Thug Life

Thug Life
Donor darah



Maria memiliki golongan darah yang sama dengan Kusuma,tetapi Maria sedang berada di Jepang dan tidak mungkin untuk kembali besok selain itu jika Maria mengetahui keadaan ibunya dia akan sangat khawatir dengan keadaan ibunya dan tidak bisa konsentrasi dengan pendidikannya.


Edwin berpikir dengan keras hingga dia teringat satu nama,yaitu Daren Anggada



Daren Anggada,dia adalah salah satu sahabat Edwin, dia juga merupakan pengusaha yang sukses dia tampan, gagah dan memiliki tinggi 170 cm.Dia memiliki golongan darah yang sama dengan Kusuma yaitu AB


Tanpa berpikir panjang Edwin langsung menghubungi Daren untuk meminta bantuan.Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 ketika Edwin menelfon Daren.Daren tidak kunjung mengangkat telfon Edwin.


"hmm mungkin dia sudah tidur,tetapi aku harus menemuinya Kusuma harus segera dioperasi" gumam Edwin.


Edwin langsung bergegas menuju mobil,dia akan pergi ke rumah Edwin.Saat dimobil dia mencoba menghubungi Daren tetapi tetap saja dia tidak mengangkatnya.


Sekitar pukul 23.30 Edwin sampai dirumah Daren, dia membunyikan bel beneran kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu,dia membunyikan bel untuk terakhir kali tetapi tidak ada yang keluar.


Edwin sangat lelah dia berbalik badan dan menuju mobil,tiba tiba ada seseorang yang membukakan pintu, ternyata yang membuka pintu adalah Sila Anggada



Sila Anggada merupakan istri dari Daren,dia memiliki tinggi 160 cm dan wajah yang cantik.Selain itu Sila adalah mantan kekasih Edwin kisah mereka tidak diketahui oleh Daren,Kusuma,dan bahkan semua orang.Mereka menyembunyikan hubungan mereka karena sebenarnya hubungan mereka terjadi saat Sila sudah dimiliki oleh Daren.Mereka memilih mengakhiri hubungannya karena mereka tau bahwa yang mereka lakukan salah.


Edwin merasa terkejut karena mengetahui yang membukakan pintu adalah kekasih dimasa lalunya.Mereka tak pernah bertemu lagi sejak hubungan mereka berakhir.


"Mengapa kau kemari?" tanya Sila


"Aku ingin bicara dengan Daren" jawab Edwin


"Dia sedang tidur,akan aku bangunkan dia" jawab Sila sambil mempersilakan Edwin untuk masuk,Sila langsung bergegas ke kamar untuk membangunkan Daren yang sudah tertidur.


Tak lama kemudian Daren menghampiri Edwin dengan muka mengantuk.Mereka bersalaman dengan sedikit pelukan hangat.


"Ada apa kau malam malam kemari?" tanya Daren kebingungan.Edwin pun langsung menceritakan semuanya kepada Daren.Daren merasa sangat terkejut hal semacam ini terjadi oleh Kusuma.Daren juga mengenal Kusuma karena sering bertemu saat mengurus bisnis bersama Edwin.


"Apakah kau bersedia mendonorkan darah mu untuk Kusuma?" tanya Edwin lirih


"Kenapa kau harus bertanya Kusuma sudah ku anggap sahabatku, tunggu sebentar aku akan ganti pakaian dan ayo kita berangkat ke rumah sakit" jawab Daren sambil menuju kamar.Edwin merasa sangat lega karena akhirnya dia menemukan pendonor darah.


Mereka berdua pun bergegas menuju rumah sakit.Sesampainya dirumah sakit Edwin dan Daren langsung menuju ruangan dokter dan mengatakan padanya bahwa dia sudah menemukan pendonor.


"Syukurlah kau menemukan pendonor,Bu Kusuma harus segera dioperasi besok,mari kita uji apakah bapak ini bisa mendonorkan darahnya" ucap dokter


Daren pun dibawa dokter untuk melakukan pengujian apakah dia bisa mendonorkan darah untuk Kusuma.Edwin menunggu diluar dengan cemas, berharap semoga Daren bisa mendonorkan darahnya untuk Kusuma