi ketika ia disiksa terus-menerus, ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Hingga semua darah-darah dari alesya, bercampur dengan warna-warna di dimensi abstrak.
Kemudian The Mathiverse, memegang seluruh kendali dimensi tersebut.
"Hee.. ini semua mulai membosankan, jadi sepertinya aku akan memulai phase 3, yaitu adalah sistem penyusutan ruang dimensi antar waktu, dengan persentasi pengurangan 1,000,000% menggunakan Akar kuadrat." - Ujar The Mathiverse.
Kemudian semua warna di dimensi abstrak pun hilang, dan berubah menjadi warna putih.
Lalu The Mathiverse memegang rubik dimensi tersebut, dan meremasnya dengan kekuatan fisik penuh sebesar, 1,000,000% kehancuran yang akan di dapatkan oleh, rubik dimensi tersebut.
*Bentuk Tubuh Alesya Saat Ini, Setelah Di Remas Oleh The Mathiverse, Bersamaan Dengan Monster-Monster Aneh Di Dalamnya.*
"Too..long kami.. ini, tolong aku … uhuk..uhhuk, tolong kami semua, tolong aku, tolong-tolong kami, kumohon tolong aku ini." - Ucapan alesya yang secara bersamaan, dengan para monster-monster aneh di dalamnya.
"Berisik sekali kalian semua ya, aaa … ini semua membuatku kesal, akan aku banting saja kalian semua." - Jawab The Mathiverse, kepada semua entitas mahkluk hidup di dalamnya.
Kemudian ia membanting rubik dimensi tersebut, ke bawah tanah dengan mudahnya, dan tiba-tiba rubik dimensi melakukan penyusutan, pada ukurannya secara drastis.
Lalu di pertarungan takashi melawan bonie…
*Wujud Bonie Saat Ini*
Duarr.... Wusshh....
"Ciih.. kekuatan pertahanan fisik macam apa itu, dia benar-benar melebihi keabadianku ini, dan ditambah lagi si takashi itu, memiliki beberapa Keterampilan Ultimate, juga Keahlian Unik yang sangat merepotkan, itulah kenapa aku kesusahan untuk mengalahkannya." - Bonie berkata dalam pikirannya, dan ia sambil berpikir bagaimana caranya, untuk mengalahkan takashi.
"Uhuk..ukh!… tenang saja hikaru, haruto, aku pasti akan membalaskan dendam kalian berdua, aku bersumpah dan berjanji kepada jiwa kebangganku ini, sebagai salah satu dari True demon lord, yang diangkat oleh tuan Lucifer." - Ujar bonie kepada takashi, dengan rasa kesalnya.
"Omong kosong, menyerah sajalah, aku tidak akan membunuhmu jika kau menyerah, dan aku hanya akan bertanya kepadamu, siapa kau itu sebenarnya." - Takashi berkata kepada bonie, yang terlihat kelelahan.
Previously
«««"Huh.. huh.. jadi aku sudah sampai ke Void, baiklah ini masih belum selesai, karena ini adalah serangan permulaanku." - Ucap takashi setelah sampai di Void.
Kemudian takashi menggunakan salah satu Keahlian Uniknya yaitu, Parallel Existence, dan membuat dirinya menjadi 20 orang bayangan nyata.
{Klasifikasi: ini berbeda dengan bunshin, karena kalo bunshin itu membagi rata kekuatan kepada setiap bayangannya, tetapi ini tidak membagi, melainkan setiap bayangan tetap memiliki, 100% keberadaan yang sama dan kemampuan yang sama.}
Setelah itu takashi menggunakan sihir api tingkat dewa Agni, lalu dia juga menggunakan sihir petir tingkat dewa Zeus, dan menggabungkan kedua sihir kuat tersebut.
Kemudian menembakkannya kepada balok es sebesar pulau, bersama-sama dengan serangan dari, 19 bayangan nyata milik takashi.
Blarr.... Booom…! Duarr.... Jlarr….
