
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote yah😇
🍂HAPPY READING🍂
"Herena Freya aku akan pergi untuk ke gunung emas kuharap kalian bisa menjaga diri dengan baik" ujar Laexar tegas.
"Kami bisa menjaga diri tuanku" ujar Freya dan Herena.
"Lae apakah kau tidak ingin mencium anakmu?" tanya Winara.
"Menciumnya bagaimana Ibu?" tanya Laexar bingung.
"Tentu saja dengan mencium perut Herena" ujar Winara tersenyum sembari melirik Adele yang baru sampai dilantai utama.
"Kalau tidak ingin tidak apa-apa!" ujar Herena tersenyum membuat Laexar tak enak hati.
"Ahh baiklah anak Ayah baik-baik yah nak jangan nakal" ujar Laexar mencium perut Herena dan mengusapnya lembut.
Freya hanya mampu mengigit bibir bawahnya, jujur dia sangat iri terhadap Herena kini.
"Adele" panggil Arthur lembut.
"Iyaaa Ayah" ujar nya menatap Arthur.
"Kemarilah nak" ujar Arthur.
Adele berjalan mendekati Arthur lalu tidak sengaja manik nya bertemu dengan manik tajam milik Laexar yang sedang berjongkok memegang perut Herena.
"Laexar akan berpergian jauh apakah kau tidak ingin menyampaikan atau menitipkan sesuatu?" tanya Arthur canggung.
"Oh aku hanya berpesan jangan terlalu lama berpergian kasian istri kesayangan mu sedang mengandung anakmu,jika dia terluka atau kenapa-kenapa mungkin kau akan menuduhku lagi" ujar Adele datar melangkah ke meja makan.
WUSH
DEG
Hati semua orang bagai teriris belati tajam mendengar penuturan Adele bahkan Freya merasai apa yang dirasakan Adele kini satu kata,menyesakkan dada!
"Hmm Kakak" panggil Herena.
"Jangan panggil aku kakak!" bentak Adele murka.
DEG
"Maafkan aku Ka eh maksudku Adele aku hanya...." ujar Herena gugup terhenti saat Adele berteriak.
"Lili" teriak Adele.
"Iyaaa Nyonya" ujar nya.
"Kemari temani aku makan" ujar nya.
"Baik Nyonya" ujar Lili duduk disamping Adele.
"Heee kau itu hanya pelayan mengapa kau duduk dimeja tempat para bangsawan" ujar Freya sinis.
"Berani-beraninya kau mengacuhkan ku" teriak Freya marah.
"Hihihi habislah kau Freya kau ingin tahu mengapa aku diam,itu karena majikan ku tidak suka suasana berisik saat makan" batin Lili menatap raut suram Adele.
PRANKKK
PRANKKK
"Ahhhhh" pekik Freya kala piring dan gelas dilempar tepat dikakinya.
"Tidak perlu sok lugu disini" ujar Adele dingin dan berlalu pergi menabrak bahu Herena.
"Akhh" pekik Herena hampir saja terjatuh untung saja Laexar menangkapnya.
"Aku tidak apa-apa!" ujar Herena saat Laexar membantunya berdiri.
Laexar berjalan cepat dan membalikan tubuh Adele lalu menamparnya hingga terjatuh ke kelantai.
PLAKKKKKK
"Nyonya" pekik Lili berlari kearah Adele.
"Tuanku" pekik Herena kaget di pastikan kebencian istri pertama itu semakin besar.
"Kau sangat keterlaluan Adele jika tadi Herena kenapa-kenapa...." ujar Laexar terhenti saat melihat darah segar mengalir dari bibir Adele.
"Elee" panggil Laexar tercekat.
Adele bangun dari lantai dibantu Lili lalu menatap nyalang kearah Laexar.
"Kau bedebah Laexar aku membencimu kau pria yang menjijikan mengapa tidak kau ceraikan saja aku Laexar" pekik Adele emosi.
"Dan kau dasar wanita murahan kau wanita yang paling menjijikan dimuka bumi entah mengapa wanita seperti mu bisa ada dimuka bumi ini" ujar Adele dingin menusuk menatap Herena.
"Kau wanita yang menjijikan dimuka bumi ini bukan Herena!" teriak Winara.
"Herena sedang mengandung Ele harusnya kau sadar itu" ujar Laexar dingin.
"Sekarang Ibu tanya Laexar kamu pilih dia atau Herena?" tanya Winara emosi.
"Akuuuu...." ucap Laexar tercekat.
"Kamu pilih Adele atau Herena?" tanya Winara sekali lagi.
"Awww" pekik Herena kesakitan memegang perutnya.
"Herena" ujar Laexar berlari mendekati Herena.
"Nah kan kau sudah lihat Adele bahwa Laexar lebih memilih Herena dibanding dirimu jadi pergi kau dari sini kau tidak dibutuhkan" ujar Winara.
"Kalian berani-beraninya menghina majikan ku" ujar Lili menggertakkan giginya.
"Nyonya" panggil Lili mengikuti langkah majikannya.
"Elee" teriak Laexar.
"Ibu sudah puas?" tanya Laexar.
"Tentu ibu sangat puas" ujar Winara enteng.
"Tuanku antarkan aku kekamar" ujar Herena memelas.
"Xandra" panggil Laexar menggelegar.
"iya tuan?" tanya nya malas.
"Antarkan dia kekamarnya" ujar Laexar melangkah pergi.
BERSAMBUNG........
Mengapa sikap Laexar begitu?
apakah ada rahasia dibalik dia bertingkah seperti itu terhadap Herena?