"ARCADE" Sword and Magic

"ARCADE" Sword and Magic
Chapter 16: Masa Kelam Haruki



Saat penggunaan teknik pengorbanan, flashback masa lalu haruki pun dimulai


Di kota toram tepatnya di SMA tempat haruki sekolah terlihat beberapa orang anak yang sedang merundung adik kelas mereka yang baru saja masuk ke SMA tersebut


Haruki yang melihat kejadian itu langsung mendekati sang perundung dan mengatakan


Haruki: hey hentikan itu, dia bisa terluka


Gery: baiklah kalau begitu biar kau saja yang menggantikan anak ini


Haruki: apa


Gery: teman teman pegang dia


Seketika Gery dan teman temannya menghajar haruki dan mencaci maki haruki yang tak bisa apa apa saat di pukuli, dan setelah mereka puas menghajar Haruki mereka langsung pergi dan dengan sengaja menginjak tangan haruki yang sedang terkapar


Haruki: ahh, tolong ampuni aku


Gery: makanya kalau lemah jangan sok jadi pahlawan


Haruki: ahhh, seandainya aku lebih kuat


Gery: hahahah, kau? kuat? apa aku tak salah dengar hahahahah, anak lemah sepertimu selamanya akan lemah


Haruki:...(terdiam)


Gery: ayo teman teman kita pergi, mengurusi anak lemah seperti ini hanya membuang waktu


Gery pun langsung pergi dan meninggalkan Haruki bersama anak yang mereka rundung tersebut


Haruki: ahhh sakit sekali


???: kau tidak apa apa


Haruki: Harusnya aku yang bertanya padamu


???: namaku adalah Revan dan baru saja masuk ke sekolah ini aku sudah di rundung


Haruki: bersabar lah mereka memang anak anak nakal


Revan: heyy kakakku juga akan masuk ke SMA ini dan dia mungkin akan sekelas denganmu


Haruki: mungkin saja karna aku mendengar bahwa besok ada murid baru di kelas kami


Revan: jika ada kakakku kau tenang saja, karna kakakku itu ahli bela diri


Haruki: baiklah mungkin kami bisa akrab nantinya


Revan: baiklah ayo pergi makan


Haruki: uangku di ambil semua Tadi


Revan: tidak apa apa, biar aku yang traktir


Haruki: tidak perlu, aku juga tidak lapar


Revan: ahh sudah ayo ayo gak usah segan denganku


mereka pun pergi ke kantin untuk makan, dan beberapa saat kemudian saat mereka selesai makan terlihat seseorang yang sedang memakai seragam sekolah masuk ke dalam ruang guru


Haruki: heyy siapa itu, aku tak pernah melihat wajahnya di sekolah ini


Revan: ohh dia kakakku, namanya adalah Ravael


Haruki: bukannya dia masuk besok ya


Revan: dia mendaftar hari ini


Haruki: ohh begitu ya, ya sudah, apa kau mau berkeliling


Revan: baiklah dengan senang hati


sementara itu saat Rafael keluar ruang guru dia langsung di hadang oleh Gery dan teman temannya, dan langsung menantangnya bertarung


Gery: hey kau


Rafael: ada apa


Gery: anak baru sudah sombong saja kau di sekolah ini


Rafael: jika tak ada urusan penting sebaiknya jangan memanggilku


Gery: sombong sekali kau


seketika langsung memukul wajah Rafael


Rafael: apa maksudnya ini, apa masalahmu


Gery: tidak suka ya, mau bertarung


Rafael: aku beru mendaftar hari ini jangan sampai pendaftaran ku tak di terima hanya karena perkelahian, tunggu saja besok akan ku balas perbuatan mu( berkata dalam hati)


Gery: dasar Cemen dipukul malah langsung pergi


Rafael: terserah mu


keesokan harinya saat Rafael dan Revan kesekolah mereka tak sengaja bertemu dengan Haruki yang sedang di palak oleh Gery dan komplotannya, mereka pun langsung pergi menghampiri Haruki


Revan: hey kak bisakah kau menolong dia, dia adalah temanku


Rafael: orang itu lagi, akan ku beri dia pelajaran


Mereka pun langsung menegur Gery


Rafael: hey kau anak culun


Gery: kau juga meledek anak ini ya


Rafael: aku tak bilang bahwa aku meledek dia, aku memanggilmu dengan sebutan culun memangnya kenapa


Gery: apa kau bilang


Rafael: jika ingin bertarung, tunggu jam pelajaran pertama selesai, ku tunggu kau di gang belakang sekolah.


