WEDLOCK

WEDLOCK
Four



 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


"kak ayuk berangkat."


"eh, iya ra. bentar ya kakak izin sama mama kamu dulu."


"eh nggak usah nggak papa kok kak. pasti mama ngerti."


"nggak ra, aku harus tetep izin dulu sama mama kamu." kata kak Elvano sambil senyum lalu pergi ke arah dapur karena mama emang lagu di dapur tadi.


"permisi tan."


"eh nak Elvano, ada apa nak?"


"emm gini tan aku mau minta izin buat bawa Zora pergi keluar boleh?."


"ya pasti boleh dong, masa nggak boleh kan bentar lagi kamu jadi suami nya Zora."


"eh? oh iya tan hehe."


"dan satu lagi."


"kenapa tan?"


"jangan panggil tante lagi panggil mama aja, kamu kan bentar lagi mau jadi menantu mama."


"i-iya ma."


"udah sana kalian pergi. sampek malem juga nggak papa kok, asal pulang - pulang jangan sampe ada nyawa di dalem perut Zora."kata mamaku dengan iringan tawa selanjutnya


"dih mama apa-apaan sih!"


"yaudah ma kita pergi dulu ya assalamualaikum."


"waalaikumsalam."


kemudian gue sama kak Elvanoo langsung keluar rumah dan masuk ke dalam mobil kak Elvano.


tapi sebelum bener-bener keluar dari rumah tadi kita sempet dibegal di ruang tamu ama si *** ayam alias Thyo, dia ini emang bener-bener definisi manusia tidak tau diri banget emang. dia kan nitip ke kak Elvano minuman nah dia dengan santai nya bilang. "no beliin gue Frappucino Chocolate Chip Cream yang venti yak." nah kan dia nggak tau diri, bisa-bisa nya minta dibeliin starbucks mana yang venti lagi anyink emang bener-bener si Thyo mah. untung kak Elvano punya black card, eh maap ya bukan nya mau sombong awokawok.


setelah selesai urusan ama si *** ayam gue sama  kak Elvano pun pergi memasuki mobil kak Elvano dan kak Elvano mulai melajukan mobilnya keluar kawasan rumah gue. "kak kita sekarang mau kemana?" tanyaku


"kita makan dulu aja ya? kamu kan belum makan dari pagi."


"emm iya."


"kamu mau makan apa?"


"kak aku mau makan es krim boleh?"


"boleh, tapi harus makan nasi dulu ya. soalnya perut kamu kan belum keisi apa apa dari pagi."


"ok." jawab ku dengan mengacungkan sebuah jempol


"kita pengen makan nasi goreng di deket sekolahan ku boleh kan kak?"


"boleh lah, yaudah kita kesana sekarang." jawab nya dan dia langsung melajukan mobilnya menuju penjual nasi goreng di deket sekolahan gue


"eh bentar bentar, emang kakak tau sekolahan aku dimana?"


"tau, SMA Violet kan?"


"loh kakak tau dari mana?!"


"rahasia." kampret_-


 


 


—⨳—


 


 


 


 


"dihabisin ra."


"nggak mau kak, aku udah kenyang tau."


"tinggal sedikit lagi tuh, mubazir nanti ra."


"aku udah beneran kenyang kak, mending kakak aja yang abisin."


"yaudah sini biar kakak abisin."


"eh? kok beneran mau kakak makan."


"tadi katanya suruh ngabisin."


"aku bercanda doang sebenernya tadi, ya masa kakak makan sisa punyaku."


"ya nggak papa lah, emang kenapa? kamu kan sebentar lagi jadi istri kakak"


 


 


deg.


 


 


"eh? emm ya gituu..."


"udah sini biar kakak habisin nasi goreng kamu, nanti habis ini kita beli es krim."


"siap! nih kak maaf ya jadi kakak yang ngabisin."


"iya nggak papa kok." dan kak Elvano langsung makan nasi goreng punya gue dengan lahap yang bikin gue tiba tiba senyum.


"emm kakak juga sering ya ngabisin sisa makanan punya pacar kakak?"


uhuk!


"eh ini minum dulu kak." kaget gue dan langsung ngasih kak Elvano minum "pelan pelan dong makannya jangan buru buru jadi keselekan."omel gue


"kamu lucu kalo lagi ngomel." kata dia sambil senyum dan ngacak ngacak rambut gue. woe tolong ini yang di acak acak rambut gue tapi kenapa yang berantakan hati gue!!!


"kak berantakan nanti rambut ku."


"hehe maaf ya." katanya


"tapi kakak emang sering ya ngabisin sisa makanan punya pacar kakak?" tanyaku lagi, dia senyum kemudian bilang "rahasia."


"dihh nyebelin banget apa apa rahasia mulu."


