
disinilah hana sekarang
di tempat yang tidak terlalu ramai jadi dia bisa mendengar derasnya suara sungai di depannya
ntah kenapa hatinya sakit melihat renjun dekat dengan lani
"hana lu tu harus ingat renjun itu bukan siapa siapa lu" monolognya
hana yang tadinya duduk langsung berdiri saat melihat seorang pria yang sangat familiar menurutnya
saat mata pria itu menangkap sosok hana pria itu langsung tersenyum ke arah hana
pria itu kini sudah ada di depan hana masih dengan senyum manisnya
"hai" sapa pria itu dengan sedikit melambaikan tangannya
"hai juga, sudah lama sejak kita lulus dari sekolah menengah pertama" balas hana
pria itu hanya mengangguk mendengar ucapan hana
"eh choi soobin silahkan duduk" ucap hana pada pria yang dipanggilnya soobin
soobin adalah teman sekolah hana saat masih di sekolah menengah pertama menurut hana dia adalah murid yang pintar, cerdas, berbakat, dan jangan lupa dia sangat tampan, sangking tampannya hana aja pernah suka sama dia waktu di sekolah
soobin duduk tepat di sebelah hana "gimana kabar kamu na" astaga mimpi apa hana semalem sampai pake kamu kamuan sama cogan
"eh....a-aku baik kok" balas hana dengan senyum renyah di wajahnya
soobin mengangguk dan kembali menghadap kesungai yang ada di depan mereka
"hm bin....."
"hana!!" hana yang merasa ada yang memanggil dirinya langsung melihat ke arah sumber suara
terlihat renjun sedang berlari kecil di ikuti lani di belakangnya
hana awalnya senang karena renjun rela datang mencarinya namun karena ada lani wajahnya langsung berubah menjadi wajah cemburu(?)
"bin ayo pergi" hana menarik tangan soobin menjauh dari tempat mereka
renjun yang melihat hana pergi dengan pria langsung memasang wajah sinisnya sambil melihat mereka menjauh
"siapa suruh lu ikut" balas renjun ketus
flashback
renjun melihat hana pergi dengan sedikit berlari
"hanaa!!" renjun terus memanggil hana dan berusaha untuk mengejarnya namun akibat pelukan erat dari lani renjun hanya bisa diam
sebenarnya renjun bisa saja melepaskan lani saat itu juga namun dia berpikir jika dia melepaskan lani secara tiba tiba dan lebih memilih hana mungkin dia akan jatuh dan menyuruhnya tanggung jawab
kenapa? karena lani itu tipe orang yang terlalu berlebihan atas segala hal jika saja renjun mendorongnya secara tiba tiba dan lani jatuh maka lani akan terus mengaduh kesakitan yang membuat telinga renjun sakit serta dia akan mengundang perhatian di persekitaran karena suaranya yang cukup besar
"lani lepasin gua" lani tambah mengeratkan pelukannya
"lani lepasin dulu ya" ucap renjun halus
lani melepaskan pelukannya dan renjun langsung berlari mengejar hana yang sudah pergi entah kemana
flashback off
"hana!!" saat renjun memanggil nama hana terlihat hana berlari dengan pria asing menurut renjun
"udah ren gak usah di kejar" ucap lani sambil memegang erat lengan renjun
"lu siapa? berani ngatur gua?" balas renjun datar
lani hanya diam dan renjun langsung pergi meninggalkan lani yang masih sibuk dengan pikirannya
di rumah....
"hana" teriak renjun saat dia memasuki rumah hana
hening itu yang dia dapatkan
sudah di pastikan bahwa hana belum pulang kerumah
"kemana wanita itu?" cemas renjun
"apa aku harus mencarinya?"