
Ana memasuki pekarangan mansion tempat ia dan Anak-Anaknya tinggal setelah penjaga membukakannya gerbang. Ia turun dari mobil mewah miliknya membiarkan sopir yang memarkirkan mobil itu digarasi bersama mobi-mobil lainnya. Mansion yang ia tempati tidak sebesar mansion lain yang tersebar diberbagai Negara tapi mansion ini yang membuat ia nyaman dan terhindar dari dunia luar.
Ana memasuki Mansion setelah pelayan membukakan ia pintu. Ia menuju ruang bersantai keluarga saat mendengar suara Anaknya direncana. Matahari baru saja tenggelam pantas saja mereka masih menonton dan bermain.
" Caty, jangan lompat-lompat disofa . nanti kau jatuh" terdengar suara Sean membuat Ana tersenyum Sean sangat menyayangi Caty seperti saudara kandungnya bahkan lebih, ia sedikit protektif pada adiknya.
" Aku akan membakar semua boneka mu jika kau masih melompat" terdengar lagi suara Sean yang mengancam adiknya, pasti Caty tidak mematuhi ucapan Sean. Ana mempercepat langkahnya.
" oke aku stop, tapi jangan bakar bonekaku" terdengar suara Caty. Ana bersukur memiliki kedua Anak yang sangat pintar melebihi Anak Anak diluar rencana, tapi Ana kawatir akan sikap kedua Anaknya itu mereka seperti dewasa sebelum umurnya, walaupun sikap Caty terkadang manja.
" Kak lihat Daddy eh Maksudku Mr Murer berganti pasanggan lagi" ucaan caty membuat Ana berhenti seketika saat memasuki ruang keluarga itu dia mencoba bersembunyi untuk menguping pembicaraan kedua Anaknya.
Memang sedari awal ia tak merahasiakan pada Caty bahwa Christian Mark murer adalah ayah Caty ia takut jika Caty akan mengetahuinya suatu saat nanti dan malah membencinya karena memisahkannya dari ayahnya apalagi dengan sikap Caty yang cepat tanggap dan pemikirannya yang dewasa itu. Tiga bulan lalu ia sangat takut saat tanpa sengaja Caty dan Sean menangkap basah dirinya menangis dikamar saat melihat berita Christian mengencani seorang model an tertangkap basah menginap dihotel bersama. Saat itu Caty bertanya Kenapa ia menangis dan ia menjawab sebelum berita itu ia melihat drama . tapi Caty tidak percaya.
FLASH BACK..
"Mom, kenapa menangis" ucap Seseorang membuat bahu Ana menegang ,ia tahu pasti itu Anaknya, ia buru-buru menghapusnya dan membalik badannya menatap kedua Anaknya ia tersenyum.
"Tidak kok, kemarilah . mom tadi menonton drama sebelum menggganti channelnya" ucapnya lalu menepuk kedua sisi ranjangnya untuk menyuruh kedua Anaknya duduk disampingnya.
" aku tau Mom berbohong" ucap Caty menatap Ana meminta penjelasan. Ana melirik Sean dan mendaatkan Sean membuang muka tanda tak ingin membantunya . tak seperti biasanya.
" katakAna saja yang sebenarnya mom, jangan sampai ia tahu dari orang lain" ucap Sean membuat Ana menegang. Siapkah ia..
Pengusaha terkenal Christian Mark Murer kembali mengencani model terkenal. Dari sumber terpercaya bahwa kemarin malam mereka berdua menginap bersama di hotel. Dan bla...blaa,,blaa...
Caty mengalihkan pandangannya setelah melihat berita yang disajikan salah satu media.
" Apa dia Ayahku?" Tanya Caty membuat Ana menegang.
" B-bukan" ucap Ana tergagap . ia melirik Sean yang menggeleng. Menyuruhnya jujur
" lalu siapa Ayahku?" Tanya Caty masih dengan ekspresi biasanya.
Ana tak menjawab ia bingung harus menjawab apa.
" Mom?" Tanya Caty lagi
" Kepar*t itu" ucap Sean membuat Ana dan Caty menoleh padanya. Ana menggeleng tanda melarang Sean bercerita. Tapi bukan Sean namanya jika ia mau menunda masalah seperti ini.
