
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote yah😇
🍂HAPPY READING🍂
"Tuanku mengapa kau menyuruh pria lain mengantarkan ku kekamar?" tanya Herena sendu.
"Jangan banyak bicara Heren" ujar Laexar tetap melangkah.
"Tuan hanya aku yang melayani mu selama ini bukan Adele hanya aku yang melayani setiap kebutuhan mu baik itu secara lahir dan batin! dia hanya bersikap kasar padamu bahkan dia tidak peduli denganmu mengapa kau tidak ceraikan saja dia" teriak Herena mengeluarkan semua uneg-unegnya.
"He'eh apa kau yakin dia pria yang selama ini bermain bersama mu di ranjang?" ujar Xandra tersenyum licik.
"Apa maksudmu?" tanya Herena bingung.
"Kau pikir saja sendiri" ujar Xandra.
"Kau tidak pantas untuk Laexar" ujar Xandra melangkah keluar istana tidak lupa maniknya menatap Freya intens.
"Tidak pantas? ck" gerutu Herena.
"Apaaa?" tanya Freya nyolot.
"Hmm" gumam Xandra menyeringai lalu melangkah keluar istana.
Diluar istana Xandra bertemu dengan Zander yang sedang bersiul-siul menikmati hembusan angin yang sangat sejuk bahkan Xandra merasa udara untuk dunia lain ini sangat sejuk.
"Zander" panggil Xandra.
"Ada apa?" tanya nya.
"Kau tahu dia membuat ulah lagi" ujar Xandra.
"Apakah perlu aku membuatnya kesusahan berjalan lagi?" tanya Zander menaik-turunkan alisnya.
"Hahahahhaha" tawa membahana Xandra.
"Boleh lalu paginya dia mengatakan aduh suamiku kau sangat perkasa membuatku kewalahan melayani mu hahahahha membuat telinga istri panas saja" ujar Xandra dibalas gelakan oleh Zander.
"Yah tinggal 4 tahun lagi maka masalah akan selesai" ujar Zander menerawang.
"Kau benar tunggu 4 tahun lagi" ujar Xandra tersenyum.
"Kau ingin ke kamarnya lagi?" tanya Xandra.
"Mengapa tidak?" ujar Zander tertawa licik lalu melangkah masuk ke dalam istana.
"Ditinggal lagi" ujar Xandra jengkel.
"Apakah Nyonya Adele ada didalam?" tanya Laexar ke pengawal yang menjaga pintu kamar istrinya.
"Ada tuan" ujar mereka menundukkan badan.
"Jangan ada satupun yang masuk!" ujar Laexar.
"Baik Tuan" ujar mereka.
Laexar masuk kedalam kamar Adele dia lihatnya istrinya sedang mengobati luka disudut bibirnya.
"Elee" panggil Laexar.
"Keluar" teriak Adele.
Bukannya keluar Laexar semakin maju mendekati Adele dan duduk disampingnya.
"Eleee" panggil Laexar menangkup wajah istrinya itu.
"Apakah kau tuli aku bilang keluar dari kamarku" pekik Adele memalingkan wajahnya.
CUP
Laexar mengecup bibir ranum itu tanpa diduga Adele menampar wajah Laexar sekuat tenaga membuat wajah Laexar memerah.
"Aku membencimu hiks hiks kau sangat menjijikan berapa wanita yang telah kau cium hiks" ujar Adele mengelap bibirnya dan menangis pilu.
"Ele hanya kau wanita pertama dan terakhir yang aku cium" ujar Laexar.
"Apakah kau kira aku buta aku pernah melihatmu berciuman bersama Herena ditaman" ujar Adele dingin.
"Itu bukan berciuman Ele aku membalikkan tubuhnya agar kau mengira aku menciumnya" ujar Laexar tersenyum lembut.
"Hiks hiks aku tidak sanggup lagi ceraikan aku hiks hiks" tangis Adele pilu.
"Bersabarlah sayang" ujar Laexar.
"Pergi aku tidak ingin melihat wajahmu" teriak Adele.
GREBH
Laexar memeluk tubuh mungil itu dipelukan nya walaupun istrinya itu memberontak.
"Lepaskan akuuu" pekik nya lalu terjatuh tak sadarkan diri dipelukan Laexar.
"Maafkan aku yang menyakiti hatimu istriku tapi percayalah aku tidak pernah mengkhianatimu aku melakukan semua ini demi dirimu hanya untuk dirimu" ujar Laexar lirih mengecup kening Adele.
BERSAMBUNG......