A Novel Author Reincarnated In His Own Fictional Novel.

A Novel Author Reincarnated In His Own Fictional Novel.
Premeditated murder, and reincarnation in my created world.



Saya tidak bisa melihat apapun dalam kegelapan total ini. 


Dimana ini? Sebaliknya … apa yang terjadi? 


Jika saya ingat dengan benar, saya pikir saya sedang dikejar oleh seseorang dari belakang …, sesuatu tentang diriku yang diincar oleh beberapa orang pembunuh.



Dan kemudian saya sepenuhnya sadar.


Nama saya, Takashi Akihiro. Pria baik berusia 40 tahun. Saat malam hari itu di jalan, saya dikejar oleh dua orang aneh yang mengikuti saya terus, saat ingin pergi pulang ke rumah, setelah dari supermarket.


Mereka masih terus mengikuti, dan terus-menerus mengikuti saya yang ingin pulang ke rumah. Bagus, saya ingat. Tidak apa-apa, ini belum waktunya untuk panik. 


Bagaimana pun aku berusaha agar aku selamat pada malam itu, dengan berlari sekuat mungkin, dan secara tiba-tiba, aku melihat jalanan kecil gelap menyerupai lorong, dekat di depan sebrang jalan.


Aku pun kemudian menghampiri jalanan tersebut, untuk bersembunyi dari kejaran 2 orang aneh itu, tetapi ketika aku bersembunyi untuk beberapa saat.


Lalu aku menoleh ke belakang, untuk melihat situasi di belakang, yahh mengejutkan sekali, 2 orang yang mengejarku, masih mengikutiku.


Tetapi … ada sesuatu yang lebih mengejutkan dari pada itu, mereka berdua yang mengikutiku, mati di depan mataku.


Yaa.. aku pun terkejut saat mereka menyebrang di jalan, tiba-tiba mereka di tabrak oleh mobil truck, di depan mataku.


Setelah melihat kejadian … aku mulai berkeringat dingin, takut dengan kematian seperti itu, yang terlihat sangat menyakitkan di mataku ini.


Dan kemudian setelah melihat itu, aku di tikam dengan pisau belati, dari belakang oleh seseorang. Ya rasanya benar-benar sangat menyakitkan, apa lagi melihat bahwa yang menikam aku adalah, sahabatku sendiri di depan mataku.


Lalu dia berkata kepadaku, "Maaf-maaf, yeah.. sepertinya aku tidak sengaja menusukmu Takashi Akihiro." - kata Masayuki.


A..aa-apa yang kau lakukan disini masayuki … dan setelah itu aku pun pingsan, tidak bisa bergerak sama sekali hanya bisa mendengarkan perkataan masayuki gila itu yang menikamku dari belakang.


Tiga perkataan milik masayuki yang menyakitkan dan terakhir aku ingat dari ingatanku.


Pertama yaitu, "Apa rasa sakitnya, sakit dan menyakitkan." dan kedua ia berkata, "Ehh.. kamukan sudah jadi author novel yang terkenal, jadi kamu jangan takut mati dong." lalu terakhir ia berkata, "Hei sahabat sejatiku maafkan aku ya, sepertinya kamu memang tidak layak hidup di dunia yang keras ini." yeaah aku benar-benar kesal hanya bisa mengingat segitu saja yang ia katakan kepadaku.


Ketika saya mencoba melihat sekeliling saya, saya sadar. Badanku tidak mau bergerak.


"Jadi sekarang aku harus apa?" - Dengan rasa bingungnya Takashi berkata kepada dirinya sendiri.


"Hmm.. tempat apa ini gelap, disini sangat sempit membuatku susah bergerak leluasa." - kemudian Takashi melihat sebuah cahaya besar di ujung dari semua kegelapan yang ada.


Tetapi ia kesulitan untuk menggapai cahaya tersebut, "Ahh.. sedikit lagii.., aku akan keluar dari tempat gelap inii.., dan ditambah lagi tempat macam apa ini sangat sempit." - dan setelah beberapa perjuangan yang dia alami, akhirnya keluar juga.


...



