
Kak Tae, Ice Cream!"
"Iya sebentar, jangan kemana-mana! kakak belikan!"
Jungkook mengangguk sembari duduk di bangku panjang taman dekat komplek perumahannya. Mata bulatnya tak sengaja melihat seorang anak laki-laki seusia dirinya tengah tertawa bersama orang tuanya. Jungkook menatap sendu keluarga bahagia itu dan tak sedikitpun mengalihkan padangan dari mereka. Tiba-tiba entah dari mana asalnya sebuah benda menghantam kepalanya hingga terdorong ke depan.
Jungkook menatap marah sembari mengambil bola itu. Seorang anak datang menghampirinya sembari meminta dengan cara kasar.
"Bolamu sudah mengenai kepalaku dan seharusnya kau meminta maaf bukan malah membentak-bentak seolah aku ini tuli!" cerca Jungkook.
Anak itu menatap emosi. "Berikan bolaku. Kau berani melawanku?!"
"Aku tidak akan memberikan bola ini sebelum kau meminta maaf. Memangnya kau siapa harus ku takuti?" balas Jungkook.
Namun anak bergigi kelinci itu terkejut saat beberapa anak laki-laki lain temannya anak yang tadi membetaknya datang.
"Kenapa Johny?"
Anak dengan rambut kriting itu menunjuk Jungkook. "Dia ingin merusak bola kita."
"Bohong!" Jungkook menyela sebisa mungkin. "Dia datang-datang membentak dan bukan meminta baik-baik. Seharusnya dia meminta maaf padaku."
"Anak ini benar-benar cari gara-gara sama kita!" anak kriting itu menatap sinis.
"Sudah hajar saja!"
Tiga anak laki-laki mendekat pada Jungkook yang terkejut sontak menatap takut.
"Aku--"
Tubuh ringkihnya di dorong kasar hingga terjatuh. Si pelaku pendorong tertawa. Jungkook menatap berkaca-kaca.
"Aku akan adukan kalian sama Kakakku!"
Bola di rebut kasar dari dekapannya dan langsung di tendang dengan sengaja mengenai wajahnya. Jungkook tak kuasa menahan tangis.
"Ada apa in-- Jungkook!!"
Taehyung datang langsung membuang 1 cup Ice Cream di tangannya dan menghampiri adiknya.
Tiga anak laki-laki nakal menatap terkejut dan takut. Taehyung berang.
"Kalian---"
Tak peduli pada usia anak-anak itu yang terbilang belia. Taehyung menampar pipi mereka satu-satu.
Siapapun yang membuat adiknya terluka, Taehyung tak akan sungkan untuk menghajarnya sekalipun mereka bayi sekalipun.
"Jangan pernah ganggu adikku!" tekannya lalu menghapus air mata adiknya dan memapahnya pergi dari sana.
Meninggalkan tiga anak laki-laki nakal itu yang menangis tersedu-sedu di Taman.
*
"Mulai sekarang Kakak tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian," ujar Taehyung sembari mengusap lembut surai adiknya penuh kasih. Jungkook hanya mengangguk sembari fokus memakan Ice Cream yang tadi Taehyung belikan di jalan.
Dari usia Jungkook 7 tahun, mereka ditinggalkan orang tua mereka yang sibuk berkelana keluar kota bahkan keluar negeri untuk mencari uang yang sudah menumpuk. Jungkook kehilangan kasih sayang dari kecil dan Taehyung ada untuk berperan sebagai ayah sekaligus ibu yang baik untuk adiknya. Orang tua mereka akan menelpon untuk menanyai kabar jika mereka benar-benar mengingat anaknya.
"Kak besok aku masuk sekolah dan Kakak masuk kuliah," kata Jungkook sembari menatap Taehyung.
Jungkook mengayunkan dua jempol tangannya sembari bersorak semangat. "Kakak terbaik!"
####
Jungkook sudah rapi dengan seragam Junior high school-nya. Dia mengambil tas sepunggungnya lalu berjalan membuka pintu kamar dan langsung di suguhi senyum manis kakaknya.
