
Edwin pun menutup telfon dan langsung menuju mobil untuk mencari Kusuma.Di dalam mobil dia berusaha menelfon Kusuma tetapi nomornya tidak aktif,dia merasa sangat cemas biasanya Kusuma tidak pernah seperti ini.Edwin menelusuri jalan menuju kantor tapi dia tidak menemukan apa apa.
Saat sampai di kantor dia memeriksa ruangan Kusuma apakah ada catatan,dia berusaha mencari tapi tidak menemukan apapun.Dia menjadi semakin cemas,lalu seorang pegawai menghampiri Edwin
"Permisi pak,bapak cari apa ya?" tanya pegawai
"Kusuma belum pulang ke rumah, biasanya dia menjemput putrinya sekitar pukul setengah sembilan aku khawatir terjadi sesuatu padanya" jawab Edwin
"Mau saya telfon kan polisi pak?" tanya pegawai lagi
"Tidak perlu,polisi bisa memproses bila waktunya sudah 2×24 jam" jawab Edwin, seketika dia teringat jalan lain untuk menuju kantor.Tanpa sepath kata dia langsung bergegas ke mobil dan menuju jalan yang dia pikirkan.
Saat mengambil jalan lain,Edwin melewati sebuah kedai kopi dan melihat mobil Kusuma.Seketika dia langsung menuju arah kedai kopi tersebut,dia bergegas keluar dari mobil dan masuk kedalam kedai itu.Dia menengok ke kanan dan ke kiri tidak melihat Kusuma.
Edwin pun bertanya pada penjual kopi tersebut dimana orang yang memiliki mobil tersebut,sambil menunjuk kearah mobil Kusuma.Penjlual kopi itu berkata "mobil itu dibawa oleh pria yang duduk di pojok sana".Edwin terheran karena dia yakin itu mobil Kusuma karena plat mobil itu milik Kusuma.
Edwin pun menghampiri pira itu dan duduk didepannya,pria yang di hampiri Edwin memiliki badan yang kekar, bertato,berkumis dan berjenggot tebal.
"Aku tahu kau mengambil mobil itu dari seseorang" sambung Edwin dengan muka santai
"Apa mau mu?" jawab pria itu
"Dimana wanita pemilik mobil itu" ucap Edwin dengan nada sedikit tinggi
"Hmm sepertinya wanita itu penting bagimu hahaha" jawab pria itu mengejek.Edwin yang merasa kesal pun langsung memukul pria itu tepat di bagian hidung, pengunjung berteriak histeris melihat kejadian itu.Sambil mengusap darah yang keluar dari hidung pria itu berkata "jika kau membunuhku kau tidak akan pernah melihat wanita itu" pria itu tersenyum licik.
Pemilik kedai kopi itu menyuruh Edwin dan pria itu keluar dari kedainya karena mengganggu kenyamanan pelanggan lain,saat berada diluar Edwin berkata "Dimana wanita itu!" sambil memegang leher pria itu.
"Beri aku 500 juta maka akan aku beri tahu dimana wanita itu" ucap pria itu.Edwin yang sudah biasa menghadapi orang seperti ini sudah memiliki rencana sendiri,Edwin mengeluarkan cek dan bolpoin "tulis berapapun yang kau mau" ucap Edwin.Pria itu tersenyum dan berkata "pria pandai", Edwin hanya tersenyum.Pria itu menulis 800 juta sambil mengatakan "wanita itu berada dipinggir hutan dekat perempatan jalan pertama".Pria itu tersenyum sangat senang karena mendapat mobil dan uang 800 juta,dalam hati dia berkata begitu mudah aku mendapat uang dan mobil dasar pria yang sangat bodoh.
Berikan kunci mobilnya,aku hanya ingin mengambil berkas yang tidak akan berguna bagimu,pria itu tidak memikirkan apapun dan menyerahkan kunci mobil Kusuma kepada Edwin lalu