3 Deadly Girl's Agent FBI And NIS

3 Deadly Girl's Agent FBI And NIS
part 19



********◀◀◀◀▶▶▶▶********


Dan langsung pergi membersihkan diri dan memulai operasi.


Di ruang operasi...


" suster berikan kain kasa". Ucap Esme, kemudian menghentikan pendarahan.


" Forceps,". Ucap Esme perlahan membuka luka dan mulai mengeluarkan peluru


" tang". Ucap Esme dan mengeluarkan dua peluru, satu di bagian perut dan satu lagi di bagian dada. Dan tiba-tiba...


Tittt


Tittt


Tittttt


" dokter, jantung pasien melemah". Ucap Suster itu sedikit panik


" siapkan defibrilator sekarang". Ucap Esme yang terlihat panik.


Di luar ruangan, Chloe, Freya dan Rico yang melihat itu panik.


( tempat operasi di klinik militer karna ruangganya hanya satu dan itu tembus pandang dari luar karna hanya di batasi kaca yah guys, karna saat ini mereka ada di kota terpencil)


" ada apa, kenapa mereka terlihat panik". Ucap Rico yang khawatir melihat Ashton saat ini


" semoga tidak terjadi apa-ap pada Ashton". Ucap Chloe


" semoga ashton bisa selamat". Ucap Freya


Di dalam ruang operasi....


" baik naikkan 20 joule". Ucap Esme dan meletakkan alat pemompa jantung di dada Ashton


1


2


3


Titt


Tittt


Titttt


" naikkan lagi". Ucap Esme sambil menangis terus memompa jantung Ashton agar berdetak.


Suasana di luar juga semakin tegang melihat keadaan Ashton di dalam ruang operasi.


Karna tidak berhasil juga akhirnya Esme melempar alat pemompa jantung dan langsung naik ke meja operasi dan menekan tangannya terus menerus di dada Ashton, sambil berkata dengan deraian air mata.


" Ashton bangunnn, please tolong maafin gue Ashton,". Ucap Esme sambil terus menekan tangannya di dada Ashton


" pleaseee berdetak, gue mohon pleaseee". Ucap Esme terus menerus tanpa henti dengan air mata yang juga terus mengalir.


Suasana di luar pun semakin tegang dan mencekam apalagi saat melihat Esme naik ke meja operasi dan menekan dada Ashton, semua yang di luar ruangan tambah panik.


" tolong jangan tinggalin gue please, Ashton lo dengar gue kan, kembali Ashton, tolong bangunnn". Ucap Esme, dan akhirnya detak jantung Ashton berdetak kembali.


Tit


Tit


Tit


" dokter, jantung pasien sudah berdetak kembali". Ucap Suster yang terlihat senang dan terharu melihat perjuangan Esme. Esme pun terlihat senang dan turun dari meja operasi dan mulai menjahit luka Ashton.


" suster, berikan jarum dan benang". Ucap Esme dan mulai menjahit luka tembak sampai selesai. Dan tiba-tiba Ashton terbangun dan tertidur kembali , yah mungkin efek dari obat bius.


" Esmee". Ucap Ashton, yang masih setengah sadar melihat ke arah Esme.


" Ashton... ". Ucap Esme langsung memeluk Ashton yang sudah sadar


" makasih, makasih lo udah mau sadar demi gue, maafin gue, karna gue lo jadi terluka kayak gini". Ucap Esme sambil menangis memeluk Ashton.


" gue ngak apa- ap, gue baik baik aja, udah jangan nangis lagi". Ucap Ashton sambil membalas pelukan Esme dan mulai tertidur kembali.


Dan suasana di luar pun terharu melihat dua pasang sejoli yang saling berpelukan di ruang operasi.


Dan akhirnya Ashton di pindahkan ke ruang perawatan di klinik dan setelah selesai Esme langsung membersihkan diri kemudian mengecek lagi kondisi Ashton yang sudah stabil dan tertidur di sampingnya sambil memegang tangan Ashton.


See you next part guys


Jangan lupa LIKE, KOMENT, VOTE and FAVORITE