•Tubuh Takashi Akihiro yang sekarang•...


"Aahh.. aku berhasil keluar" - Dengan rasa senang ia berkata itu.


Lalu setelah keluar dia mulai kebingungan, di karenakan melihat tempat yang ia injak adalah daerah hutan.


"Ehh.. dimana lagi ini aku"- Ucap takashi yang tidak tahu apa-apa.


Dan kemudian ada seorang anak muda yang melihat dia berdiri sambil berbicara sendiri, "hei.. kau ini sedang apa mahkluk aneh, kenapa kau berbicara sendiri." - tanya seorang anak itu yang kepada takashi.



Ya.. secara tiba-tiba takashi kaget, di karenakan adanya anak kecil di hadapannya.


Tu-ttunggu apa, kenapa ada anak kecil di hutan selebat ini, juga di tambah lagi dia sedang menatapku sambil mengeluarkan air mata.


Eeh.. Apa jangan-jangan dia menangis di hadapanku ini, pasti karena dia tersesat di hutan ini.


"Hei nak, apa kamu tersesat di hutan yang menyeramkan ini." - Tanya takashi kepada anak kecil yang ada di hadapannya.


Untuk beberapa saat ini, aku heran kenapa dia tidak mau merespon pertanyaanku tadi kepadanya.


Bagaimana jika aku mendekatinya saja, apa dia akan merasa baikkan setelah didampingi oleh orang dewasa sepertiku.- kemudian takashi mendekati anak itu perlahan-lahan, tetapi anak itu tiba-tiba mengatakan.


"Ja-Jjangan mendekatiku dasar monster jelek, tidak tau diri." - Teriak anak itu pun membuat takashi ketakutan, ya sepertinya takashi salah paham dengan perkataan anak itu.


Apa tadi yang dia bilang, disini ada monster, aaa..


Ya sepertinya tidak mungkin disini ada monster, tenang aku tidak boleh panik dulu jika belum memastikan benar apa tidak perkataannya itu.


"Hei apa benar disini ada monster nak, jika itu benar aku ingin kau menunjuk ke arah monster itu berada."


"Bodoh sekali, kau itu monster yang aku maksud tau" - Ucap anak itu kepada takashi sambil menatapnya.


"Ngomong-ngomong aku bingung kenapa kau bisa mengetahui namaku, apa kamu ini monster tingkat tinggi." - Tanya anak itu kepada takashi.


Yeah.. selama ini aku diam-diam dan mengamatinya, jadi dia ini mengangap aku sebagai monster, ya wajar saja karena aku sudah cukup tua. - Perkataan isi pikiran takashi ketika ia dituduh sebagai monster.


"Hei jawab pertanyaanku mahkluk aneh" - teriak anak itu kepada takashi.


Tetapi jika dilihat-lihat lagi dia ini mirip seperti ras yang aku kenal."- kata hati anak itu, kemudian takashi menjawab pertanyaannya.


"Oke aku akan berusaha menjelaskan semua kesalapahaman ini." - jawab takashi kepada anak itu.


"Jadi pertama-tama aku ini mengetahui namamu dikarenakan spanduk yang ada di atas kepalamu itu, bertuliskan Nakai." - takashi berkata, menjelaskan detailnya mengetahui nama anak itu.


"Yaa.. jadi aku mengira itu adalah namamu, oke dan kedua, aku ini manusia bukan monster asal kau tahu ya." - Ujar takashi kepada nakai.


"Ehh.. maaf ya, aku ini tidak tahu apa-apa tentang perkataanmu itu dan juga dunia ini." - Ujar takashi kepada nakai yang mulai menangis.


"Jadi kau ini, mengangap dirimu itu sebagai manusia ya." - nakai berkata kepada takashi sambil bertanya jati dirinya.


"Benar sekali, aku ini hanyalah manusia biasa." - Ucap takashi sambil melihat seluruh tubuhnya yang sekarang.


Setelah takashi mengucapkan itu, tiba-tiba bayangan di bawah kaki nakai bergerak keluar menyerupai manusia.



