
Saat penggunaan teknik pengorbanan, flashback masa lalu haruki pun dimulai
Di kota toram tepatnya di SMA tempat haruki sekolah terlihat beberapa orang anak yang sedang merundung adik kelas mereka yang baru saja masuk ke SMA tersebut
Haruki yang melihat kejadian itu langsung mendekati sang perundung dan mengatakan
Haruki: hey hentikan itu, dia bisa terluka
Gery: baiklah kalau begitu biar kau saja yang menggantikan anak ini
Haruki: apa
Gery: teman teman pegang dia
Seketika Gery dan teman temannya menghajar haruki dan mencaci maki haruki yang tak bisa apa apa saat di pukuli, dan setelah mereka puas menghajar Haruki mereka langsung pergi dan dengan sengaja menginjak tangan haruki yang sedang terkapar
Haruki: ahh, tolong ampuni aku
Gery: makanya kalau lemah jangan sok jadi pahlawan
Haruki: ahhh, seandainya aku lebih kuat
Gery: hahahah, kau? kuat? apa aku tak salah dengar hahahahah, anak lemah sepertimu selamanya akan lemah
Haruki:...(terdiam)
Gery: ayo teman teman kita pergi, mengurusi anak lemah seperti ini hanya membuang waktu
Gery pun langsung pergi dan meninggalkan Haruki bersama anak yang mereka rundung tersebut
Haruki: ahhh sakit sekali
???: kau tidak apa apa
Haruki: Harusnya aku yang bertanya padamu
???: namaku adalah Revan dan baru saja masuk ke sekolah ini aku sudah di rundung
Haruki: bersabar lah mereka memang anak anak nakal
Revan: heyy kakakku juga akan masuk ke SMA ini dan dia mungkin akan sekelas denganmu
Haruki: mungkin saja karna aku mendengar bahwa besok ada murid baru di kelas kami
Revan: jika ada kakakku kau tenang saja, karna kakakku itu ahli bela diri
Haruki: baiklah mungkin kami bisa akrab nantinya
Revan: baiklah ayo pergi makan
Haruki: uangku di ambil semua Tadi
Revan: tidak apa apa, biar aku yang traktir
Haruki: tidak perlu, aku juga tidak lapar
Revan: ahh sudah ayo ayo gak usah segan denganku
mereka pun pergi ke kantin untuk makan, dan beberapa saat kemudian saat mereka selesai makan terlihat seseorang yang sedang memakai seragam sekolah masuk ke dalam ruang guru
Haruki: heyy siapa itu, aku tak pernah melihat wajahnya di sekolah ini
Revan: ohh dia kakakku, namanya adalah Ravael
Haruki: bukannya dia masuk besok ya
Revan: dia mendaftar hari ini
Haruki: ohh begitu ya, ya sudah, apa kau mau berkeliling
Revan: baiklah dengan senang hati
sementara itu saat Rafael keluar ruang guru dia langsung di hadang oleh Gery dan teman temannya, dan langsung menantangnya bertarung
Gery: hey kau
Rafael: ada apa
Gery: anak baru sudah sombong saja kau di sekolah ini
Rafael: jika tak ada urusan penting sebaiknya jangan memanggilku
Gery: sombong sekali kau
seketika langsung memukul wajah Rafael
Rafael: apa maksudnya ini, apa masalahmu
Gery: tidak suka ya, mau bertarung
Rafael: aku beru mendaftar hari ini jangan sampai pendaftaran ku tak di terima hanya karena perkelahian, tunggu saja besok akan ku balas perbuatan mu( berkata dalam hati)
Gery: dasar Cemen dipukul malah langsung pergi
Rafael: terserah mu
keesokan harinya saat Rafael dan Revan kesekolah mereka tak sengaja bertemu dengan Haruki yang sedang di palak oleh Gery dan komplotannya, mereka pun langsung pergi menghampiri Haruki
Revan: hey kak bisakah kau menolong dia, dia adalah temanku
Rafael: orang itu lagi, akan ku beri dia pelajaran
Mereka pun langsung menegur Gery
Rafael: hey kau anak culun
Gery: kau juga meledek anak ini ya
Rafael: aku tak bilang bahwa aku meledek dia, aku memanggilmu dengan sebutan culun memangnya kenapa
Gery: apa kau bilang
Rafael: jika ingin bertarung, tunggu jam pelajaran pertama selesai, ku tunggu kau di gang belakang sekolah.
