
setelah Andrian selesai mandi, diri nya langsung mengetuk pintu kamar nya,,
tok tok tok " Casa bangun, saya mau ambil baju ganti" didalam kamar Hening tidak ada suara sedikit pun pada saat itu, lalu ia pun mengetuknya sekali lagi tok tok tok " casa" dan di dalam pun sama tidak ada suara sama sekali, Andrian pun langsung masuk ke kamar dan melihat di tempat tidur dan di sekeliling kamar tidak ada siapa pun, Andrian berpikiran mungkin dia berangkat ke tempat kerja lebih awal, setelah itu ia langsung bergegas berganti baju, dan pergi dari rumah kosnya Untuk berangkat ketempat kerjanya,
padahal Andrian tidak mengetahui bahwa pada pukul empat pagi, Cassandra erna mengendap endap melewati andrian untuk keluar dari rumah kos nya, di luar gerbang kosa sudah ada 2 mobil dan lima pengawalnya sedang menunggu nya, Cassandra Erna pun masuk ke dalam mobil lalu pergi dengan kelima pengawalnya Itu,.
sesampainya di Hotel Andrian bergegas mengganti bajunya dengan seragam kerja, setelah itu dia membawa peralatan perangnya, sapu, lap, ember, dan lap tangan, ia pun mulai membersikan kamar satu persatu dengan rekan rekan kerjanya,
waktupun tidak terasa sudah menujukan pukul 4 sore, dan Andrian pun sedang menyalakan motir maticnya itu,,
ia keluar dari parkiran langsung menyalakan motor nya,, di gerbang hotel ia melihat mobil bmw vantablack itu seperti familiar,, dia tau karena mobil tersebut pernah parkir berdampingan dengan motornya itu, mobil itu perlahan mendekati motor Nya dan langsung menggunakan klakson mobil itu memberi tanda supaya Andrian berhenti,,
Andrian memberhentikan motornya, dan perlahan pintu mobil itu mulai terbuka, keluarlah dari dalam mobil seseorang gadis tinggi,, membelakanginya,
Andrian tidak tau dan merasa samar kepada gadis itu, dan gadis itupun berjalan mendekatinya,
sesampainya di dekat Andrian gadis itu langsung berkata " you Andrian"
Andrian pikir gadis itu adalah turis yang sedang menginap di hotel. jadi dia membalas dengan memakai bahasa Inggris lagi" yes mis my name Andrian"
" what you know whos me" (apa kamu tahu aku) gadis tersebut berkata lagi kepada andrian
" Oh sorry, Maybe U wrong peoples, I dont know who you," (oh maaf, mungkin kamu salah orang, aku tidak tau siapa kamu)
" kamu memang kejam" ucap wanita itu, membuat Andrian merasa kaget, wanita itupun membuka kacamata putih yang ia pakai, setelah itu Andrian mulai mengingat nya, " are you Nami Vallentine" Ucap Andrian,
Minami pun tersenyum, lalu mereka berjabatan tangan,, "apa kabar mu Andrian, lama aku meninggalkan kota A dan meneruskan sekolah ku di luar Negri, ucap Minami
" aku baik disini, maafkan aku minami aku sempat lupa, dulu kamu tidak memakai kaca mata, mengapa sekarang mengunakan nya,"
" ah panjang ceritanya, ayo kita ceritakan sambil makan, anggap saja ini reunian kita, "
" ingin makan di mana, jika di Hotel aku mana bisa membayar nya, "Ucap andrian
" terserah kamu saja, yang penting makanan itu cukup layak di lidah ku cita rasanya, " setelah mengucapkan itu minami tersenyum tipis kepada Andrian,
" aku tau tempatnya ayo parkirkan mobil mu "
Minami pun menepukan tangan nya, setelah itu keluar seorang pria Tinggi dari dalam mobil, pria itupun berjalan mendekati minami, setelah dekat minami langsung berkata, " Sam kamu pulang saja, dan parkirkan mobil itu di dalam, waktu kerjamu sudah selesai,"