Yeah.. suara merdu ledakan, yang berasal dari sihir tingkat tinggi itu, sepertinya membuat beberapa alam semesta lain mendengarnya.
*The Dragon Queen of Omniverse destruction, The Creator.*
"Suara apa itu tadi, apa sedang ada pertempuran di semesta lain." - Dan Hawkwatch adalah salah satunya, yang mendengar suara ledakan dasyat tersebut.
Lalu setelah takashi menghancurkan balok es sebesar pulau itu, kemudian ia melakukan snap jari, untuk kembali ke semestanya.
Pada akhirnya takashi kembali ke semestanya, tetapi dia melihat sesuatu yang tidak wajar dihadapannya.
Yaitu adalah bonie, takashi terkejut melihat bonie masih hidup, tidak terkena sihir es miliknya, dan tidak terluka sama sekali dihadapannya.
"Oii.. takashi, kemari kau kesini, akan kubunuh kau sekarang juga, asal kau tahu ya, aku ini semakin membencimu." - Ujar bonie kepada takashi, dengan perasaan dendam miliknya.
Kemudian bonie melakukan perubahan bentuk tubuh, dengan kekuatan sejatinya, yang sesungguhnya dihadapan takashi, yaitu menjadi True demon lord.
…
*Bonie salah 1 dari 16 True demon lord, yang ada di dunia ciptaan takashi.*
"Oioi.. takashi, ayo kita saling beradu kekuatan masing-masing." - Ucap bonie kepada takashi, dengan senyuman aneh.
Kemudian bonie dengan kecepatan suara menghampiri takashi, dan menendang takashi hingga terpental sangat jauh.
Whooooosh!…. Krack!!….
"Ahh.. tadi aku terpental sangat jauh, apa kau baik-baik saja bonie." - Tanya takashi kepada bonie, dengan sebuah senyuman.
"Yeah.. tenang saja takashi, aku pasti akan baik-baik saja, karena aku ini abadi." - Jawab bonie.
"Tidak mungkin, dia cepat sekali datang ke hadapanku." - Isi pikiran bonie saat ini, setelah melihat kecepatan milik takashi.
"Aaaaa....[Teriak bonie kesakitan.] kakiku hancur saat menendangmu, sialan kau takashi, dasar kurang ajar, kubunuh kau disini secepat mungkin, tenang ini semua baru permulaan." - Ujar bonie sambil marah, saat melihat kaki kanannya hancur.
"Takashi kau pasti tahukan, kalau aku ini adalah salah satu karakter villain terkuat, dalam novel ini." - Ucap bonie.
"Iya aku tahu itu semua bonie." - Setelah mengatakan itu, lalu takashi mengaktifkan salah satu keahlian uniknya, yaitu Tachyon Burst manipulation.
Tiba-tiba takashi berlari ke depan tubuhnya bonie, dengan sangat cepat, dan melakukan pukulan bertubi-tubi kepada seluruh tubuh bonie, menggunakan tangan dan kakinya.
Bonie yang sedang berbicara pun, sampai-sampai tidak bisa bergerak sama sekali, sehingga keabadiannya terlihat seperti tidak berguna.
Pukulan bertubi-tubi dengan kecepatan yang melebihi cahaya itu, terus menghancur-leburkan tubuh bonie, setelah beberapa waktu lamanya, pukulan yang dilancarkan takashi kepada bonie pun, di berhentikan.
"Siksaanku ini sudah selesai, dan matilah disini bonie." - Ucap takashi, kepada bonie yang terlihat sekarat dihadapannya.
Setelah takashi berkata seperti itu, dia pun memulai aksinya, dengan menggunakan sihir cahaya tingkat dewa Artemis, kepada bonie yang sekarat.
Kemudian bonie berdiri, dan menghindari sihir cahaya tingkat dewa Artemis, milik takashi.
After that incident
»»» Duarr.... Wusshh....
…
…
…
Sepertinya aku tidak boleh meremehkan takashi, dia benar-benar kuat di dunianya ini.
