
Cinta hadir dengan sendirinya, yang mungkin tak semua orang sadari. Tapi cinta yang h kehadirannya terus kau sangkal akan mendatangkan penyesalan yang membuatmu begitu tersiksa. Begitu pula untuk menghapus cinta yang sudah tertanam dalam hatimu tidak mudah untuk kau hilangkan. Cinta mempunyai cara tersendiri untuk hadir dan mempunyai jalan sendiri untuk kembali.
Bagi Ana kisah hidupnya sangat berwarna. Iya telah merasakan pahit manis kehidupannya, ia telah melalui begitu banyak penderitaan. Maka mulai sekarang ia akan meraih semua kabahagian yang Tuhan ciptakan untuknya. Ternyata Tuhan sangat menyayanginya terbukti dari skenario hidup yang Tuhan berikan, sampai ia bisa lebih menghargai hidupnya dan bahwa hidup juga mengajarinya tidak semua yang ia inginkan akan terjadi dengan begitu mudah, butuh usaha dan pengorbanan yang luar biasa untuk bisa mendapatkannya.
Ana tak menyangka hidupnya seklise ini , iya berfikir hidupnya bagaikan novel romantis yang pernah ia baca. Ia hanya berharap bahwa Christian benar-benar mencintainya, karena sejujurnya walaupun rasa benci yang terus ia pupuk selama enam tahun ini iya pelihara tetap tidak bisa mengalahkan rasa cinta yang ia sembunyikan disudut paling kecil hatinya, tapi takdir berkata lain cinta yang coba iya sembunyikan itu tak bisa ia pernah terlalu lama. Ia hanya wanita biasa yang tidak biasa menahan pengorbanan seseorang hanya karena mencintainya.
"Miss, Saya telah menyiapkan keberangkatan Anda kembali Ke London" ucap F trans menghentikan lamunan Ana.
" Thank you, Frans"
" Oh iya, bagaimana dengan pekerjaan Sean?" Sambung ana
" Telah selesai beberapa menit yang lalu, dia akan menyusul kesini" jawab Frans
" Baiklah, kau boleh keluar. Dan yah mengenai libur panjangmu, aku telah mengirimkan sejumlah uang ke Rekeningmu , kabari jika itu kurang." Ucap Anda dengan senyum menghiasi bibirnya. Bukankah ia bahagia sekarang.
"Woww. Thanks Miss" ucap Frans girang, ini sangat menyenangkan iya mendapat libur panjang dan digaji dengan jumlah yang luar biasa
Setelah kepergian Frans Ana kembali berkutat dengan lamunannya. Sampai dering ponselnya menyadarkannya kembali. Ia mengernyit bingung melihat nomor asing yang masuk.
" Halo?" Jawabnya ragu
" Hai Ana" suara serak yang terdengar begitu jantan membuat Ana terdiam, ia mengenali suara itu dan jantungnya merespon dengan luar biasa.
" Aku merindukanmu" kata selanjutnya yang membuat jantung ana semakin menggila
" Aku merindukanmu dan begitu mencintaimu"
Ana tak dapat menyembunyikan senyumnya lagi bahkan ia yakin kedua pipinya pasti memerah.
"A.. aku juga merindukanmu" jawab Ana
" Aku tau"
" Jangan kembali ke London, aku dan Caty telah sampai Di New York sebaikya kau segera menyusul" lanjut Christ membuat Anda berbagi tanpa sadar.
" Baiklah. Aku akan berangkat sekitar satu jam lagi" ucap Ana disertai senyum yang makin menyebar tak kala melihat putranya memasuki ruangan.
"Oke. Aku menunggumu. I Love You" ucap Chris laut mengakhiri panggilan yang sekali lagi membuat Ana tersenyum.
Ana meletakkan Ponselnya dan menghampiri Sean yang telah duduk di sofa danbil menatapnya Diam.
"Sean" panggil ana yang berhasil menyita perhatian Sean.
" Ada apa? Sesuatu terja6?" Tanya Ana seraya mengusap bahu kekar putranya.
Sersan tak bergeming, iya masih menatap Ana.
"Kita akan langsung kembali ke New York" ucap Ana
Kini Sean tersenyum Masam.
" Ada apa Sean ?" Kini ana bertanya lagi setelah melihat bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
"Aku akan tetap disini" Kini Sean bersuara tapi malah membuat Ana semakin bingung
" Maksudmu?" Tanyanya
" Harus aku Akui , aku tidak bisa tinggal bersama pria yang mana telah menyakiti Mommy, bukan karena aku belum memaafkannya. Aku hanya tidak bisa" Kini Sean mulai menunduk tak menatap mata ibunya.
" Tapi, Sean"
" Sorry Mom, aku hanya tidak bisa. Jika melihatnya masih ada sebagian kecil diriku yang tidak bisa menerimanya meski aku tahu kalau kalian saling mencintai dan itu sudah berlalu" kini mata Sean mulai mengembun. Nyatanya ia masih tidak reka Anda kembali karena takut Anda kembali tersakiti, tapi ia tahu ia tidak boleh menghalangi kebahagiaan Ana.
" Bagaimana dengan Caty?" Tanya Ana. Ia berharap Sean berubah giliran
" Dia tidak akan mencariku lagi, ia telah memiliki Ayahnya. Lagipula jika ia merindukanku aku akan mengunjunginya" meskipun sakit ia pasti bisa melaluinya.
