
pukul 07.00 AM
sepasang suami istri ini masih tertidur pulas di kasur mereka
jangan tanyakan apa yang mereka lakukan semalam
saat matahari naik dan cahayanya menembus jendela kaca yang ditutupi tirai berwarna putih ada sedikit pergerakan dari pasangan itu
hana dan renjun masih berada dalam alam mimpi mereka sampai akhirnya
kriiiing....kriiing.....
hana terbangun dan melihat ke sumber suara
" astaga renjun bangun!!!" hana berteriak
" ngehh kenapa" renjun perlahan membuka matanya
" kamu hari ni kerjakan" masih dengan posisi terbaring sambil menatap wajah renjun yang menurut hana lucu
" kata papa libur dulu 2 hari" renjun kembali menutup matanya dan memeluk hana
" ren" ucap hana
" hm" renjun membuka kembali matanya
" aku lapar" hana mengusap perut nya dari balik selimut yang mereka gunakan
" ayo makan" renjun langsung duduk
hana mengangguk dan mulai duduk namun ia merasa sakit di bagian selangkangannya
" ayo ku gendong"
____
tok....tok...tok...
terdengar suara ketukan pintu dari rumah keluarga kim
mrs kim berjalan membukakan pintu dan melihat ada seorang wanita sepertinya seumuran dengan putrinya
" dengan siapa?" mrs kim
" hai tante, lupa dengan ku?" ucap wanita itu
mrs kim seperti mengenal suara nyaring dari gadis ini tapi itu tidak mungkin karena gadis ini sangat berbeda
" jira?" tebak mrs kim
gadis itu tersenyum sambil mengangguk
" benarkah? ini kau sayang?" mrs kim masih tidak percaya
sebagai balasan jira mengangguk lagi
park jira teman sekolah hana semenjak lulus dari sekolah jira menghilang begitu saja tanpa memberi kabar, dia gadis yang sama tomboy nya dengan hana. jika hana memiliki sedikit sifat feminim berbeda dengan jira yang sangat cool bak lelaki sejati jika dia tidak mengeluarkan suaranya maka akan banyak orang yang beranggapan bahwa jira adalah pria dengan wajah cantik namun itu bisa hilang jika dia membuka suara karena suara nyaring namun lembut miliknya
" masuklah" mrs kim
jira masuk sambil melihat sekeliling rumah hana
_masih sama_ batin jira
mrs kim datang dari arah dapur sambil membawa minuman dan sedikit makanan untuk jira
" nikmatilah" ucap mrs kim sambil tersenyum
" hana mana tante? ku dengar dia dekat dengan renjun" jira
" hana sudah tidak tinggal disini dia tinggal bersama suaminya" jira yang tadinya ingin mengambil minuman jadi berhenti ketika mendengar ucapan mrs kim
"suami? hana menikah?" jira terkejut
" dengan siapa? kenapa dia tidak memberitau jira tante?" lanjut jira
" hana menikah dengan renjun" mrs kim
jira mengangguk mengerti
" tante boleh jira kerumah hana?" jira
" tentu"
" alamatnya dimana tan?"
mrs kim menuliskan alamat rumah renjun dan hana
setelah itu dia memberikannya pada jira
jira membaca sekilas alamat yang diberikan mrs kim
" jira permisi dulu ya tante" jira langsung menyalim tangan mrs kim dan langsung berjalan keluar rumah keluarga kim itu
___
" renjun jangan di ganti"
saat ini hana dan renjun berada di ruang tv mereka duduk manis tadinya sampai renjun mulai bosan
" renjun aku mau doraemon" rengek hana ke renjun
" huh" hana menghela nafasnya berat
" jangan marah oke" ucap renjun
hana masih diam sambil melihat pertandingan bola di tv nya
" aku bosan" hana menukar saluran tv nya
" waaah frozen" mata hana berbinar
" aku mau jadi olaf" ucap renjun
hana melihat kearah renjun yang tersenyum melihat tingkah manusia salju pada film itu
" tidak boleh!! aku aja yang jadi olaf" hana sedikit berteriak tepat di telinga renjun
mereka terus berdebat mempertahankan siapa yang nantinya jadi olaf sampai
tok...tok...tok...
renjun berdiri untuk membuka pintu sedangkan hana kembali fokus pada film nya
renjun membukakan pintu dan tampaklah seorang gadis asing di depannya
" cari siap...."
"hanaaa!!!" gadis itu langsung masuk tanpa memperdulikan renjun
_kayak kenal, tapi gak mungkin kan_ batin renjun
hana tidak terlalu memperdulikan suara yang memanggilnya
" udah punya suami masih aja suka nonton kartun" hana langsung melihat ke sumber suara
" jira?" hana tidak percaya saat ini
" bukan gua kembaran jira" ucap gadis itu malas
" oh kembarannya pantes" hana langsung berbalik dan kembali menonton filmnya
" hana...huaaa...lu lupa sama gua" gadis yang tidak lain adalah jira itu langsung berteriak kuat
" lu jira apa bukan sih?" tanya hana
" gua jira" pernyataan jira membuat hana terkejut
" jira?waaah lu kenapa bisa berubah gini sih? lu kemana aja siap sekolah? kenapa baru keliatan sekarang? lu beda ra" hana memeluk tubuh jira
" gua nginap ya" renjun dan hana terdiam
renjun be like: kagak bisa main kuda kudaan
hana be like: jira mau tidur dimana?
" gak ada kamar kosong ra" renjun menjawab sambil kembali duduk di sofa dengan tv
"gimana kalo jira tidur sama hana dikamar?" hana tersenyum menurutnya ide nya kali ini bagus
" terus aku gimana sayang?" renjun berdiri lagi tepat di samping hana dan memeluknya dengan wajah memohon
" di sofa" balas hana
" ayo ra ke kamar" hana menggandeng tangan jira memasuki kamar
renjun hanya menatap kesal pada 2 wanita yang meninggalkannya
____
7.58 PM
"permisi...."
tok....tok...tok.
hana mendengar suara ketukan pintu dari luar rumahnya
" njun bangun" hana menepuk pelan pipi renjun yang dari tadi menyandarkan kepalanya ke pundak hana
"..." tak ada jawaban ataupun pergerakan dari renjun, dapat dipastikan kalo renjun sedang berada di alam mimpinya
hana perlahan menjatuhkan kepala renjun ke sofa yang mereka duduki sehingga renjun menjadi terlentang
hana berjalan dengan langkah kecil mengingat selangkangannya yang masih sakit
hana membuka pintu dan betapa terkejutnya dia saat ada teman teman renjun di depan rumahnya
" hai kesayangan icung" ucap pria tinggi siapa lagi kalo bukan jisung teman sekelas dan teman main hana semasa sekolah
" waaah icung" hana memeluk erat tubuh jisung
jisung membalas pelukan hana mereka mengalirkan rasa rindu
setelah sekolah hana dan jisung berpisah sementara karena jisung berlibur dengan keluarganya keluar negeri saat itu sampai pada hari pernikahan sahabatnya dia gak datang
" ekhem... cuma jisung yang di sambut?" ucap lelaki tampan di sebelah jisung
lelaki tampan?ah mereka semua tampan
" ayo masuk" hana menarik tangan jisung untuk masuk kerumahnya