
Distrik Gowa.
Terlihat beberapa rombongan Asteris dan beberapa alat angkut yang di gunakan untuk memba semua bagian tubuh Doom dan juga zombie yang akan di gunakan sebagai bahan utama produk.
Xion melihat tembok besi yang cukup tinggi dengan 4 jalur utama untuk masuk ke dalam distrik ini.
terlihat beberapa teknologi terbaru kan yang menggunakan bagian tubuh Doom dan zombie sebagai bahan utamanya dengan pola bangunan bertingkat untuk menghemat wilayah.
" yahh beginilah kondisi kota yang berhasil selamat dan menjadi tempat perlindungan bagi manusia....." ucap Alex yang berdiri di samping Xion mencoba menjelaskan.
" apa kalian tidak memperluas wilayah.....?" tanya Xion yang menyadari bahwa dengan adanya para Asteris sangat mudah untuk memperluas wilayah distrik nya.
" andai kami memiliki peralatan yang dapat digunakan untuk menandai wilayah yang sudah di rebut itu akan sangat mudah namun, sangat sulit untuk hal itu....." ucap Kharen menjelaskan kemudian berjalan masuk meninggalkan Xion dan Alex.
" ayo...." ucap Alex yang berjalan menyusul Kharen.
Xion mulai memasuki kota dan melihat kehidupan di dalam distrik ini terlihat normal dimana terdapat pasar, sekolah, maupun taman serta teknologi yang terbilang sangat maju membuat orang orang di distrik ini terlihat sangat luar biasa berbeda dengan di luar distrik ini.
xion berjalan menuju ke suatu tempat untuk mendapatkan pendidikan sebelum menjadi Asteris.
Departemen pendidikan Asteris Nasional adalah nama untuk tempat pelatihan dan pendidikan orang orang terpilih menjadi Asteris.
Xion sampai di suatu tempat yang sangat luas dengan beberapa bangunan besar terlihat seperti sebuah sekolah atau universitas yang peruntukan untuk orang orang terpilih menjadi Asteris.
" ini sangat keren tapi terlihat membosankan....." ucap Xion pasrah. namun, karena desakan Alex untuk menjadi seorang Asteris Xion akhirnya setuju.
" Mari kita daftar kan dirimu...." ucap Alex yang mendapat persetujuan Kharen untuk segera mendaftarkan Muhaimin.
Xion terus melakukan beberapa penilaian untuk menentukan kelasnya yang ternyata dengan bantuan kharen dan Alex akhirnya Xion mendapatkan kelas yang sama dengan Alex dan Kharen.
" hahahaha, untuk sementara kau akan mendapatkan tempat tinggal di asrama Departemen ini......" ucap Kharen kepada Xion.
*
*
*
Dilain tempat, terlihat sosok pria dengan topi jerami berdiri melihat ke arah gunung Fuji pria tersebut sedang mengamati Doom dengan ukuran sangat besar setinggi gedung 5 lantai.
" apa yang coba kau lakukan di gunung itu....." ucap pria itu pelan sambil terus mengamati pergerakan dari Doom tersebut.
Doom itu berbentuk seperti reptil iguana dan berjalan dengan dua kaki.
Doom itu kini berada di puncak gunung Fuji dan mulai mencoba untuk membuat lubang di puncak gunung tersebut.
" sial gunung itu memiliki medan magnet yang sangat kuat dan apabila di panas mendapatkan dorongan suhu yang sangat panas akan tercipta sebuah ledakan yang sangat besar...." ucap pria tersebut yang mulai sadar dengan apa terjadi saat ini.
" Henshin....." ucap pria tersebut seketika berubah menjadi sosok yang besar dengan kostum Ultraman berwarna merah putih.
pria tersebut langsung menyerang Doom tersebut yang membuat Doom itu terjatuh dari puncak gunung Fuji.
Graaaaahhhhh.........
teriak Doom tersebut sangat merah dan mulai melihat ke arah pria tersebut untuk melakukan Serangan balasan.
Doom tersebut mendekat ke arah pria tersebut dan seketika menjulurkan lidahnya sebagai salah satu senjatanya untuk menyerang pria tersebut namun dengan sangat mudah serangan Doom tersebut berhasil di hindari dengan sangat mudah dan dengan beberapa gerakan Doom tersebut berhasil di banting oleh pria tersebut dan memberikan serangan lainnya.