Gery: baiklah akan ku hajar kau nanti
Gery dan komplotannya pun langsung pergi
Revan: hey haruki kau tidak apa apa
Haruki: tenang aku baik baik saja
Rafael: halo haruki, senang bertemu denganmu
Haruki: kau Rafael ya
Rafael: iya semoga saja kita bisa akrab nantinya ya
Haruki: pasti bisa kok
Rafael: tinggikan lah sedikit nada bicara mu haruki, agar kau tak dibilang culun
Haruki: jika seperti itu nanti akan ku coba
Rafael: dan jangan juga terlalu sopan pada orang, lakukanlah mereka seperti mereka memperlakukan mu
Haruki: tapi aku tak bisa apa apa saat di rundung, aku takut pada Gery dan teman temannya
Rafael: sebaiknya kita harus selalu bersama ketika di sekolah
Haruki: apa kau yakin ingin terus bersamaku ketika di sekolah
Rafael: tentu saja
Beberapa jam setelah itu jam pelajaran pertama pun selesai dan tiba lah waktu istirahat, Rafael langsung menuju gang belakang sekolah dan menunggu datangnya Gery, dan singkat nya Gery pun sampai
Rafael: aku akan membalas perbuatan mu kemarin
Gery: cihh coba saja bila kau bisa
Seketika Rafael langsung memukul wajah dari Gery dan pertarungan mereka berdua pun dimulai, pertarungan tersebut berawal imbang karna mereka masih bisa menangkis pukulan satu sama lain, tetapi ketika mereka bertarung tanpa sadar mereka sudah berada di samping lapangan, mereka terus memukul satu sama lain dan tak berhenti sehingga mereka sampai di tengah lapangan dan masih saja saling pukul
Rafael dan Gery terus saling pukul sehingga di tonton oleh banyak orang, karna mereka juga berkelahi di tengah lapangan, Sampai saat guru olahraga mereka yang tiba tiba datang karna di telpon oleh guru perempuan mengentikan perkelahian tersebut
Guru olahraga tersebut bernama pak Jono, pak Jono ini adalah guru olahraga yang terkenal kejam kepada anak laki laki, tak peduli anak tersebut dari keluarga kaya ataupun miskin semua diperlukan nya sama tanpa rasa takut sedikitpun
Pak Jono pun mengentikan perkelahian tersebut dengan memukul wajah Gery dan Rafael
Pak Jono: kalian mengganggu bapak saja, kenapa kalian berkelahi haa
Rafael: dia yang menantang ku pak, saat aku mendaftar dia langsung memukul wajahku saat keluar dari ruang guru
Pak Jono: kau Gery tak pernah berhenti meremehkan orang, dasar anak sok kuat kalo berani lawan bapak
Gery: maaf pak
Pak Jono: maaf pak maaf pak, sekali lagi bapak dengar kau membuat kasus, bapak langsung keluarkan kau Dari sekolah
Gery: baik pak
perkelahian mereka pun selesai dengan wajah Rafael yang masih sangat dendam pada Gery,
Haruki: Rafael sudah lah, lebih baik jika kau tidak menerima ajakan nya
Rafael: aku sangat kesal padanya
Revan: sudah sudah sebaiknya kita pergi saja dari sini, aku baru dengar kalau di kantin ada menu baru, mau coba?
Rafael: sepertinya bagus, ayo Haruki
Haruki: baiklah
mereka pun pergi ke kantin untuk makan dan membincangkan sesuatu yang tak penting sampai ketika haruki bertanya tentang orang tua dari Rafael dan Revan
Haruki: heyy, jika aku boleh tau orang tua kalian dimana
Revan:....
