
mereka semua udah ada di ruang tamu, lagi pada duduk sambil makan
flashback
" kesayangan icung" hana langsung melirik ke manusia tiang di sebelahnya
" lapar" manusia tiang yang tidak lain adalah jisung itu memegang perutnya
" duduk biar gua masakin dulu" ucap hana
" hanaa!! lu ada simpenan masker kagak?" teriak wanita dari kamar hana
" na siapa?" ucap pria tampan bermata sipit
hana belum tau nama mereka yang dia tau hanya jisung
" jira" jawab hana
" kayak ada yang nyebut nama gua" jira keluar dari kamar hana dengan santainya dia berjalan ke arah dapur
" yaudah tunggu di sini gua masak dulu" hana pergi mengikuti jira ke dapur
______
setelah makanannya siap mereka makan di ruang tamu
flashback end
" na kenapa mereka kagak makan di belakang ae sih" tanya jira
" aelah kagak muat" hana
" eh enak ae lu punya gua tu!!"
" woi bagi bagi napa!!"
" udah tu aja gua mah"
" makan piring nya aja lu ya"
" mpph.... woi ribut banget sih" renjun terbangun karena suara teman temannya yang rebutan makanan
" tidur ae lu" sindir pria putih bermata sipit
" pantes pendek" nah yang bilang ini si jisung
" kapan kalian disini?" tanya renjun yang mulai sadar dari tidurnya
" dari 2 abad yang lalu" ucap pria dengan kulit yang sedikit gelap
" wah tua dong hahaha" renjun ketawa melihat teman temannya
skip
udah pada selesai makan
mereka semua lagi pada duduk masih di ruang tamu
" njun" bisik hana
renjun menghadap ke arah hana
" mereka namanya siapa?" tanya hana
" kamu gak tau ya?" hana mengangguk
pria tampan yang disamping renjun ternyata denger sama perkataan gua tadi
" gua na jaemin panggil aja sayang" kata pria tampan yang bernama jaemin itu dengan tersenyum tipis
" sayang pala lu" renjun langsung mukul kepala jaemin " punya gua ini" lanjut renjun
" hehe panggil jaemin aja" jaemin kembali tersenyum ke hana
" gua lee jeno" kata pria sipit si samping jaemin
_ingat hana lu udah ada renjun_ batin hana
" gua lee haechan" kata pria berkulit paling gelap di antara mereka
" gua park jisung" kata jisung
" udah tau" jawab gua datar ke jisung
" gua chenle" kata pria putih
ada yang main game, ada yang lagi fotbar, ada yang lagi ngitungin jari tangan, ada yang tidur, ada yang bingung mau ngapain
lagi pada sibuk sendiri sendiri sampai 3 jam berikutnya mereka semua ketiduran di ruang tamu
hana yang dari tadi hanya memainkan ponselnya mulai merasa bosan
" njun" hana menggoyangkan lengan renjun yang duduk tepat di sebelahnya
renjun tidak merespon apapun
" njunn" hana sedikit mengencangkan suaranya dan memegang kuat lengan renjun
" hm" gumam renjun yang masih serius dengan permainannya
" bosen" ucap hana
"..." hana mulai kesal dengan renjun yang tidak meresponnya dari tadi
hana berdiri dan kemudian berjalan dengan kesal ke arah kamarnya
jira yang daritadi menetap di kamar hana terkejut saat lantai kamar yang bergetar karena hana menghentakkan kakinya dengan cukup keras
"uy kecil napa lu?" tanya jira
hana menghempaskan tubuhnya ke kasur dan berbaring tepat di samping jira
"ra" hana
jira melihat ke arah hana
"mall yok" ucap hana
"eh lu sehat kan na, ini dah malam tau" jira
hana hanya mengangguk mendengar perkataan jira
jira tersenyum senang mendengar perkataan hana. jujur saja dia juga bosan seharian dirumah
"yok, lu yang bayarin kan?" tanya jira
hana mengangguk pelan sebagai balasan dan itu membuat senyum jira semakin mengembang
___
jira dan hana mereka sudah siap untuk pergi ke mall
"njun minta uang dong" hana berdiri di depan renjun sambil menjulurkan tangannya
renjun melihat sekilas kearah hana
" untuk apa?"
"jalan jalan" hana
"yok" renjun berdiri dan mematikan ponselnya
"hana mau pergi sama jira" hana
renjun terdiam sesaat
"chan" panggil renjun
"maaf nama yang anda panggil sedang sibuk, silahkan menunggu beberapa saat lagi" balas haechan
hana sedikit tertawa melihat haechan
"pergi sama jira jalan jalan bawa mobil gua aja ntar balikin" ucap renjun dengan wajah datar
haechan langsung berdiri dan mengambil kunci mobil yang berada di samping renjun
"gua?" jira
"pergi sama haechan ya" ucap renjun sambil menarik hana ke kamar mereka
____
"ra" haechan
"nyetir ae lu jangan manggil manggil gua" jira
jira dan haechan sedang dalam perjalanan. karena haechan gak tau mau kemana dan jira pun gak ngasih tau jadilah mereka berdua keliling kota
___