WEDLOCK

WEDLOCK
Three



 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


"emm maaf tapi Zora boleh tau nggak siapa yang mau dijodohin?"


"kamu." ucap mama santai


EH? HAH?! GUE?! GUE YANG DIJODOHIN?! WHAT THE


"bentar - bentar ini apa maksudnya? kok tiba - tiba Zora dijodohin?"


"bukan nya tiba - tiba ra, tapi kamu nya aja yang belum tau." loh mama kenapa santai banget gini, padahal gue udah keliatan kalo lagi marah"sebenernya perjodohan ini udah kita rencanakan sejak kamu masih kecil ra." lanjut mama


"tapi ma, kenapa harus aku? kenapa nggak bang Thyo aja?"


"dihh ngapain bawa - bawa nama gue segala." celetuk bang Thyo yang gue abaikan


"karena kamu satu - satunya anak perempuan papa sama mama dek, dan papa sama mama mau kasih yang terbaik buat kamu." kata papa menjelaskan, menurut gue ini adalah alasan yang sangat klasik


"astagaaa, tapi kan aku juga masih SMA pa belum lulus lagi." kataku "dan Zora juga belum tau siapa yang mau dijodohin sam-"


"Elvano."


"hah?"


"Elvano yang akan jadi calon suami kamu." WHATT?!


"k-kok?"


"kenapa malah tiba - tiba jadi kak Elvano?"


"perjodohan ini sudah lama direncanakan sama mama, papa, om Farel, dan tante Ica saat kalian semua masih kecil."


"kenapa sih harus perjodohan? kuno banget."


"Zora!" bentak kak Tyan


"k-kak Tyan?"


"kamu nggak boleh ngomong kayak gitu sama orang tua."


"t-tapi kak aku nggak mau di jodohin." kataku jujur "dan aku juga nggak cinta sama kak Elvano begitu pula dengan kak Elvano, dia pasti juga nggak cinta sama aku." tambahku sambil sedikit menoleh ke kak Elvanoyang sedari tadi hanya diam menyimak.


"masalah jatuh cinta itu masalah gampang, kalian bisa jalanin aja perjodohan ini pasti lama kelamaan rasa cinta itu akan tumbuh diantara kalian." kata tante Ica


"emm... tapi kan aku masih sekolah tan."


"udah sih ah tinggal terima aja perjodohan nya, ribet banget hidup lo lagian lo juga kagak punya pacar." celetuk bang Thyo yang super nyebelin, dia kira perjodohan semudah itu apa?


"diem lo!"


"nye nye nye."


"gimana kalau kalian pendekatan dulu, trus untuk sementara waktu kalian tunangan aja sampai kamu lulus dan setelah kamu lulus baru kita adain pernikahan nya. gimana?" kata tante Ica "dan Elvano juga udah setuju kok sama perjodohan ini, tinggal nunggu keputusan kamu aja. jadi apa keputusan kamu?"


"emm..."


"dek tolong kamu terima perjodohan ini demi papa sama mama, kamu mau kan ngebahagiain papa sama mama?" tanya papa


"ya maulah."


"kalau gitu kamu mau ya jalanin perjodohan ini."


"tapi..." ucapku menggantung, gue ngeliat ekspresi papa sama mama yang keliatan pengen banget gue terima perjodohan ini.


"iya Zora mau." ucap ku final. ini demi papa sama mama.


"beneran dek?" tanya papa meyakinkan


"iya pa."


"alhamdulillah..." ucap para orang tua lalu tersenyum lega


"akhirnya... yaudah kalau begitu kita langsung mulai aja makan malam nya yang sempet ketunda tadi." ucap om Farel dan makan malam pun dimulai


 


 


 


 


—⨳—


 


 


 


 


Kringg~~


 


 


suara deringan alaram berbunyi nyaring di dalam kamar seorang gadis yang sedang terlelap nyenyak dengan tenang di kasur nya.


"apaan sih ah berisik banget!" gerutunya


"alarm kampret! ganggu orang tidur aja elah."


 


 


DOK DOK DOK!


tiba - tiba terdengar suara gedoran pintu yang sangat keras yang sepertinya dilakukan oleh tersangka yang sangat bar - bar.


"WOE BANGUN LO MONYET!" teriak tersangka yang bar - bar itu


"APAAN SIH BANG AH GANGGU AJA LO!" gadis itu pun menjawab nya dengan teriakan tak kalah keras nya


"BANGUN WOE UDAH SIANG NIH GUE DISURUH BANGUNIN LO NYET! DASAR KEBO!"


