THIS IS ADELLA

THIS IS ADELLA
8]. Marsya dimana?



Pemuda itu menutup luka dilengannya lalu mematut dirinya di cermin lantas menyunggingkan senyum manisnya.


"Keluarlah ... Dan jadi orang yang paling bahagia didunia karena senyummu"


"Karena bagaimanapun tidak ada yang akan pernah tau.


Sekalipun setiap menit bahkan detik, hatimu menangis pilu dalam diam."


Setiap orang memiliki cara mereka masing-masing untuk menyembunyikan duka Mereka.


Tertanda ; Jennie J


.......


https://my.w.\*\*/TueX1uPTwY


Kim Jungkook putra bungsu, keluarga Kim menuruni anak tangga dengan semangat.


Ibunya menyambut dengan senyum secerah matahari, disamping Ibunya sang Kakak, Kim Taehyung juga tersenyum penuh sayang sembari mengusak gemas puncuk kepalanya.


"Hyung menang lagi?"Tanyanya melihat raut bahagia keluarganya menjadikan Taehyung dengan bangga bangkit sekedar untuk mengambil sebuah mendali untuk dipamerkan pada sang adik.


Si kepala keluarga, Kim Hansoo berdehem menatap penuh bangga pada sang putra sulung lalu beralih pada si bungsu.


"Kau kapan berhenti bermain-main Jungkookie?"Menjadikan senyuman si bungsu berubah luntur, namun berlangsung hanya sesaat setelahnya dia kembali mengulas senyuman manisnya.


"Kapan kau akan seperti Kakakmu?"


Suara lembut Ibunya lagi-lagi menjadi suara yang amat menyakitkan baginya, ini yang paling di benci Jungkook. Mereka terlalu membanding-bandingkannya dengan sang Kakak.


"Selama ini hanya membuat susah, kapan kau akan menunjukkan prestasimu pada kami?"Meski begitu, Jungkook masih menyunggingkan senyumannya.


"Percuma"Sahutnya singkat.


"Aku seperti Kakak juga, kalian tidak pernah mau peduli"Menjadikan suasana dimeja makan itu berubah tegang.


"Sudah! sudah!, Bagiku kau tetap menjadi adik yang paling sempurna di dunia ini"Taehyung merangkul hangat anak itu yang duduk disampingnya.


Jungkook terkekeh.


"Kau berlebihan Hyung!"Ujarnya menepuk main-main paha sang Kakak yang sontak tertawa.


☆☆☆☆☆


Suara Ibunya menggema menjadikan ketakutan yang mendalam baginya, dibawah guyonan air yang mengucur membasahi tubuhnya, Jungkook memeluk lututnya erat memandang kosong darah yang mengalir dari lengannya.


"Kau dan Kakakmu berbeda, dia terlahir sebagai lambang kebahagian keluarga kita"Lagi-lagi suara Ibunya melantun bersamaan dengan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Sementara kau terlahir sebagai sumber harapan!"Tubuhnya bergetar.


"Kami berharap penuh padamu, kau bisa berguna dimasa depan"Jungkook memejamkan matanya.


"Tidak menyusahkan seperti sekarang"Air matanya jatuh.


"Jangan membuat kami beranggapan bahwa kau terlahir sebagai sumber kesedihan Jungkook, setidaknya buktikan sesuatu pada kami"


☆☆☆☆


Suara sorak penonton diiringi tepuk tangan yang bergemuruh, Jungkook menjadi yang paling depan memberi kekuatan dengan semangat dan bangga tatkala nama Sang Kakak lagi-lagi disebutkan sebagai pemenang.


"Kau hebat Hyung, Aku ingin menjadi sepertimu"Taehyung hanya mengusak surai adiknya.


Dirinya adalah seorang Idol terkenal, bukan hanya karena ketampanannya tapi juga kemampuannya, tidak heran dia selalu mendapatkan perhargaan sana sini.


"Kau menjadi bintang yang paling bersinar diantara jutaan bintang lainnya"Taehyung menaikkan satu alisnya lalu menyunggingkan senyum menawannya.


"Maka berjuanglah! kau pasti bisa sepertiku. Kejar mimpimu dan buktikan pada orang tua kita bahwa kau juga bisa lebih hebat dariku"Jungkook tersenyum semangat.


"Tentu"


"Pantas saja semua gadis bersorak histeris hanya dengan melihat senyummu hyung, kau benar-benar luar biasa"Jungkook mengacungkan kedua jempolnya pada Taehyung yang hanya terkekeh menanggapi ucapannya.


..........


Jungkook tak pernah menyalahkan takdirnya yang seperti ini, meski tanpa pengetahuan semua orang dia kerap kali menyiksa tubuhnya dikala rasa sakit akan kedua orang tuanya mengenai tepat batinnya.