*Salah satu ras kage, dia bernama bonie.*


"Tertangkap kau dasar bocah nakal, berani-beraninya kamu berusaha kabur dari kejaranku tadi." - Ucap bonie.


Mendengar ucapan bonie itu, membuat takashi terkejut bahwa ada seseorang yang memiliki bentuk struktur tubuhnya hampir mirip dengan dia.


"Hei siapa kau, mau apa kamu disini." - Tanya takashi sambil menunjuknya.


Beberapa detik setelah pertanyaan itu dilontarkan kepada bonie, takashi mulai melihat sebuah spanduk di atas kepalanya muncul, dan bertuliskan kata-kata Bonie.


Kemudian takashi mulai mengira bahwa namanya adalah bonie.


"Apa jangan-jangan spanduk yang di atas kepalanya itu, adalah namanya." - Tetapi sebelum takashi berbicara kepadanya.


Bonie pun mulai membuat bayangan tangannya membesar, membentuk tangan cengkraman, dengan cakar yang kuat, ia kemudian menusukkan tangannya pada jantung nakai dihadapan takashi.



"Oi apa yang kau lakukan, lepaskan tanganmu itu dari nakai-chan." - Ujar takashi kepada mereka berdua.


"Diam kau itu tidak usah ikut campur urusan kami, dasar mahkluk aneh, gimana rasanya nakai-kun." - Ujar bonie kepada takashi dengan rasa kesal, dan sambil tersenyum berkata kepada nakai-kun.


"Aku ingin mendengar kata-kata terakhir milikmu di telingaku ini, apa kau masih bisa mengatakan sesuatu kepadaku nakai-kun." - Bonie berkata seolah-olah nakai-kun benar-benar lemah dihadapannya.


Tetapi nakai-kun masih bisa menjawabnya.


"Ya.. aku ini memang lemah bagimu … aku menyerah." - Dan setelah mengatakan itu, nakai-kun mati dikarenakan jantungnya telah dihancurkan.


Bonie pun kabur menyatu dengan tanah, bagaikan bayangan pada umumnya, setelah membunuh nakai-kun.


Apa-apaan tadi itu, aku benar-benar sangat lemah, gugup, takut, putus asa, semua badanku gemetar dan mentalku merasa terpukul.


Ada apa ini, kenapa orang pertama yang melihatku di dunia ini, mati begitu saja dihadapanku tadi.


[Setelah takashi berfikir seperti itu, lalu takashi menghampiri mayat nakai-kun dan mengatakan.]


"Aku akan membalaskan dendammu untukku, perbuatan orang yang tadi membunuhmu secara tiba-tiba, benar-benar tidak bisa aku maafkan." - Takashi yang berkata dengan emosinya.


Lalu bentuk tubuhnya mulai berubah menyerupai nakai-kun, ya.. dan perlahan-lahan dia mulai menyadarinya.


"Apa yang terjadi dengan diriku, kenapa perlahan-lahan seluruh tubuh ini mulai berubah bentuk." - Ucap takashi sambil memegang seluruh tubuhnya.


Beberapa saat setelah takashi memegang tubuhnya, ia mendapatkan informasi tentang seluruh jati dirinya.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Status : Menyamarkan 100% mirip dengan aslinya


Nama: Takashi Akihiro


Spesies: Has no real existence 


Judul: Tidak Ada


Magic: Tidak ada


Keterampilan: Keterampilan Unik 『The Creator』 


Keahlian Unik 『Text manipulation』 


Keterampilan inherent Has no real existence 『Pembubaran, Penyerapan, Regenerasi Diri, Pertahanan Mental』


Resistensi: 


Ketahanan Fluktuasi Panas Dan Dingin EX


Resistensi Serangan Fisik 


Kekebalan Nyeri 


Hambatan listrik 


Resistensi Kelumpuhan


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


"Apa-apaan semua yang tertulis di spanduk ini, tidak mungkin ini seperti game RPG saja." - Ucap takashi.


Hmm.. aku memiliki beberapa kemampuan yang keren dan ditambah lagi, mungkin aku ini sudah bisa bertarung dengan musuh yang cukup kuat seperti tadi.


to be continued...