" Sean" Ana mulai menitihkan Air matanya, iya merasa begitu sakit harus meninggalkan Sean sendiri. Meskipun Rencananya ia tidak akan lama Di New York Tapi siapa yang tau tindakan Christian selanjutnya.
" Sorry Mom. Aku membuat menangis dan merusak kebahagiaan yang baru kau dapat" kini Sean mulai ikut menangis.
" Apa yang kau katakan Sean ??" Kini ia bertanya dengan bingung.
" Kita tak dapat memungkiri Bahwa aku hanya orang Asing yang hadir di kehidupanmu yang tak pantas membuat mom Memilih" kini tangis mereka sama sama pecah.
" Hey... Apa yang kau katakan Sean. Kau adalah kado terindah yang Tuhan titipan padaku, kehadiranmu bukan sebuah pilihan tapi kebahagiaan dimana tak mengharuskan ku memilih antara Kau dan Chris, kalian sama sama kebahagian yang secara tak langsung tuhan kirimkan padaku" kini Ana memeluk putranya . Ia tau ke khawatiran Sean dan ia sangat memahami itu.
****
Setelah menempuh perjalan yang cukup jauh dan memakan waktu kini Ana kembali ke kota yang mana sebelumnya sangat ia hindari karena ia anggap sebagai sumber penderitaannya. Iya menatap pemandangan diluar sana jendela mobil yang kini mengantarnya Ke Mansion Christian Mark Murrer. Mengingat Namanya saja membuat Jantung Ana memompa seketika. Begitu besarkah pengaruh Christian padanya.
Kini Ana menginjakkan kaki didepan Mansion Christian, Mansion yang menjadi saksi penderitaannya dan perjuangannya. Ana tersenyum memantapkan Hatinya kembali. Ia melangkah maju dan membuka pintu Mansion dengan hati hati, dan alangkah terkejutnya ia Saat melihat belasan maid berjejer seakan menyambutnya. Ia tersenyum lebar saat melihat Odeth yang melangkah menyambutnya, ia tidak mungkin lupa itu.
"Odeth" sapanya
"Nyonya" balas Odeth dengan membungkuk hormat.
" Selamat Datang kembali" ucap Odeth Tulus, seraya membimbing Anda memasuki Mansion yang disulap dengan begitu indah dengan berbagai macam bunga mengelilingi ruangan dan bunga mawar menghiasi lantai yang dilewatinya.
" Dimana Christian dan Caty ?" Tanya Ana bingung karena sedari tadi mereka berudua tak terlihat bahkan tak menyambut kedatangannya.
" Anda akan segera mengetahuinya" Ucap Odeth dengan penuh teka teki.
Kini ana memperhatikan Mansion ini tak banyak berubah setelah enam tahun berlalu begitu indah dan menawan. Sekarang ia tau kemana Odeth akan membimbingnya,vyaitu keruang tamu.
" MOMMY!!!" Seruan itu Anda sangat merindukan gadis kecil yang kini berlari menghampirinya.
" aku sangat merindukanmu" ucap Caty yang langsung menghambur kepermukaan Anda yang berjongkok menyambutnya.
" Miss you too, Honey" jawab Ana sambil mengecup pipi Caty bergantian.
" Anda kembali berdiri setelah Carry melepaskan pelukannya dan menariknya untuk kembali melangkah sampai suara seseorang kembali menghentikannya.
" Mencintaimu merupakan kebahagiaan yang lambat aku sadari dan aku menyesalinya. Kata Aku mencintaimu saja tak cukup mengungkapkan cintaku, dan kata maaf saja tak mampu menyampaikan penyesalanku. Terima kasih telah mencintai Pria bodoh ini, terima kasih karena masih mau memaafkan pria egois sepertiku. Satu kali kehilanganmu membuatku tau bahwa aku ternyata sangat mencintaimu, maka dari itu aku tak mau kehilangan untuk kedua kalinya karena ku tau itu akan membunuhku. Aku tau Aku egois, tapi bisakah pria egois ini kembali egois untuk memilikimu" ucapan Christian yang cukup panjang tapi malu membuat ana menitihkan air mata karena terharu ia tak menyangka Christian akan melakukan hal itu didepan banyak orang untuk membuktikan pria itu mencintainya.
" Aku menyadari bahwa hidupku tidak akan sempurna Tanpamu, maka dari itu. " Christian menjeda ucapannya dan membungkuk memposisikan dirinya dengan satu kaki sebagi tumounnya.
" Will you be mine? Just mine. Will you marry me?" Ucapan terakhir Christian membuat ana tersentak mundur sambil menutupi wajahnya menahan keterkejutan. Ia sangat terkejut sampai sampai air matanya mengalir tanpa iya sadari. Ia menatap mata Christian, ia dapat melihat kesungguhan dan tekad yang begitu kuat dalam mata itu yang membuatnya otomatis mengangguk.
Cinta adalah adalah nama lain dari kehidupan. Dimana tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana itu dimulai dan dengan cara apa pula ia akan berakhir. Cinta adalah bagian kecil dari kehidupan dimana saat mengalaminya kau bias tertawa karenannya dan menangis didetik selanjutnya tapi tergantung bagaimana kau memaknainya.
Cinta hanya satu kata yang memiliki ribuan makna yang mampu membuat seseorang mengorbankan apapun untuk mendapatkannya bahkan nyawa sekalipun, karena mereka hidup dan mati demi cinta. Siapa bilang cinta tidak bisa dipaksakan, itu semua Tergantung bagaimana cara kau melakukannya.