
BRAKKK...
kenapa sih mereka selalu memutuskan semuanya tanpa menunggu persetujuan dari ku.arghhhh....sial,sial,
Riko menjatuhkan tubuhnya diatas kasur king size nya,dia mengambil bantal dan memukul-mukul bantal tak bersalah itu,kesal sekali fikirnya,astaga bagaimana bisa keluarga ini begitu kejam padaku .
Riko terus memukul,mencabik,hingga semua isi dari bantal itu keluar berantaka.Kenapa nenek selalu menuntut ku untuk mengikuti segala perintahnya,.
"argghhh...sial, Sial gue bener-bener habis fikir sama semua orang di rumah ini, perusahaan,keinginan mereka dan perjodohan sialan itu,...argghhh",
"lagi pula kenapa nenek semena-mena mengatur kehidupan ku ,dan kenapa almarhum mamah juga dibawa-bawa,sebenarnya apa yang terjadi di keluarga ini?"Riko bermonolog sendiri .
sedangkan itu di kamar bawah,seorang pria paruh baya sedang memeluk sebuah pigura,"sayang kenapa kau pergi begitu cepat,,hiks..apa kau tidak mau melihat perkembangan Riko anak kita hemm..hiks.hiks,aku ,,hiks,,aku benar-benar merasa gagal menjadi seorang papah untuk Riko,,hikss".
Pria paruh baya tadi terbaring meringkuk diatas kasur dengan posisi yang masih memeluk pigura tadi,dengan air mata yang terus membanjiri di kedua pipinya itu.
Minimarket
"Lo udah berapa lama kerja paruh waktu disini na ?"tanya Fernan ,
"yah lumayan laha 3bulanan ini gue kerja disini,selain Deket rumah gue plus orang-orang nya ngga ngebosenin nan"jawab ana .
"oh iya ,Lo tau ngga Sarah suka sama siapa ?"tanya ana
"lah mana gue tau,emangnya kenapa?"
"ya ,gue nanya aja Sarah kan udah temenan sama Lo dari SMP,masa sih dia ngga punya cowok atau naksir cowok gitu,secara nih ya Sarah itu kan cantik ya walaupun agak jutek "ucap ana
"ya mana gue tau,tapi Lo ada benernya juga sih na ya Sarah itu cantik cuman ya gitu orangnya cuek kaya Lo."
"sialan Lo,gue itu bukan cuek ..cuman ya jaim aja "ucap ana sambil memukul pelan tangan fernan
"mmm..kayaknya ngga ada deh fer,tapi kalo yang naksir gue mah banyak kan,hehe"ucap ana
"yeyy,narsis Lo"balas fernan.
Diantara kedekatan mereka ada seseorang yang memperhatikan dari balik pohon rindang yang cukup besar di sebrang jalan.
Mereka tidak tau diantara kedekatan mereka ada hati yang terluka,tapi orang itu mencoba berlapang dada dan mencoba menerima kenyataan orang yang disukainya itu mencintai gadis lain.
seseorang itu pergi meninggalkan kehangatan canda tawa diantara kedua orang itu.Dia memacu kecepatan dengan motor sportnya,memebelah malam yang lumayan sepi diiringi oleh bintang dan bulan.
Dia menahan sesak di dadanya,seperti ada gejolak cemburu yang membakar tubuhnya ,dia mencoba menahan air mata yang menerobos keluar .Usahanya gagal bulir demi bulir air mata itu akhirnya berhasil keluar membanjiri kedua pipinya.
"kenapa?kenapa rasanya sesakit ini,dadaku sesak ya tuhan ,,"ucap orang itu .
dia memperlambat laju kecepatan motornya,dada nya semakin sakit dan sesak seperti ada yang mencekiknya dan menusuknya menggunakan pisau dengan bertubi-tubi.
"arghh..kenapa disaat seperti ini dadaku sakit lagi,kepalaku pusing ..tidak aku harus kuat ,aku mesti cepat pergi ke rumah".
BRUMM..BRUMMM..
di apartemen
BRAKKK...
"dimana?..dimana obat itu hiks..hikss.."
"tiiiingggg........"
Brukkk.