Taehyung merangkul adiknya semangat sembari sesekali mengusak surai anak itu membuat Jungkook kesal. Selalu saja. Sudah susah payah ia merapikan rambutnya, kakaknya akan selalu menjadi orang pertama yang merusaknya. Dengan alasan gemas.
"Kak Tae, sekali saja biarkan Kak Suga yang mengantarku. Kampus Kakak sama sekolahku tak searah, setiap hari aku gelisah takut kau terlambat." Jungkook menatap memelas.
Namun sekali lagi, Taehyung akan selalu menjadi Taehyung. Tipikal Kakak yang terlalu overprotectif pada adiknya.
"Sudah berapa kali Kakak bilang Jungkook, tidak boleh ada seorangpun yang mengantarmu selain Kakak," balasnya.
Suga yang kebetulan duduk di sofa tak jauh dari anak tangga, mendengar semua ucapan Kakak beradik itu. Ia mendengus. Bukan rahasia umum lagi kalau sepupunya itu terlampau Over terhadap adiknya. Bahkan pisah beberapa jam bisa membuat Taehyung gelisah. Dan sikapnya itu yang membuat Jungkook tak bisa melakukan apa-apa, Taehyung terlalu membuat adiknya bergantung padanya.
Dan Suga juga tentu tahu, setiap sejam sekali di kampusnya Taehyung akan selalu menanyai bagaimana adiknya di sekolah, entah lewat gurunya jungkook atau teman anak itu yang untungnya Jungkook tak tahu.
"Kak Suga kami pamit!"
Suara Jungkook membuat Suga membuyarkan lamunannya. Pemuda berkulit pucat yang memiliki sifat pemalas itu mengangguk pelan pada adik sepupunya.
"Taehyung ingat jaga adikmu!" katanya.
Itu bukan sebuah pesan dari seorang Kakak untuk adiknya tapi itu merupakan sebuah kalimat sindiran yang ditujukan untuk Taehyung yang sekarang menatap Suga tajam.
Menjaga adiknya bukanlah sesuatu yang perlu diingatkan bagi Taehyung karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang Kakak yang tak boleh dilupakan sedikitpun.
Suga yang melihat reaksinya tertawa puas.
*
Taehyung berjalan ke arah pintu utama rumah besarnya, ia menghapus kasar lelehan keringat di pelipisnya. Hari ini banyak tugas dan ia sangat lelah. Dia membuka pintu di depannya yang langsung di sambut senyum lebar adiknya. Jungkook berdiri di depannya dengan senyum yang membuat gigi kelincinya menyembul lucu.
Rasa lelah Taehyung seketika hilang dan terbayar karena hatinya sontak menghangat melihat itu apalagi saat adik kecil kesayangannya bertanya dengan raut polosnya.
"Kakak sudah pulang? pasti lelah sekali, akan aku buatkan minum," ujar Jungkook hendak pergi ke dapur.
Taehyung menahan tangan adiknya lalu mengusap lembut kepala anak itu sebelum akhirnya ia mencubit gemas pipi adiknya. "Ah adikku sayang~"
Menjadikan Jungkook bergidik ngeri. Anak itu menggelengkan kepala kuat-kuat. "Tak jadi, Kakak lebay!"
Taehyung melotot. "Apa kau bilang? beraninya kau! sini kau--"
Jungkook berlari masuk ke dalam dengan tawanya dan Taehyung mengejarnya.
"Bhahaha Kak Taehyung cupu! sini kejar Wleeeek"
Taehyung total mengabaikan rasa lelahnya. Semuanya tergantikan oleh rasa bahagia melihat tawa adiknya. Ia berharap ia menjadi satu-satunya yang akan selalu dan terus menciptakan tawa untuk anak itu.
###
Karakter Jungkook di ff ini berbanding terbalik dengan ff sebelah, ya.
Disini ia polos, naif, dan gak bisa melakukan apa-apa tanpa Taehyung sementara disana ia bisa melakukan segalanya, cerdik, licik, dan gak ketebak.