
ROUND 5
tiba-tiba pintu dibuka... tibalah lelaki berbadan tinggi dengan bahu yg kekar...
lelaki itupun tersentak...
" Jay siapa wanita ini... " tanya nya..
" ouh ketua ini ... siapa... "
" Nevada ..
'' ah iya Nevada.. dia anggota 7 kita bos.. "
" dia perempuan... ada apa ini pertama kali ada wanita masuk di tim penyidik ini... apakah bos bercanda.."
" hati hati dengan ucapan mu ketua... jangan remehkan wanita ini... saya takut posisi mu sebagai ketua akan terganti" ujar Sean..
" sudahlah nanti kita bicarakan lagi.. ayo kita mulai rapat kita... " saut Chou.
mereka pun masuk ruangan yg lebih sempit yg hanya ada 7 kursi didalamnya dan papan tulis yg sudah berisi kasus2 yg telah diselidiki .
Nevada pun mempelajari satu persatu kasus yg telah diselidiki..
Jay membantu menjelaskan pada Nevada..
" aku mengerti... disini banyak sekali kebobolan rencana... terutama rencanamu Jay... disini menurutku yg paling teliti ketua dan Chou.. hampir tak ada celah...
langsung pada no1 ini agar anak-anak dari kasus dibawahnya bisa diberantas..."
" OMG... Nevada... kamu terlalu pintar buat kami yg lemot ini ahahah" ujar Wayan
" nggeh aku sih setuju tenan Karo Nevada Ki rek...' saut Dodit..
" disini kita harus berpencar satu bersiap di atas gedung.. dia juga harus ahli dalam menembak... kira2 siapa disini yg jadi penembak jitu ."
semua melihat ke Chou...
" baik Chou akan mengawasi diatas gedung .. Dodit menjaga pintu masuk .. Jay dan Sean ikuti tersangka1... Wayan retas semua CCTV diacara itu...
aku dan ketua akan.. menyamar menjadi tamu undangan.. "
semua terdiam..
dan setelah itu ketua tim pun bertepuk tangan..
" kurasa kau lebih pantas menjadi ketua kami... sangat cerdas... aku sendiri mengakui "
" gila .. muluss ok guys ... rencana udah kita susun .. tos" ujar Wayan.
kali ini mereka akan menangkap boss besar bandar narkoba yg akan mengadakan pelelangan barang antik.
merekapun mempersiapkan semuanya dengan teliti...
setelah rapat selesai Nevada pun mengajak Chou ke ruang latihan..
" ada apa nev kau mengajak ku kesini ."
" hanya memastikan kehebatan mu..."
mereka pun sampai.. Nevada langsung memilih senjata...
" tidak buruk .. tapi menurutku jika jarak jauh kau harus menggunakan ini.. agar ia tidak mengapung oleh angin dan tepat pada sasaran mu..
senjata disini memang tak sebagus diluar negri setidaknya ini lebih baik daripada yg kau pilih"
Chou pun sedikit kaget pada perkataan Nevada seolah ia tau semuanya..
yah wajar karna Nevada adalah penembak jitu ditempat ia bekerja di new York..
" lurus kan pandanganmu.. lihat baik' sasaran mu.. jangan tergoyahkan.. "
Nevada pun mendekati Chou... lalu membenarkan tangan Chou..
tiba-tiba Chou terkaget.. ia belum pernah sedekat itu dengan wanita..
" yak bagus .. siap... tembakkkk"
peluru pun keluar dari senapan.. dan tepat pada sasaran... tanpa ada kesalahan sedikit pun...
" wow.. mengesankan... "
setelah itu Nevada pun menembak semua sasaran.. semuanya tepat pada yg di tuju...
Chou yg melihatnya terdiam.. setelah itu Nevada pun mendapatkan telpon dari Aiden..
" jangan telat ya dek.. nanti malem kita anter mamah ke bandara... "
" iya bang.. bentar lagi juga Nevada pulang.. "
" Gimana hari pertama masuk kerja.. mengesankan"
" yah lumayan rekan kerjanya juga ga sentimen... "
" syukur deh kalo gtu... "
Aiden pun menutup pembicaraan nya... dan disana tak lama datang seorang pria.. di ruangan Aiden..
" bagaimana dok .. apakah kaki saya masih bisa dioperasi... "
" baik pak Vegas.. kaki bapak bisa di operasi.. namun kemungkinan sembuh total itu hanya 30% . dan anda juga harus beristirahat total dirumah dan rajin terapi... "
" kira2 berapa waktu untuk memulihkan jika operasi nya lancar"
" kurang lebih 6 bulan ya pak pemulihannya... apa bapak sudah mendapatkan pendonor sum sum tulang kakinya... "
" sudah dok ... papah saya sudah menyiapkan semuanya... tolong dokter Aiden bisa merawat saya.. saya sangat percaya pada dokter "
" tentu pak.. saya akan lakukan sebisa saya.. "
" baik trimakasih dokter.. saya permisi"
" ya silahkan pak.."