Gery: baiklah akan ku hajar kau nanti


Gery dan komplotannya pun langsung pergi


Revan: hey haruki kau tidak apa apa


Haruki: tenang aku baik baik saja


Rafael: halo haruki, senang bertemu denganmu


Haruki: kau Rafael ya


Rafael: iya semoga saja kita bisa akrab nantinya ya


Haruki: pasti bisa kok


Rafael: tinggikan lah sedikit nada bicara mu haruki, agar kau tak dibilang culun


Haruki: jika seperti itu nanti akan ku coba


Rafael: dan jangan juga terlalu sopan pada orang, lakukanlah mereka seperti mereka memperlakukan mu


Haruki: tapi aku tak bisa apa apa saat di rundung, aku takut pada Gery dan teman temannya


Rafael: sebaiknya kita harus selalu bersama ketika di sekolah


Haruki: apa kau yakin ingin terus bersamaku ketika di sekolah


Rafael: tentu saja


Beberapa jam setelah itu jam pelajaran pertama pun selesai dan tiba lah waktu istirahat, Rafael langsung menuju gang belakang sekolah dan menunggu datangnya Gery, dan singkat nya Gery pun sampai


Rafael: aku akan membalas perbuatan mu kemarin


Gery: cihh coba saja bila kau bisa


Seketika Rafael langsung memukul wajah dari Gery dan pertarungan mereka berdua pun dimulai, pertarungan tersebut berawal imbang karna mereka masih bisa menangkis pukulan satu sama lain, tetapi ketika mereka bertarung tanpa sadar mereka sudah berada di samping lapangan, mereka terus memukul satu sama lain dan tak berhenti sehingga mereka sampai di tengah lapangan dan masih saja saling pukul


Rafael dan Gery terus saling pukul sehingga di tonton oleh banyak orang, karna mereka juga berkelahi di tengah lapangan, Sampai saat guru olahraga mereka yang tiba tiba datang karna di telpon oleh guru perempuan mengentikan perkelahian tersebut


Guru olahraga tersebut bernama pak Jono, pak Jono ini adalah guru olahraga yang terkenal kejam kepada anak laki laki, tak peduli anak tersebut dari keluarga kaya ataupun miskin semua diperlukan nya sama tanpa rasa takut sedikitpun


Pak Jono pun mengentikan perkelahian tersebut dengan memukul wajah Gery dan Rafael


Pak Jono: kalian mengganggu bapak saja, kenapa kalian berkelahi haa


Rafael: dia yang menantang ku pak, saat aku mendaftar dia langsung memukul wajahku saat keluar dari ruang guru


Pak Jono: kau Gery tak pernah berhenti meremehkan orang, dasar anak sok kuat kalo berani lawan bapak


Gery: maaf pak


Pak Jono: maaf pak maaf pak, sekali lagi bapak dengar kau membuat kasus, bapak langsung keluarkan kau Dari sekolah


Gery: baik pak


perkelahian mereka pun selesai dengan wajah Rafael yang masih sangat dendam pada Gery,


Haruki: Rafael sudah lah, lebih baik jika kau tidak menerima ajakan nya


Rafael: aku sangat kesal padanya


Revan: sudah sudah sebaiknya kita pergi saja dari sini, aku baru dengar kalau di kantin ada menu baru, mau coba?


Rafael: sepertinya bagus, ayo Haruki


Haruki: baiklah


mereka pun pergi ke kantin untuk makan dan membincangkan sesuatu yang tak penting sampai ketika haruki bertanya tentang orang tua dari Rafael dan Revan


Haruki: heyy, jika aku boleh tau orang tua kalian dimana


Revan:....


Haruki: kenapa diam


Rafael: orang tua kami tewas karena terbunuh oleh ledakan granat yang dengan sengaja di lempar ke rumah kami, saat itu aku dan adikku sedang berada di luar rumah, dan tiba tiba saja rumahku meledak


Haruki: mengapa mereka melakukan itu


Rafael: aku tak tahu pasti, akan tetapi orang tuaku terlibat kasus dengan para mafia dan membuat mereka berselisih, aku berasumsi bahwa yang melempar granat itu adalah para mafia tersebut


