
Edwin pun masuk kedalam mobil Kusuma,"pria bodoh" ucap Edwin dalam hati.Di dalam mobil Kusuma dia menyalakan GPS tanpa diketahui oleh pria tersebut.Pria tersebut menunggu di luar dengan senang sambil memegang cek 800 juta, Edwin keluar dari mobil Kusuma tanpa membawa apapun, pria itu tidak peduli apa yang Edwin lakukan di dalam mobil dia lngsung merebut kunci mobil di tangan Edwin dan langsung masuk sambil tersenyum girang.
Edwin hanya tersenyum dan berkata dalam hati "sampai bertemu di penjara".Edwin langsung bergegas masuk mobil dan menuju ke arah yang di tunjukkan oleh pria tersebut.Saat dijalan Edwin menelfon polisi dan menceritakan semuanya dan memberi tahu lokasi Kusuma berada dia juga sudah memberi tahu polisi tentang GPS mobil Kusuma sehingga polisi dengan mudah mengejar pria itu.
Polisi mengirim 3 anak buahnya untuk menemani Edwin, sedangkan 5 polisi mengejar pria tersebut.Saat sampai di lokasi sudah ada polisi yang mencari Kusuma tetapi polisi belum menemukannya, Edwin merasa sangat khawatir tiba tiba dia mendengar suara minta tolong.Suara itu begitu lirih dan lemah, Edwin langsung bergegas mencari sumber suara tersebut.
Bertapa terkejutnya Edwin melihat Kusuma yang penuh dengan darah di bagian perutnya, Edwin tanpa berpikir panjang langsung menggendong Kusuma dan membawanya kedalam mobil.
Polisi yang melihat Edwin membawa Kusuma pun langsung mengikuti nya, Edwin berjalan menuju rumah sakit terdekat.Didalam mobil Edwin terus berkata "jangan menyerah,jangan menyerah"
Kusuma yang terlihat sangat lemah karena kehilangan banyak darah hanya bisa terdiam menahan rasa sakitnya.
Sesampainya di rumah sakit Kusuma langsung dibawa ke ruang UGD, para dokter yang sudah bersiap karena saat perjalanan polisi sudah menghubungi rumah sakit tersebut.
Edwin merasa sangat marah pada pria yang sudah melakukan ini kepada Kusuma,dia menyimpan dendam yang sangat dalam.
Tiba tiba polisi mengatakan pada Edwin bahwa pria itu sudah ditangkap oleh polisi.Edwin ingin langsung menghajar pria tersebut tetapi polisi menahannya dan mengatakan "Wanita itu membutuhkan mu disisinya,biarkan polisi yang menanggani pria itu".
Edwin merasa perkataan polisi itu ada benarnya juga,"saya akan datang ke kantor polisi besok untuk menemui pria tersebut" ucap Edwin dengan perasaan campur aduk.
Polisi yang menemani Edwin pun pamit untuk kembali ke kantor.Edwin langsung menelfon pembantu dirumah dan mengatakan semuanya,tetapi Edwin menyuruh untuk tidak mengatakan kejadian ini kepada Starla dan Kevin.
Setelah menunggu sekitar 45 menit dokter pun keluar dan mengatakan "luka tusukan di bagian perut bu Kusuma cukup dalam sehingga beliau kehilangan banyak darah dan membutuhkan donor darah dan operasi kecil"
"lakukan apapun dok untuk menyelamatkan Kusuma" ucap Edwin
"saya sebaiknya melakukan operasi malam ini,tetapi masalahnya kantong darah untuk golongan darah bu Kusuma sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan melakukan operasi saat ini, kami bisa menunda operasi sampai besok sambil mencari pendonor darah yang sesuai dengan golongan darah bu Kusuma, apakah ada dari keluarga atau kerabat bu Kusuma yang memiliki golongan darah yang sama?" ucap dokter tersebut, Edwin memiliki golongan darah yang berbeda,Starla juga memiliki golongan darah yang berbeda.