WEDLOCK

WEDLOCK
Two



 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


selesai mandi gue langsung pakek handuk kimono gue kemudian pergi ke walk in closet dan ngeliat baju yang mama maksud.


 


 


"widih baju apaan nih?" monolog gue saat ngeliat dress yang nggak begitu ribet menurut gue, nyokap gue tau aja kalo gue suka yang modelan kayak gini, cantik tapi simple gitu.


"bagus juga nih, cocok banget mana pas lagi ukuran nya.." monolog ku lagi sesaat setelah memakai dress nya.


"widih ada sepatunya juga." kataku saat menemukan sebuah kotak sepatu yang asing dimata gue.dan langsung gue bukak


"yah kenapa harus high heels sih ah." eluh gue karena gue emang nggak begitu suka sama sepatu high heels gitu


"mau dipakek males kalo nggak dipakek uang gaji dipotong ampun dah." setelah mempertimbangkan hal ini gue memilih tetep makek sepatu dari mama, demi uang gaji biar nggak dipotong gue rela pakek ginian dah.


 


 


 


 


"ma aku udah selesai nih." kata gue agak lemes.


"nah gini kan cantik sini mama rias bentar."


"riasnya jangan menor menor ya ma, yang natural aja."


"iya, udah kamu tenang aja."


 


 


 


 


"selesai!"


"kamu perlu bawa tas nggak dek?" tanya mama


"ya perlu lah ma buat wadah hp kan ini dress nya nggak ada kantong nya."


"yaudah tuh bawa tas yang mama beliin." kata mama dan langsung gue pakek buat wadah hp gue


 


 


 



 


btw itu outfit yang gue pakek yang dibeliin mama semua kecuali jam tangan, cincin, sama kalung itu punya gue sendiri. iseng gue nanya ke mama "duh mama kesambet apa sih kok hari ini baik banget sama adek."


"heh! mau mama sentil mulutnya hah?" kena marah lagi kan aing:)


"eh enggak ma ampun hehe."


"oh iya ma ini adek ganti sepatu boleh nggak?"


"nggak boleh, udah ayo sekarang kita berangkat udah telat nih gara gara kamu."


salah lagi...


"yaya terserah mama."


 


 


 


 


cuzzz berangkat nggak tau kemana.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 



 


 


 


 


 


gue melongo ketika ngeliat rumah mewah ini "pa ini rumah siapa?" tanya gue ke papa karena papa yang nyetir mobilnya, masa yang nyetir bokap nanya nya ke nyokap ntar malah kena omel lagi.


"ini rumah sahabat papa dek." jawab bokap gue "yaudah yuk pada turun." ajak papa


dan kita berlima turun—gue, papa, mama, kak Tyan, dan yang terakhir si anak pungut bang Thyo. kemudian kita lanjut jalan ke pintu utama yang ternyata udah disambut sama tuan rumah nya.


 


 


 


 


"hai ca."sapa mama gue


"wah akhirnya keluarga kalian dateng juga na." dijawab ama seorang perempuan yang kayaknya seumuran sama nyokap gue, udah tante tante tapi masih cantik anj*r


"haha maaf ya ca kita telat dateng nya, masih nunggu si Zora pulang sekolah tadi"


 


 


 


 


dan ternyata kita digiring ke ruang makan yang ada di rumah ini. gue akuin interiornya bagus banet gilak.


 


 



 


 


"ayo silakan duduk." ucap seorang laki - laki yang gue yakinin sebagai sahabat dari bokap gue. dan kita semua duduk.


"nak Zora sudah besar ya sekarang." kata sahabat papa


Gue yang lagi sibuk ngeliatin beberapa maid nyiapin segala perlengkapan buat makan malam, kaget "eh oh gitu ya om hehe." jawab gue radak canggung


"dulu waktu kamu masih TK saya sering main ke rumah kamu lho bareng sama Elvano, oh iya kamu inget nama saya nggak ra?" tanya sahabat papa


"kayak nya udah lupa om hehe, kan udah lama."


"iya juga sih haha, kenalin nama om Farel dan ini istri om namanya Tante Ica." kata sahabat papa memperkenalkan diri dan gue langsung salim ke mereka. "kamu bisa panggil kita ayah sama bunda aja kalo mau."