Haruki: maafkan aku telah bertanya tentang hal yang membuat mu sedih


Rafael: tidak apa apa


Haruki: besok kan libur apa kalian berdua ingin jalan jalan


Revan: seperti nya berjalan jalan di gunung dekat kebun itu bagus


Rafael: katanya ada seekor macan putih disana


Revan: itu hanya mitos, banyak yang pergi tapi pulang dengan selamat kan


Rafael: iya tapi.. aku merasa ada yang janggal


Revan: itu perasaan mu saja


Rafael: tapi apakah haruki setuju


Haruki: aku setuju setuju saja, karna aku juga tak tau menentukan tempat jalan jalan yang bagus


Revan: baguslah karna sudah setuju besok kita bertemu dekat rumahmu ya


Haruki: memangnya kau tau rumahku


Revan: tentu saja aku tak sengaja melihat mu keluar dari rumah saat berangkat ke sekolah


Haruki: owhh kalau begitu baiklah sampai jumpa besok


Rafael: apa kau ingin bolos haruki


Haruki: tidak hanya saja ini jam kosong, jadi aku meminta izin untuk pulang


Rafael: ohh baiklah, kalau begitu sampai jumpa besok


Haruki: ya sampai jumpa


Haruki pun pulang kerumahnya dan di sambut oleh adik dan juga ibunya


Ibunya haruki: ehh kau sudah pulang ya


Haruki: aku pulang karna jam kosong


Ibunya haruki: heyy jangan seperti itu, nanti kau di taruh absen


Haruki: tidak, aku sudah meminta izin


Ibunya haruki: ohh baiklah, makan sana udh siap itu di atas meja


Haruki: Laila dimana buk


Ibunya haruki: itu lagi dikamar


Haruki: Laila, kemarilah adik kecilku


Laila: hihi Abang dah pulang


Haruki: iya, ayo makan sini


Laila: emm oke, ibu aku makan lagi ya sama Abang


Ibunya haruki: iya makan saja, lagian tadi kau cuma makan sedikit


Haruki dan ibunya pun mengobrol dan haruki pun bertanya tentang kejadian rumah yang meledak kepada ibunya


Haruki: ibu, apa kah kau tau tentang rumah yang di ledakkan di ujung kota toram


Ibunya haruki: ohh ibu tau itu, katanya rumah itu di bom oleh anggota mafia, tapi sayangnya mafia tersebut telah bubar dan separuh dari anggota nya sudah mendekam di penjara


Haruki: ehh satu lagi ibu aku ingin pergi jalan jalan bersama temanku besok


Laila: haa jalan jalan? apa aku boleh ikut Abang


Haruki: gak boleh Laila, kau masih kecil


Laila: yahh Abang kok gitu


Ibunya haruki: iya Laila kau masih kecil jadi gak bisa ikut dengan kakakmu


Laila: iya iya deh


keesokan harinya pun mereka bertemu di tempat yang di janjikan dan mereka langsung berangkat ke gunung tempat tujuan mereka, selang beberapa jam di gunung tersebut mereka sudah ingin pulang, karna cuaca seperti nya ingin hujan, namu saat mereka di perjalanan menuruni bukit tiba tiba harimau putih muncul di depan mereka, Rafael berusaha mengulur waktu dan menyuruh haruki dan adiknya untuk lari


Rafael: haruki bawa adikku pergi sekarang


Haruki: bagaimana denganmu


Rafael: jangan khawatir padaku, bawa saja dia pergi


Revan: tapi kak


Rafael: sekali ini saja tolong dengarkan kakak, haruki pergilah jangan sampai kita bertiga mati konyol disini


Haruki: tapi kau jangan sampai mati yaa( mengatakan nya sambil berlari)


Rafael: bahkan jika aku mati sekalipun, setidaknya aku bisa melindungi kalian berdua (mengatakan nya di dalam hati)


singkat cerita haruki membawa Revan kerumah nya dan keesokan harinya Rafael belum ada kabar dan mereka pun memutuskan untuk mengecek kembali ke gunung tersebut, dan alangkah terkejutnya mereka karena melihat mayat dari Rafael dan Bangkai harimau sedang terkapar di tempat yang sama, Haruki dan Revan sangat sedih akan kejadian tersebut, terlebih lagi dengan haruki yang baru beberapa hari berteman langsung merasakan sebuah kehilangan


kembali ke masa sekarang dimana haruki melawan aulus sang raja iblis


Haruki: aku yang memulai perang ini maka aku yang akan mengakhiri nya, takkan ku biarkan aku kehilangan teman teman untuk kesekian kalinya


Aulus: hahahaha kau pikir kau bisa mengalahkan ku dengan teknik pemanggilan naga yang gagal tersebut haaa


(BERSAMBUNG)