Vegas dan bodyguard nya pun meninggalkan ruangan..
sementara itu Bible sang ketua tim sedang mengintip... Nevada dan Chou..
" kurasa dia bukan wanita biasa... "
sementara itu pak Agus mengendap dari belakang...
" iya dia dari NYPD perlu kau tau dia adalah captain di departemen nya.. dia juga penembak jitu... kau tau dia juga menangkap bandar perdagangan manusia ...
Bible yg kaget pun terdiam...
" waww luar biasa... "
" salutkan sama dia.. ouh .. tentu .. saya sangat beruntung dia mau masuk Ke kantor ini... ayah nya dulu juga mantan intelejen disini.. "
tak lama Nevada pun berpamitan pada Chou..
" saya pergi dulu.. saya mau ada urusan.. hari ini kau cukup bagus... "
" kau jangan terlalu monoton.. panggil namaku Chou"
" ok Chou.. kau juga jangan sungkan.. "
Nevada pun keluar dari ruang latihan... diluar.. ia bertemu Bible dan pak bagus..
" eh pak.. maaf saya harus pulang ... ada acara keluarga.. "
" iya . gpp lagian bentar lagi waktunya pulang.. Oya nanti malem bisa ga kita minum di restoran di bundaran.. " ujar pak Agus..
" minum... ee ada acara apa pak"
" ouh nggak acara penyambutan rekan baru tim penyidik... semua hadir kok.. "
" o iya boleh.. emm boleh ajak Abang saya pak"
" boleh dong .. dokter Aiden .. dia sudah tak asing lagi"
" baik pak trimakasih.. saya pamit"
" Monggo nona... "
Nevada pun berlalu pergi... saat itu Nevada menghubungi Aiden ..
" Nevada udah keluar ni dari kantor.. Abang dimana"
" macet ni.. adek ke cafe aja dulu... "
" oh ok bang.. "
Nevada pun berjalan menuju sebuah cafe.. ia duduk di salah satu bangku..
" waiters... " Nevada pun memesan minuman..
Nevada pun melihati ponsel nya.. lalu tak sengaja ia melihat lelaki berkursi roda .. yg pernah ia tolong...
sedang duduk dan sepertinya minumannya tertumpah..
Nevada melihatnya dan ia pun mendekati pria itu.
" hy... Vegas... can I help you.."
" what... who are you... "
" Nevada remember me.. in club maybe"
" ou... yeah I know you... what you doing in here nev.."
" just waiting my brother... "
Nevada pun membantu Vegas membersihkan pakaiannya.... Vegas menatap Nevada... belum pernah ada wanita yg berani mendekatinya.. bahkan meski ia tampan namun sebagian wanita tak mau mendekati nya karna Vegas lumpuh..
" thanks nev... you're very kind.. it's rare for a woman like you.."
" ohooo really... no problem... I just want a friend "
Vegas menatap Nevada lagi.. ia tau bagaimana rasanya seperti Nevada yg baru .. dilingkungan baru..
" relax ,you got me your friend.."
" thanks bro... and now.. we can speaks Indonesia"
" ya boleh.. kenapa tidak.."
" ou suara kamu indo banget bro... eh ngomong2 kamu ga ada yg nemenin.. ibu sodara atau apa"
" ada sih .. cuman aku risih kalo ada yg dampingi. berasa kek penyakitan gtu.. "
" huhhhh tapi apa2 kan ada yg ga bisa kamu lakuin.. "
" iya sih.. eh kamu balik aja ke bangku kamu .. kamu ga malu duduk sama orang lumpuh kek aku gini"
" yaelah rasis banget otak lu bro.. lagian diluar sana banyak yg kek kita.. emang ada UU nya gtuh" ujar Nevada..
Vegas pun tersenyum.. mendengar ucapan Nevada.. pertama kali ada wanita yg tulus padanya...
" Nev kamu udah kerja belum"
" udah bro"
" kerja apa .. dimana.. berapa gajinya"
" busettt Intel kamu bro.. tu di kantor polisi deket sinih.. ga tau ya gaji mah berapa.. bahkan baru masuk tadi pagi "
" ouhhh .. kirain belum ,. kalo belum mending kamu kerja sama aku aja.. "
" hemmm aku bukan mikirin gaji bro.. ada urusan yg harus gua urus.. kalo masalah uang sama sekali aku ga kekurangan.. "
" ok... kalo butuh bantuan bilang aja ke gua.. gua pasti bantu Lo.. "
" siap boskuhhhh.."
Nevada pun tertawa lepas.. Vegas melihat itupun tersenyum jua.. tak lama Aiden datang..
" adek... "
" eh Abang .. udah sampe.. "
" iya ini.. emmm pak Vegas kan.. kok sama kamu dek.. kalian kenal "tanya Aiden.
" iya .. ini Vegas.. yg Nev tolongin di club malem itu bang.. kalian kenal juga"
" dokter Aiden.. dokter ini Abang mu.. dia dokter kaki ku.. aku sering kontrol .. "
" iya pak Vegas pasien Abang di RS..
next round