
Aku butuh seseorang untuk menyembuh kan. Seseorang untuk di kenal. Seseorang untuk di miliki. Seseorang untuk di genggam. Mudah untuk di katakan,Tapi itu tidak pernah sama. Kurasa aku cukup menyukai,Caramu menghilang kan semua rasa sakit,Kini hari yang menyakitkan memasuki malam. Dan kau tak disini, untuk membantu ku melewati semua ini. Aku lengah dan tiba tiba kau meninggal kan ku....
********
Di malam hari Hujan yang sangat lebat mengingat kan Azura kenangan saat saat indah dengan seseorang..
Ia duduk di jendela dengan tubuh yang di bungkus selimut. Ia menatap langit sambil mengingat kenangan manis itu...
Tapi semua sudah hancur kini tinggal pahit dan penghianatan yang tertinggal.
Di tambah dengan papa nya yang meninggal kecelakaan dan mama nya yang bekerja sebagai wanita malam. perasaan azura sangat sangat hancur ia tidak sanggup menahan semua ini. bahkan papa..., satu satunya laki laki yang ia banggakan kini harus pergi meninggal kan nya karna telah di panggil yang kuasa.
Pipi cabi nya di basahi oleh air mata yang deras mengalir. Azura bangkit dan membanting vas bunga yang ada di dekat nya
"Arghhhhh....hikss hikss lebih baik aku mati aku ingin bersama papa, aku ingin ikut papa hikss hikss..." azura mencari sesuatu di laci meja nya sambil terus menerus air mata nya mengalir deras
Widia mama azura yang baru saja pulang kerja mendengar suara ribut di kamar azura, ia langsung buru buru masuk dan ternyata di lihat nya putri nya sudah terbaring lemas di lantai dengan tangan nya yang di penuhi darah..
Mama azura panik dan
langsung memanggil pembantu nya bik inah dan pak mamat mereka membawa azura ke rumah sakit
"Dasar anak bodoh bikin kerjaan saja, hal gila semacam apa yang di lakukan sampai ia mau membunuh dirinya sendiri ..." ucap seorang ibu yang berdiri di depan anak nya yang berbaring lemas dan belum sadar kan diri
"halo sayang, ada apa tumben malam malam gini telvon" widia mengangkat telvon dan keluar dari kamar azura
"Aku rindu sayang bisa kita ketemu di hotel biasa?" Rayuan romi kepada widia
"Okee sayang.." jawab widia tanpa menghiraukan anak nya yang tengah lemas di atas kasur rumah sakit
Sebenar nya romi adalah pacar azura dan ia juga laki laki paling di sayangi azura. Ia berfikir romi adalah laki laki yang tau menghargai wanita ternyata tidak dia adalah laki laki ******* yang tidak tau diri dan widia mama nya sendiri merebut romi dari azura.
Laki laki hidung belang mana yang tidak tergoda dengan tubuh sexsi widia yang masih kencang,wajah yang cantik dan uang yang melimpah.
Azura sangat membenci mama nya bahkan dia tidak menggap widia sebagai mama nya. Ia malu dengan kelakuan menjijikan mama nya. Di kampus nya kini azura sudah di cap sebagai AWM (anak wanita malam) karna itu kebencian azura pada mama nya makin berkobar kobar.
*******
2 hari baru azura sadar karna darah nya banyak yang sudah habis terbuang.
Jari jari azura bergerak dan perlahan lahan mata nya terbuka di lihat nya bik inah tertidur di samping nya. Azura mengelus lembut tangan bik inah. Bik inah terbangun dan bahagia dengan sadar nya azura. " allhamdulilah Non zura udah sadar" ucap bik inah
Azura tersenyum karna Bik inah yang setia menemani dan selalu menjaga azura. Azura sangat sayang pada bik inah. Saat ia sadar dia tidak ada sama sekali menanyakan mama nya pada bik inah karna ia tahu mama nya tidak peduli lagi dengan nya