WITHOUT YOU

WITHOUT YOU
tiga



Sampai nya di rumah azura di angkat oleh pak mamat ke kamar nya karna azura masih tertidur. Sementara bik inah menyiapkan makan malam. Setelah siap,


bik inah membangun kan azura untuk mandi. Setelah mandi azura turun ke bawah untuk makan malam.


Saat makan widia pulang dan ia membawa romi ke rumah. Widia dan romi langsung bergabung di meja untuk segera makan malam.


Azura bangkit dan pergi.


" zura mau kemana kamu mama ingin bicara" ucap widia menarik tangan azura


"Lepasin aku!.." azura tetap pergi. widia pun langsung mengatakan yang ingin ia bicarakan pada azura


" dua hari lagi mama dan romi akan menikah"


Sontak jantung azura langsung berdekup kencang mata nya berkaca kaca ia berlari ke kamar nya dan mengurung diri nya.


Azura menangis di balik pintu kamar nya ia tidak rela romi menikah dengan mama nya karna bagai mna pun azura masi memiliki rasa sayang pada romi. Sulit untuk membuang kenangan manis saat saat itu...


Tapi bagai mana pun azura harus mengiklas kan romi karna di sisi lain romi juga laki laki brengsek.


Bagaimana nasib nya saat mama nya sudah menikah nanti dengan romi perasaan hancur mana lagi yang akan ia terima. Azura pun mengemas kan baju nya dan ia akan pergi dari rumah nya. Azura ingin memulai kehidupan baru nya.


Tengah malam azura mengendap endap ia akan keluar dari rumah itu. Saat membuka pintu depan seseorang memeluk nya dari belakang. Azura terkejud dan langsung memukul nya dengan tas yang ia bawa.


" auuu...kasar sekali sayang" ucap seseorang tersebut memegang pipi yang di pukul azura ternyata itu romi. Romi dalam keadaan mabuk makanya ucapan nya ngelantur.


"Dasar laki laki brengsek. mau apa kamu.." ucap azura yang berkeringat ketakutan memikirkan romi akan membuat hal menjijikan kepada dirinya.


"Santaii dong sayang..." romi mendekat kan wajah nya dengan wajah azura sampai akhira nya ciuman hangat menempel di bbir mungil azura.


Azura mendorong dan memukul romi dengan tas nya sampai akhir nya romi terjatuh


"Brengsek kamu, ********" ucap azura langsung berlari keluar


Romi tidak diam ia mengejar azura. Romi berlari mengejar azura. Azura sangat takut entah apa yang ada di pikiran nya ia hanya memikirkan dirinya terlepas dari romi yang brengsek.


"Ya ampun aku harus kemana ini.." batin azura. Ia sangat takut. Tiba tiba ada sebuah mobil lewat azura pun segera memberhentikan nya. Azura berhenti tepat di depan mobil tersebut. Mobil trsbut mengerem. Dan langsung membuka kaca mobil nya..


" hei kalo mau bunuh diri jangan di mobil gue dong sayang ni mobil nya nanti licet"


Sementara romi kembali pulang "dasar wanita gila hahaha padahal akku kan ingin bersenang senang hahahahaha". Ia sudah terbawa suasana alkohol yang berlebihan ia pingsan di gerbang depan rumah widia


Dan azura, ia sedikit lebih lega " terima kasih ya kamu sudah mau membantu saya"


" udahh saya bantu kan sekarang kamu turun?" ucap pria tersebut dan menghentikan mobil nya


" hikksss hiksss....saya gak tau sekarang mau kemana hiks hikss" ucap adara menangis


"kok malah nangis emang kamu gk punya rumah?"


"saya kabur dari rumah. pria yang mengejar saya tadi itu mantan pacara saya dua hari lagi dia mau menikah dengan mama saya".


"siapa?" tanya pria itu


"ya gue la" jawab azura srius


"yang peduli hahahhaha upss"


" ihhhh jahat" azura memukuli lengan pria itu


"eh ehh iya iya maaf" ucap pria tersebut dan melanjut kan mobil nya


"loh kita mau kemana?" tanya azura


" KUA"


"lahh ngapain..." tanya azura Kget


"belik petai.." jawab pria tersebut menahan tawa di wajah nga


"serius ishhh"


"ya kerumah gue lahh iya kale ke KUA bli petai hahaha"


"gak lucuuu huh..." jawab azura memvout kan bibir nya