" siap di laksanakan Nyonya" pak sopir langsung pergi dari hadapan mereka,
Nami hanya tersenyum lalu menunjuk ke sepeda motor yang Andrian naiki,
"Apakah yakin" ucao Andrian dengan mengernyikan bulu alis nya
"Andrian aku di luar negri memakai sepeda untuk samoai ke tempat kerja, Jika kamu memakai motir Itu jauh lebih baik dari pada aku"
Andrian tidak mengerti dengan jawaban Nami, ia langsung menyuruh Nami Naik di belakang jok nya, " Ayo kita meminjam Helm dulu kepada teman saya,"
Minami Naik di belakang Andrian, dan Andrian pun langsung menyalakan motornya itu, ke tempat pos satpam,, sampai di sana Andrian berbicara dengan seorang satpam lalu, membawa Helm, ia memakai helm satpam yang sudah agak rusak, dan Minami memakai Helm nya , melihat Hal tersebut membuat Minami tertawa, kecil sambil ia tahan kemudian bergumam, di dalam hatinya, masi ada pria polos seperti ini, memboncengi seorang perempuan lalu meminjam Helm, di perjalan Minami tertawa terus terusan sambil di tahan nya,
pas saat akan melewati restoran Golden eat, minami ingat semalam, orang orang yang berada di dalam, menghujat Andrian dan Cassandra Erna, Minami paling bencu dengan reputasi orang orang sukses tapi berkepala batu, maka dari itu dia akan membuat perhitungan dengan Theresa Carllaa, semalam Sam yang menghadiri acara reunian dan sam memberitahukan perlakuan Daniel dan Theresa Carlla kepada Minami, dia juga memberitahukan alasan mengapa Andrian memukul Daniel dan Fabio juga hingga terjatuh,
"Berhenti Andria" Ucao minami, Andrian langsung memberhentikan motornya, lalu berkata "Ada apa Nami"
" ayo kita makan di sini saja, tenang aku yang akan membayarnya, lagi pula restoran termahal di sini tidak sebanding dengan restoran termahal di kuar Negri "
" ah aku tidak mau membebani mu, masa Nami yang harus membayar nya"
. "Tidak apa-apa Uang ku juga mampu membeli restoran Ini jika kamu mau, sekarang juga, "
Andrian merasakan firasat yang sangat burj dari sisi Minami, Tadi di depan Hotel dia biasa saja tapi saat Ini matanya tertuju pada nama plang restoran Itu, ia juga tidak banya bertanya lagi, taku minami memarahinya, ia sada akan dirinya siapa, jadi dia mengikuti kemauan minami " Oke jika itu mau mu Nami" dia membelokan motornya dan masuk kedalam parkiran restoran itu,
Minami pun memasang kacamatanya dan merapikan rambutnya, membuat nya tidak mungkun di kenali Oleh teresha carla,
saat mereka berjalan minami berhenti dan berkata " Andrian Ini bawa kartu Rekening ku, Passwornya xxxxxxx"
"mengapa, kamu saja yang membawanya Nami, "
" Aku Hanya ingin membalas sedikit perlakuan Theresa, sudah lah ikuti kata kata ku, dan di dalam kamu panggil aku Valen, jangan Nami"
"tapi tidak untuk macam macam kan"
"Tidak, tidak, tidak, ayo kita masuk, jawab nami, "
Andrian pun memasukan Kartu rekening nami kedalam saku celana nya lalu Berjalan keluar dari parkira, lalu memasukin restoran itu,
di dalam Andrian berjalan tapi tiba tiba tangan Nami memegang tangan nya dan berjalan masuk, Andrian hanya acuh tidak mempermasalahkan nya, ini karena rencana Nami.
semua mata orang yang berada di dalam restoran tertuju kepada Andrian dan Nami