" Ayah mu yang diTv itu . ******** yang telah melukai Mom, yang telah menghancurkan mom, dan yang membuat kita harus bersembunyi dari dunia, yang membunuh kembaran mu" ucap Sean membuat Caty menitikkan air mata menatap berita yang memaparkan foto Christian. Sedangkan Ana syok mendengar ucapan Sean yang berani memberi tahu adiknya.ini terlalu cepat. Pikir Ana.
"sseaan" ucap Ana seraya menggeleng
"iyya" ucap Sean lalu menceritakan semua yang ia ketahui dari Ana. Ia lelah menyembunyikan rahasia ini, yang bisa saja membawa masalah dimasa depan. Caty hanya bisa menangis memeluk kakaknya yang menceritakan masa lalu kelam itu.
Pintu kamar mandi terjka menampilkan muka Ana yang sembab yang mencoba memaksakan senyumnya. Caty langsung berlari memeluk Ana membuat Ana berjongkok untuk membalas pelukan Anaknya. Ia sudah siap jika Anaknya membencinya
"Mom, maafkan aku membuat mu menangis lagi dan mengingat semuanya" ucap Ana dengan mengernyit bingung
"aku tidak marah karena mom menyembunyikan hal ini dariku. Aku paham penderitaan mom, kakak sudah menceritakannya" ucap caty seraya terus terisak.
"tidak, nak. Jangan membenci dia walaupun begitu dia tetap ayahmu." Ucap Ana yg juga terisak.
" aku tak tau mom, apa bisa aku tidak membencinya setelah ia menyakiti kita mom, dia tak menginginkan ku Mom" ucap Caty yang masih terisak.
"benarkan, mom?" ucap caty membuat Ana mau tak mau mengangguk ia tak mungkin berbohong Caty sudah tau semuanya. Jangan menuduhnya menjadi ibu yang jahat karena Caty sendiri yang memutuskan itu.
" sedari awal aku sudah tau, bahwa aku Anaknya entah firasat darimana aku pernah mengamati fotonya sambil bercermin, Mata ini, rambut ini, bahkan wajah ini, hampir mirip sepertinya" ucap Caty membuat Ana semakin terisak...
FLASH BACK OFF
Ana melangkah memasuki ruang tamu dengan wajah yang ia ubah menjadi ceria setelah menangis mendengar Anaknya sendiri menggunjingkan ayahnya. Miris bukan.
"Mommy, mommy sudah pulang" ucap Caty lalu menghampiri Ana yang mendudukkan dirinya diSofa. Caty mencium pipi Ana diikuti juga oleh Sean itu adalah aktivitas rutin yang mereka lakukan .
" jangan terlalu lelah Mom, nanti Mom sakit, Masih banyak orang terpercaya yang bisa mengurus perusahaan" ucap Sean. Setelah memperhatikan wajah lelah ibunya
" tidak nak, jangan menggantungkan diri pada orang lain" ucap Ana lalu menatap tv didepannya yang masih setia menyajikan berita pria itu.
" Dia mengganti pasangan lagi. Dia bisa mengalahkan pamor para selebriti dunia" ucap Caty.
" biarkan saja. Oh ya! Sayang, rapat besar akan dilakrencanakan di Paris dua minggu yang akan datang, dan kita akan pergi" ucap Ana membelai rambut kedua Anaknya .
" apakah keputusan yang kita ambil sudah tepat, bagaimana setelah ia melihat kita ia kembali mengejar mom" ucap Sean.
" ini sudah benar, jika tidak sekarang, apa kita akan terus bersembunyi seperti ini? Tidak kan, mom akan mengatasinya" ucap Ana meyakinkan Anaknya,
" bagaimana kalau ia tahu bahwa Caty adalah Anaknya bisa-bisa ia menggunakannya untuk membuat mom kembali padannya?" ucap Sean lagi
" memang kenapa kalau ia tahu, biarkan saja, kita juga punya kekuasaan untuk melawan dia" ucap Caty membuat Ana dan Sean menatapnya
" apa? benarkan, kalau kalian takut aku akan ikut dia setelah ia tahu aku Anaknya. Jangan pikirkan itu .aku akan tetap dengan kalian, mana mungkin aku mau ikut dengan pria seperti dia" ucap caty