"5 MENIT LAGI."


"KAGAK ADA 5 MENITAN SEGALA, BURUAN BANGUN ATAU GUE DOBRAK PINTU KAMAR LO!"


"IYA IYA ELAH!"


"BURUAN YE ANJ*NG GUE DI OMELIN MAMA NIH GARA - GARA SUSAH BANGUNIN LO."


"IYA INI GUE MAU MANDI UDAH SONO LO PERGI."


"BURUAN ADA YANG NYARIIN TUH GA PAKEK LAMA POKOKNYA."


"SIAPA YANG NYARIIN?"


krik krik~


Thyo siala*n


 


 


 


 


 


 


—Skip selesai mandi


 


 


setelah selesai mandi dan pakek baju gue langsung turun ke bawah buat ngeliat siapa yang nyariin gue.


"BANG THYO TADI SIAPA YANG NYARI-in gue" teriakn gue yang keras tiba tiba teredam karena ngeliat seseorang yang sedang duduk tenang di sofa ruang tamu.


"eh kak Elvano." kata gue kaget sambil nutup mulut gue sendiri, gue masih malu bor karena teriak teriak di deket dia tadi, mana kata bang Thyo suara gue kayak toa masjid lagi.


 


 


 



"halo ra?" sapanya


"h-halo juga kak hehe."  jawab gue sedikit canggung gara - gara hal memalukan tadi


"baru bangun ya?"


"eh? iya hehe kemarin abis marathon drakor soalnya, mumpung malam minggu." kataku jujur


"emm kak Elvano udah lama kesini nya?" tanya gue basa - basi


"bel-"


"iyalah orang Elvano kesini dari jam delapan tadi, dan coba kamu liat sekarang ini jam berapa." ucap mama tiba - tiba yang memotong ucapan kak Elvano, kemudian gue ngeliat jam di dinding nurutin ucapan mama.


pas gue liat ternyata udah jam sepuluh anj*rr hampir setengah sebelas malahan, jadi kak Elvano udah dua jam an disini dong?


"k-kak Elvano udah dua jam disini?"


"Ngg-"


"iyalah dia udah lama disini cuman buat nungguin kamu bangung tidur." lagi lagi mamam memotong ucapan nya kak Elvano


"eh maaf ya nak Elvano ucapanmu kepotong."


"nggak papa kok tan."


"eh? beneran kak? maaf ya kakak jadi nungguin aku lama, aku bener - bener minta maaf"


"nggak papa kok, santai aja." jawab kak Elvano sambil senyum manis. "ra aku mau ajak kamu keluar mau?" ajaknya tiba - tiba


"keluar ke mana kak?" tanyaku


"mall? atau kemana aja kamu boleh request." hmm menarik


"wih dalam rangka apa nih kak?"


"emm first date kita mungkin?"


 


 


deg.


 


 


duh ini kenapa pipi gue tiba - tiba kerasa panas gini?


"ra? gimana kamu mau nggak?" tanya kak Elvano lagi


"eh? oh iya kak aku mau." jawab ku dengan senyum lebar


"kakak tunggu bentar ya aku mau ganti baju dulu."


"ok." jawab nya dan lagi - lagi dia tersenyum manis


 


 


dan gue langsung balik ke kamar lagi buat ganti baju yang lebih mendingan buat keluar rumah.


 


 


setelah sampai di dalam kamar gue langsung ngunci pintunya.


"gilak kenapa gue tiba tiba deg - degan gini ya ngeliat senyum nya kak Elvano?" gumamku pelan


"cieee yang mau ngedate bareng calon suami." hemm tau nih gue suara suara nyebelin kayak gini


"kok kayak denger suara tapi nggak ada wujudnya ya? apa jangan jangan tadi suara setan kalik ya?" kataku sedikit teriak


"setan mat*mu!"


"pergi  lo setan!"


"bodo bangs*t!" teriak bang Thyo yang kayak nya langsung pergi karena gue udah nggak denger suara nyebelin nya lagi


 


 


"oh iya kak Elvano!"


"duh pakek baju apaan ya?"


setelah pakek baju gue sedikit moles wajah gue senatural mungkin. kayak pakek bedak ama liptint gitu.



btw itu outfit gue.


 


 


setelah itu gue ngambil sling bag dan naro hp ama dompet di dalam nya.


setelah semua udah siap gue langsung turun lagi ke lantai bawah buat nemuin kak Elvano


 


 


"kak ayuk berangkat."


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


—Tbc—