
di sebuah sekolah dimana anak anak yang nakal berulah dan suka membully seseorang yg lemah, salah satu anak nakal tersebut bernama Gery,
Gery adalah seorang anak dari keluarga kaya yang sangat berprestasi dalam bidang olahraga, jadi dia sesuka hati nya melalukan pembulian terhadap seorang anak ketika di ruang olahraga.
yang sering menjadi korban bully dari Gery adalah Haruki,
haruki merupakan siswa yg terkenal cupu,ber mental tipis, penakut, dan bahkan dia hanya berteman kepada beberapa orang yang bersifat baik kepadanya saja.
Sepulang sekolah dia di halangi lagi oleh Gery dan komplotannya yg datang untuk meminta uang dari Haruki,
namun haruki tidak memberikan nya, sehingga dia di hajar oleh Gery dan komplotannya.
saat Haruki di perjalanan pulang dia melihat sesuatu yg mengkilap dan tanpa pikir panjang dia mencari sumber yg berkilau tersebut.
Namun dia tak menemukan apapun yg ada dia hanya tersesat ke sebuah hutan dan tak tau arah jalan pulang,
Haruki: dimana aku,. Heyy apa ada yang bisa mendengarku?(teriaknya)
Namun tak ada seorangpun yang mendengar teriakannya, dan secara tiba tiba semak pun bergerak, dan keluar lah seorang gadis tomboy berambut pendek hitam dari semak tersebut.
Gadis tomboy: kecoa itu sangat mengganggu, apa dia tak tau
aku sedang memperhatikan seseorang
.
Haruki: Hey siapa kau aku tak pernah melihatmu selama ini
gadis tomboy: kau saja baru ku lihat disini, darimana asalmu.
Haruki: hey setidaknya perkenalkan dirimu dulu sebelum
bertanya pada orang
gadis tomboy: memangnya apa untungnya aku
memperkenalkan diri padamu
Haruki: Aku juga akan memperkenalkan diri padamu
Ayolah setidaknya kita bisa berteman setelahnya
gadis tomboy: baiklah namaku adalah Lina, kau siapa?
Haruki: namaku Haruki senang berkenalan denganmu
Kemudian setelah perkenalan singkat tersebut mereka pun membicarakan beberapa hal tentang asal mereka dan dimana sebenarnya mereka berada
Lina: hey bukannya aku tadi menanyakan dari mana asalmu?
Haruki: owh maaf aku hampir lupa, aku berasal dari kota toram daerah light, bagaimana dengan mu
darimana asalmu?
Lina: Hey aku jga dari toram tapi aku di ujung bagian barat
Haruki: bukan kah itu lumayan dekat yah jika di tempuh
menggunakan kendaraan,
Lina: memang dekat tapi sayangnya itu memakan ongkos juga
kan?
Haruki: tapi pertanyaan nya kita ada dimana sekarang
Lina: aku jga kurang tau aku sudah terjebak seminggu di dunia
ini, tetapi tenang saja aku menemukan sebuah desa di
dekat sini, jadi mungkin kita bisa melakukan beberapa
pekerjaan untuk mendapat makanan
Haruki: yah, tapi kita bakal tidur dimana?
Lina: aku seminggu loh nginep di kandang kuda
Haruki: berarti apa aku harus ikut dengan mu?
Lina: ikut saja jika kau mau, tapi jika kau ingin mati kelaparan
silahkan pergi
Haruki: hey aku ikut saja deh dengan mu
Lina: oke, ikuti saja aku kita akan pergi ke desa.
yes akhirnya aku punya temen buat bantu
kerjaan( ucapnya dalam hati)
mereka pun terus berjalan dan akhirnya sampai ke desa yang mereka tuju, dan Lina langsung memanggil bos tempat dia bekerja sebagai pengurus kuda
Lina: Tuan Gabriel aku ada membawa pekerja baru yg bisa
membantu ku
Tn.Gabriel: owh silahkan pekerjakan lah dia, sepertinya dia
benar benar butuh uang, karna dia saja tak
membawa apapun saat kau bawa kemari
Haruki: apa ini tidak merepotkan Tuan
Tn.Gabriel: tentu saja tidak, tapi berhati hati lah saat kalian
tidur di kandang kuda, karna warga desa melihat
2 ekor serigala iblis yg sedang berkeliaran kemarin
malam.
Lina: boleh aku minta sebuah pedang Tuan, untuk berjaga jaga
Tn.Gabriel: sebaiknya pedang ini ku berikan untuk anak laki
laki ini saja, sebentar siapa nama mu nak
Haruki: Namaku Haruki tuan
Tn.Gabriel: lindungilah Lina dengan pedang ini, karna suatu
saat kalian pasti akan pergi dari tempat
ku( berbisik pada Haruki)
Haruki: baik Tuan
Lina: hey kalian sedang membicarakan apa
Tn.Gabriel: bukan apa apa aku hanya menakuti Haruki.
Lina: tapi kenapa harus berbisik
Haruki: biar lebih mencekam mungkin hehe.