Baiklah saatnya memulai pertarungan yang sesungguhnya, dengan takashi.
Tapi sebelum itu, aku harus mengatakan kebenaran yang sebenarnya, kepada takashi.
"Hei.. takashi, akulah salah satu orang yang berada di insiden itu, aku ini salah satu orang yang mengincarmu pada malam hari itu, jadi aku mati tertabrak mobil, dan reinkarnasi disini." - Ucap bonie.
Kemudian bonie berkata kepada takashi, bahwa ia adalah salah satu dari 4 pembunuh, yang mengincarnya pada malam hari itu.
…
"Eehh.. jadi kau orang aneh, yang mengikutiku terus ya." - Jawab takashi, dengan raut wajah datar.
"Betul sekali perkataanmu itu, aku orang aneh yang mengikutimu terus takashi, tetapi ketika aku mengejarmu, tiba-tiba aku tertabrak mobil, kemudian aku sekarat, tidak bisa apa-apa hingga kehabisan darah, dan pada akhirnya aku mati." - Ujar bonie, dengan tatapan tajam ke arah takashi.
Dan bonie pun bertanya kepada takashi, kenapa dia ada di dunia novelnya.
"Takashi kenapa kau ada di dunia novelmu ini, jawab pertanyaanku itu." - Tanya bonie.
"Aku yang sekarang ini telah terbunuh, dan bereinkarnasi di dunia novelku ini, ya mungkin saja terbunuh oleh salah satu dari 4 pembunuh, yang kau bicarakan tadi itu." - Jawab takashi, dengan kepalanya yang menunduk.
"Oke-oke kita sudahi pembicaraan masa lalu itu, saatnya memulai pertarungan yang sesungguhnya, takashi aku pasti akan menang kali ini." - Ucap bonie.
"Dan satu hal lagi yang akanku beritahukan kepadamu." - Bonie berkata kepada takashi, yang sudah mempersiapkan dirinya untuk bertarung.
"Ketika aku mengalami kematian tragis itu, rukh dari tubuhku keluar, dan aku menghitungkan 3 menit yang berlalu, dari kematianku di dunia nyata, saat aku berada di dunia ini, yeah.. aku menghitungkan semua perkiraanku ini, bersama dengan seseorang yaitu The Mathiverse, lalu The Mathiverse berkata kepadaku bahwa, 3 menit di dunia nyata \= 3 bulan di dunia ini." - Ujaran semua kebenaran, yang bonie ucapkan kepada takashi.
Setelah mendengar bonie berkata seperti itu, kemudian takashi bertanya kepada bonie, bagaimana dia bisa bertemu The Mathiverse.
…
"Aku meminta bantuan, The seven ancestral demon kings of great sin, untuk memanggil The Mathiverse, dan sebelum-sebelumnya aku mencari, The seven ancestral demon kings of great sin, selama tiga bulan di dunia ini." - Jawab bonie.
Lalu takashi bertanya, "Kenapa kau membunuh, salah satu anak bangsawan dari daerah barat." - Tanya takashi.
Dan kemudian bonie menjelaskan kepada takashi, bahwa anak bangsawan dari barat itu, menurutnya hanyalah sebuah tumbal murni untuk, ritual pemanggilan The Mathiverse.
…
"Apa kau bilang tadi, ritual pemanggilan." - Teriak takashi, dengan emosinya yang tidak terkontrol.
Lalu tiba-tiba ada seseorang yang menyela, dari pembicaraan mereka berdua.
"Hentikan semua pertarungan ini, kalian berdua tidak waras."
to be continued...
•(Name: Vyn)•
[Identitas lain: Genderless ≥ White witch/White wizard.]
{Klasifikasi: Muncul di akhir bab 3, sebagai utusan dari kekaisaran barat, yaitu sang wakil raja yang datang, untuk menjemput anak dari sang raja, yang bernama pangeran nakai, dan anak raja itu dikejar-kejar oleh ras kage, hingga dia ketakutan, dan pergi keluar dari kerajaan barat.}