Haruki: kenapa diam
Rafael: orang tua kami tewas karena terbunuh oleh ledakan granat yang dengan sengaja di lempar ke rumah kami, saat itu aku dan adikku sedang berada di luar rumah, dan tiba tiba saja rumahku meledak
Haruki: mengapa mereka melakukan itu
Rafael: aku tak tahu pasti, akan tetapi orang tuaku terlibat kasus dengan para mafia dan membuat mereka berselisih, aku berasumsi bahwa yang melempar granat itu adalah para mafia tersebut
Haruki: maafkan aku telah bertanya tentang hal yang membuat mu sedih
Rafael: tidak apa apa
Haruki: besok kan libur apa kalian berdua ingin jalan jalan
Revan: seperti nya berjalan jalan di gunung dekat kebun itu bagus
Rafael: katanya ada seekor macan putih disana
Revan: itu hanya mitos, banyak yang pergi tapi pulang dengan selamat kan
Rafael: iya tapi.. aku merasa ada yang janggal
Revan: itu perasaan mu saja
Rafael: tapi apakah haruki setuju
Haruki: aku setuju setuju saja, karna aku juga tak tau menentukan tempat jalan jalan yang bagus
Revan: baguslah karna sudah setuju besok kita bertemu dekat rumahmu ya
Haruki: memangnya kau tau rumahku
Revan: tentu saja aku tak sengaja melihat mu keluar dari rumah saat berangkat ke sekolah
Haruki: owhh kalau begitu baiklah sampai jumpa besok
Rafael: apa kau ingin bolos haruki
Haruki: tidak hanya saja ini jam kosong, jadi aku meminta izin untuk pulang
Rafael: ohh baiklah, kalau begitu sampai jumpa besok
Haruki: ya sampai jumpa
Haruki pun pulang kerumahnya dan di sambut oleh adik dan juga ibunya
Ibunya haruki: ehh kau sudah pulang ya
Haruki: aku pulang karna jam kosong
Ibunya haruki: heyy jangan seperti itu, nanti kau di taruh absen
Haruki: tidak, aku sudah meminta izin
Ibunya haruki: ohh baiklah, makan sana udh siap itu di atas meja
Haruki: Laila dimana buk
Ibunya haruki: itu lagi dikamar
Haruki: Laila, kemarilah adik kecilku
Laila: hihi Abang dah pulang
Haruki: iya, ayo makan sini
Laila: emm oke, ibu aku makan lagi ya sama Abang
Ibunya haruki: iya makan saja, lagian tadi kau cuma makan sedikit
Haruki dan ibunya pun mengobrol dan haruki pun bertanya tentang kejadian rumah yang meledak kepada ibunya
Haruki: ibu, apa kah kau tau tentang rumah yang di ledakkan di ujung kota toram
Ibunya haruki: ohh ibu tau itu, katanya rumah itu di bom oleh anggota mafia, tapi sayangnya mafia tersebut telah bubar dan separuh dari anggota nya sudah mendekam di penjara
Haruki: ehh satu lagi ibu aku ingin pergi jalan jalan bersama temanku besok
Laila: haa jalan jalan? apa aku boleh ikut Abang
Haruki: gak boleh Laila, kau masih kecil
Laila: yahh Abang kok gitu
Ibunya haruki: iya Laila kau masih kecil jadi gak bisa ikut dengan kakakmu
Laila: iya iya deh
keesokan harinya pun mereka bertemu di tempat yang di janjikan dan mereka langsung berangkat ke gunung tempat tujuan mereka, selang beberapa jam di gunung tersebut mereka sudah ingin pulang, karna cuaca seperti nya ingin hujan, namu saat mereka di perjalanan menuruni bukit tiba tiba harimau putih muncul di depan mereka, Rafael berusaha mengulur waktu dan menyuruh haruki dan adiknya untuk lari
Rafael: haruki bawa adikku pergi sekarang
Haruki: bagaimana denganmu
Rafael: jangan khawatir padaku, bawa saja dia pergi
Revan: tapi kak
Rafael: sekali ini saja tolong dengarkan kakak, haruki pergilah jangan sampai kita bertiga mati konyol disini
Haruki: tapi kau jangan sampai mati yaa( mengatakan nya sambil berlari)
Rafael: bahkan jika aku mati sekalipun, setidaknya aku bisa melindungi kalian berdua (mengatakan nya di dalam hati)
singkat cerita haruki membawa Revan kerumah nya dan keesokan harinya Rafael belum ada kabar dan mereka pun memutuskan untuk mengecek kembali ke gunung tersebut, dan alangkah terkejutnya mereka karena melihat mayat dari Rafael dan Bangkai harimau sedang terkapar di tempat yang sama, Haruki dan Revan sangat sedih akan kejadian tersebut, terlebih lagi dengan haruki yang baru beberapa hari berteman langsung merasakan sebuah kehilangan
kembali ke masa sekarang dimana haruki melawan aulus sang raja iblis
Haruki: aku yang memulai perang ini maka aku yang akan mengakhiri nya, takkan ku biarkan aku kehilangan teman teman untuk kesekian kalinya
Aulus: hahahaha kau pikir kau bisa mengalahkan ku dengan teknik pemanggilan naga yang gagal tersebut haaa
(BERSAMBUNG)