"eh?"


"kenapa?" tanya om Farel


"eh enggak om hehe. oh iya Elvano itu siapa ya?" tanya gue penasaran


"loh kamu juga lupa sama Elvano to?" kata om Farel sedikit kaget


"emm iya om." jawab gue seadanya, kan emang gue lupa siapa Eunwoo


"Elvano itu anak nya om Farel ra." jelas papa


"oh gitu to pa."


"iya, padahal dulu kamu deket banget lho ra sama Elvano." kata om Farel


"yang bener om?" tanya gue memastikan


"iya tau masa kamu lupa sih, dan yang lucunya itu setiap kali Elvano pamit buat pulang kamu selalu ngerengek nyuruh Elvano nggak boleh pulang." jawab papa menjelaskan.sambil tertawa dan yang lain juga kayak ngeceng cengin gue apa lagi bang Thyo dengan muka tengilnya itu. gue heran sendiri, masa sih gue nyampek segitunya?


"masa sih? kok aku lupa ya?"


"maklum om, pa si Zora kan gampang pikun orangnya." celetuk bang Thyo


"husss! kamu nggak boleh gitu sama adek sendiri bang." jawab mama


"kak Tyan bang Thyo nakal lagi tuhh."


"Thyo lo jangan jailin Zora mulu dong."


"salah terosss."


"sukurin lu."


"gue tabok ya lo!" kata bang Thyo sambil sedikit ngangkat tangan nya yang bersedia nabok gue


"kak Tyan tolongin adek!" rengek gue ke kak Tyan sambil megang lengan nya


"hahaha kalian lucu banget ya kalo ribut." ucap tante Ica, gue kak Tyan sama bang Thyo cuman senyum aja.


"pa si Elvano seumuran sama Zora?" tanya gue ke papa


"enggak, Elvano itu 3 tahun lebih tua diatas kamu ra." wow lebih tua dari gue ternyata kirain seumuran.


"eh? jadi Zora manggilnya Kak Elvano dong?"


"iyalah." jawab papa dan gue cuman nyengir doang


"oh iya om kak Elvano nya mana? dia nggak ikut makan?"


"dia masih siap - siap di kamar nya ra."


"oh gitu."


"kamu kenapa tiba - tiba nanyain Elvano ra? kangen ya kamu?"


"idihh mama ngapain ngomong gitu orang aku cuman pengen tau mukanya kak Elvano kayak gimana, siapa tau aku jadi inget."


"si Elvano makin ganteng lho ra sekarang, kamu jangan nyampek melongo ya liatnya ntar malu maluin mama." bisik mama pelan dan gue cuman ngerolling eyes


"maaf terlambat."



ASTAGA DIA SIAPA?! KOK CANTIK DAN IMUT BANGET SIHHH


"nih ra kenalin Jila, adik nya Elvano."


"oh iya om, salam kenal, Zora." kata ku memperkenalkan diri


"Jila kak." jawab nya sambil senyum, gilak cantik imut gimana gitu.


"kakak kamu mana dek?" tanya om Farel


"nggak tau pa paling bentar lagi dateng." jawab Jila


"maaf udah buat kalian nunggu lama." ucap seseorang yang baru aja dateng ke ruang makan


 


 


 



 


 


 


"nah nih kak El dateng pa."


BUSET! GILAK DIA KAK ELVANO?! KOK GANTENG BANGET ASTAGA NI KELUARGA SERBUK BERLIAN SEMUA APA GIMANA SIH KOK BIBIT UNGGUL SEMUA SIH ASTAGNAGATRULALA.


"tuh ra Elvano nya, ganteng kan." bisik mama pelan dan gue cuman jawab "hem."


"sini kak duduk." ucap tante Ica ke kak Eunwoo


"iya bund."


"nah semua sudah kumpul kan, kita makan malam dulu aja ya sebelum bahas masalah perjodohan nya."


WHAT?! PERJODOHAN? SIAPA YANG MAU DIJODOHIN?


"emm maaf tapi Zora boleh tau nggak siapa yang mau dijodohin?"


"kamu." ucap mama santai


HAH?! GUE?! GUE YANG DIJODOHIN?! WHAT THE


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


—Tbc—