"haha udah jangan ngambek ayuk kita beli es krim sekarang."


"ayukkk."


"kamu mau beli dimana?"


"di indoapril aja sekalian aku mau beli cemilan buat dirumah."


"ok, yaudah kakak bayar dulu nasi goreng nya."


"siap!"


setelah selesai bayar kak Elvano nanyain gue lagi "habis dari indoapril mau ke timezone?"


"ihhh mauu, udah lama aku nggak kesana gara gara kebanyakan tugas."


"yaudah kita ke indoapril dulu baru ke timezone ya?"


"aye aye kapten!"


 


 


—⨳—


 


 


"kak main itu yuk!" kata gue sambil nunjuk ke permainan yang ngambil boneka pakek pencapit gitu gue nggak tau namanya:")


"emang kamu bisa?" tanya kak Elvano


"eum... bisa kali."


"yey!"


 


 


 


 


 


 


"kok susah banget sih elah!" gumam ku tapi kayaknya kak Elvano denger makanya di ketawa kayak ngeledek gue gitu.


"dihh kakak kenapa ketawa?"


"kamu lucu kalo lagi sebel hahaha, kakak jadi gemes tau."kata kak Elvano sambil nyubit pipi gue pelan.



blusssh


AMBYARRRRR


 


 


 


"k-kakak ngapain nyubit pipi aku sih, sakit tau!"


"eh? sakit ya? maaf ya kakak nggak bermaksud nyakitin kamu tadi, mana yang sakit sini kakak liat."


"..."


"hei? kok ngelamun?" tanya kak Elvano sambil ngibas ngibasin tangan nya di depan mukak gue


"eh enggak kok aku nggak ngelamun."


"yaudah, masih sakit nggak pipi nya?"


"enggak kok."


"beneran? ini pipi kamu merah lho."


"iya ih beneran."


"sekali lagi maaf ya."


"dibilang gapapa kok cuman nyubit pipi doang masa minta maaf mulu."


"kakak ngerasa bersalah ra."


"udah ah ayok main yang lain aku nggak bisa dapet boneka nya."


"mau kakak ambilin?"


"emang kakak bisa?"


"nggak tau juga sih, ini pertama kali nya kakak main ginian." kata dia "kamu mau boneka yang mana?"


"emm ambilin yang boneka **** dong kak soalnya mirip temen ku dia bentar lagi ulang tahun mau aku kasih hadiah itu aja, siapa tau dia suka dapet hadih yang mirip sama dia." emang boneka babinya tuh mirip banget sama si Sena hehe.


 


temen bangsat —Sena2020*


 


"hust! nggak boleh gitu raa."


"hehe iya maaf."


"ambilin ya kak."


"ok, kakak coba dulu ya?"


"sip sip."


dan kak Elvano pun mulai gerakin pencapitnya dan... hap!


"wahh kakak kok bisa langsung dapet dua sih?" gilak sih dia pertama kali main ginian dan langsung dapet dua boneka? mantap lah.


"nih yang satu buat temen kamu dan yang satu buat kamu aja."


"ihh makasih ya kak, tangan kakak ajaib hahaha."


"bisa aja kamu ra."


"pertama kali? wait, emang kakak nggak pernah main ginian sama pacar kakak?"


"sebenernya kakak nggak pernah punya pacar ra..." jawab kak Elvano lirih


"APA?!! eh maaf kak aku malu maluin kakak."


 


nah akhirnya nyadar diri kalo suka nya malu maluin orang.


 


"nggak papa kok."


"hehe, eh tapi kakak beneran nggak pernah pacaran?"


"iya bener."


"kok aku nggak percaya ya?"


"nggak percaya kenapa emang?"


"ya kan secara kak Elvano itu ganteng, baik lagi masa nggak pernah punya pacar sih?" kataku "pasti banyak lah ya cewek yang suka sama kakak dan ngincer kakak ya kan?" lanjutku


"iya si-"


"TUH KAN -eh maaf hehe."


"btw kenapa kakak nggak macarin salah satu cewek yang suka sama kakak?" tanyaku pada kak Elvano


"kakak lagi jaga hati buat seseorang..." lirihnya


 


JEDYARRR!!!


pupus sudah harapan mu Zora...


 


"t-tuhkan kakak nggak mungkin nggak pernah pacaran." duh gue ngapa jadi gelagapan gini sih anyink


"kakak emang nggak pernah pacaran ra."


"lah tadi kakak bilang lagi jaga hati seseorang, dia bukan pacar atau mantan pacar kakak?"


"bukan."


"trus siapa dong?"


"dih kamu kepo."


"ah nyebelin!" kata gue sambil cemberut


 


Dih sok imut lo!


 


"udah jangan cemberut gitu, ayo kita lanjut main yang lain."


"iya."


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


—Tbc—