Tn.Gabriel: walau bukan sekarang, tetapi kau akan menjadi
penyelamat dunia dari para iblis, takdir pedang
naga telah memilih mu, menjadi kuatlah Haruki,
harapanku bersamamu(ucapnya dalam hati)
Lina: hey tuan apa makan malam hari ini
Tn.Gabriel: mungkin daging domba panggang
Lina: ehhh kau serius, bukan kah itu makanan mahal
Tn.Gabriel: Itu ku buat spesial untuk menyambut kalian berdua
Haruki: hey apa aku tidak salah dengar, makan malam adalah
daging domba
Tn.gabriel: kau tidak salah dengar Nak aku ini serius
Lina dan Haruki: YESS akhirnya disambut makanan enak di
malam hari
Haruki: tapi kami hanya pengurus kuda, apa pantas di beri
makanan semahal itu
Tn.Gabriel: tidak masalah jika hanya untuk hari ini
Lina: hey haruki, klo udh rejeki itu gk usah di tanya, yg penting
makan aja
Haruki: iya iya baiklah
Di sore menjelang malam haruki izin untuk pergi mandi, dan saat dia mandi dia melihat cerminan wajah nya di air yg terlihat lebih keren dari biasanya, dan dia jga baru menyadari bahwa sifat cupu nya di dunianya tak terbawa ke dunia tersebut
Haruki: dunia ini benar benar merubah segalanya, tapi aku
khawatir dengan kondisi ayah dan ibu.
argh biarkan saja, mereka bahkan tak pernah
menghawatirkan ku sama sekali( gerutunya dalam
hati)
Lina: hey Haruki, lama sekali kau mandinya, aku jga ingin
mandi
Haruki: iya iya aku keluar sekarang
Lina: lama banget sih, ngapain coba di kamar mandi lama
lama
Haruki: ya maaf aku ngelamun tadi
Lina: udh sana jauh jauh aku mau mandi
Beberapa menit kemudian Lina selesai mandi dan langsung mengajak haruki untuk pergi makan di dekat kandang kuda,
tetaoi tuan Gabriel memanggil mereka untuk makan di dalam rumah saja agar bisa berbincang bersama istri tuan Gabriel yang sedang sakit.
Tn.Gabriel: masuklah anak anak
Haruki: ini serius Tuan
Lina: udh ih Haruki, rejeki Jan di tolok bego
Haruki: iya iya deh
ketika sedang makan tuan Gabriel membawa istrinya keluar, nama istri tuan Gabriel adalah Umai Rinata Gabriel, Biasa dipanggil nyonya Rinata, beliau sedang sakit sehingga harus di gendong atau di bantu jika ingin keluar.
mereka pun makan sambil bercanda, berbicara, dan mengobrol hal hal lainnya
Tn.Gabriel: akan lebih baik jika kalian melihat beberapa koleksi
buku di rumah ku sebelum kalian kembali ke
kandang kuda
Haruki: apa aku boleh meminjam beberapa buku nantinya
tuan?
Tn.Gabriel: tentu saja boleh
Haruki: Terimakasih Tuan anda sangat baik
Sementara itu Lina sedang bertanya pada nyonya Rinata
Lina: nyonya Rinata apa anda adalah mantan pahlawan desa?
Ny.Rinata: ini hanya bekas luka yg kebetulan mirip dengan
para para pahlawan desa
Haruki: tapi benar benar mirip yah, persis sekali
Ny.Rinata: memang banyak yang bilang ini sangat mirip
dengan tanda pahlawan
Haruki: ohh begitu ya, aku liat liat buku ya tuan aku dah selesai
makan
Tn.Gabriel: silahkan silahkan
Disaat mereka semua sudah selesai makan, Haruki meminjam 5 buku yg di susun di lemari Tn.Gabriel. dan tuan Gabriel pun mengizinkannya
Sebelum tidur, Haruki membaca beberapa lembar buku tentang kisah pahlawan desa, dan di pertengahan cerita tertulis bahwa pahlawan pengguna pedang naga adalah Gabriel San North dan pengguna sihir api bernama Umai Rinata, kemudian Haruki melanjutkan membaca buku tersebut dan ada artikel yg bertuliskan bahwa pedang naga akan memilih pewarisnya sendiri, kemudian Haruki mencari lagi beberapa artikel tentang pedang naga dan betapa terkejutnya ia bahwa pedang yg diberikan Tuan Gabriel kepadanya adalah pedang Naga, dan di artikel juga tertulis bahwa pedang naga hanya bisa di tarik oleh pewaris yang terpilih
Haruki pun sangat terkejut dengan apa yang terjadi dan berteriak keras seperti orang kesurupan, yg membuat Lina, Tuan Gabriel,dan beberapa warga desa terbangun dan melihat Haruki sudah di takdirkan oleh pedang naga untuk memburu para iblis.
keesokan Harinya tanpa pikir panjang Tuan Gabriel langsung menyiapkan beberapa pakaian dan makanan untuk keberangkatan Haruki yg harus memenuhi tugasnya sebagai pewaris pedang Naga, yaitu memburu iblis.
Namun Lina bersikeras untuk ikut bersama Haruki untuk menyelesaikan misinya, dan Tuan Gabriel dengan terpaksa memilih Lina sebagai pewaris buku mantra api milik istrinya
dan perjalanan Haruki dan Lina akan di mulai di chapter 2