Jungkook sama sekali tak pernah iri pada sang Kakak yang mendapat begitu banyak kesempurnaan dalam hidupnya, justru dia bangga. Hanya saja sikap orang tua mereka yang kerap kali membandingkannya membuat luka dihatinya.


Jungkook juga selalu mengimpikan seperti Taehyung yang dipuja, disayangi, dan dicintai semua orang.


Dia berprestasi, semua guru disekolahnya bangga akan dirinya tapi tidak dengan kedua orang tuanya.


"Kalau kau masih belum bisa menyamai prestasi yang didapat Kakakmu, jangan pernah tunjukkan apapun pada kami"Perkataan ayahnya telak membuatnya meremas kuat piagam yang susah payah didapatnya.


Sejak saat itu Jungkook sadar, bagaimanapun upayanya, orang tuanya memang terlanjur sudah menutup diri untuknya.


Namun karena Kakaknya yang begitu sempurna dan menyayanginya dia terus berjuang, setidaknya dengan senyuman dia dapat menutup lukanya dari Kakaknya.


Hingga hari yang tak pernah dibayangkan seumur hidupnya datang, Jungkook yang sudah bersahabat dari kecil dengan luka harus merasa terhempas sampai ke dasar jurang.


Kakaknya yang sempurna kecelakaan.


Hari itu Jungkook hancur melihat Taehyung sadar, namun kakaknya itu menangis histeris dipelukan Ibunya.


Kim Taehyung kehilangan penglihatannya, Kakaknya kehilangan sebagian dari kesempurnaannya.


Lalu akan seperti apa tanggapan orang terlebih penggemarnya diluar sana nantinya?


Sudah jelas karier dan mimpinya berada di tepi jurang.


Mungkin pikiran seperti itu yang membuat Kakaknya sebegitu hancurnya.


Dengan bergetar Jungkook mendekat kearah sang Kakak yang masih mengamuk histeris di ranjang pesakitannya, meski mendapat berontakan dengan segenap jiwa dan raganya, Jungkook membawa Kakaknya ke dalam dekapannya.


"Kakak jangan seperti ini, aku bersedia jadi mata untukmu asalkan jangan menangis seperti ini"Lantunan kata-katanya itu mampu membuat Taehyung tenang dan terdiam.


"A-aku tidak mau hiks ... Aku tidak mau kehilangan semuanya kook, aku tidak mau!"Jungkook mengeratkan pelukannya pada tubuh sang Kakak, melirik sekilas mata sembab Ibunya.


"Kau tidak akan kehilangan semuanya kak! aku ada untukmu"Dan ucapannya kala itu membuat Taehyung melepaskan pelukannya secara kasar. Memandang ke segala arah dengan kosong.


"Maksudmu, apa kau akan menggantikan posisiku hah?!!"Dan Jungkook terpaku akan ucapan sang Kakak.


Tidak, dirinya memang ingin menjadi Taehyung tapi bukan berarti dia mengambil kesempatan dari kakaknya yang sekarang tengah menderita, justru dia yang melihat kakaknya seperti sekarang ini jauh lebih menderita.


Jungkook kembali memeluk tubuh Taehyung erat.


"Tidak kak! Aku tidak ingin mengambil apa-apa darimu"Air matanya menetes.


"Jungkook aku hancur hiks ... Aku kehilangan semuanya!"


"Kakak tidak akan kehilangan semuanya, aku janji padamu"Dan Jungkook bergegas pergi dari sana.


........


"Mungkin ini harapan yang dimaksud Ibu"Jungkook menulis dalam sebuah surat lalu tersenyum, Kebahagian abadinya akan segera ia dapat.


"Aku tetap bisa melihat dunia dari dirimu Kak, tetap jadi bintang yang bersinar. Aku menyayangimu!"


.........


Jungkook menepati Janjinya pada Taehyung, pemuda itu dengan cepat dapat pendonor mata dan semua kembali berjalan seperti semula.


Taehyung tidak jadi kehilangan kesempurnaannya.


Taehyung tidak jadi kehilangan penggemar dan kariernya.


Taehyung tidak jadi kehilangan semuanya.


Namun dia kehilangan sumber kebahagiaannya.


Begitu juga kedua orang tuanya.


Adiknya ditemukan tewas dikamar mandinya dengan luka sayatan dipergelangan tangannya dan sebuah surat di sampingnya.


"Kau Jahat Jungkook!"


Fin


Ya Allah apa ini?


Edisi gabut😑😑😑😑


G jelas bnget ya😅😂😂😂


ONESHOT YA😗😗😗