THE RETURN OF FIRST LOVE

THE RETURN OF FIRST LOVE
PERTEMUAN



Alana berjalan menyusuri koridor yang sepi menuju meja kerjanya. Di lantai tempatnya bekerja ini memang sepi hanya beberapa karyawan yang di tempatkan di lantai paling atas ini.


" Al kamu baru sampai? " Sapa Nita yang melihat Alana datang membawa cangkir.


" Iya " Alana duduk di kursinya putarnya. " Aku merasa capek sekali hari ini ".


" Kamu di suruh melapor ke bos baru Al "


" Iya aku tau. Eh emang seperti apa si orangnya?? banyak karyawan wanita bahkan Nisa si office girl juga ikut ikutan bilang kalau bos baru kita tampan banget " tanya Al penasaran.


" Iya Al bener " Nisa langsung menjawab pertanyaan Alana sambil senyum senyum.


Alana melongo heran " Bahkan Anisa bilang dia tampan? belum genap sehari dia masuk tapi sudah jadi trending topik hebat banget. Seperti apa si dia "


" Al dia tu.."


" Udah tau !!" potong Alana " aku udah denger banyak tadi naik kesini bahkan sampai di pantri juga masih denger dia di puji puji " Alana tampak kesal.


" Hihihihi " Nisa tertawa tertahan melihat Alana tampak kesal.


" Ya udah aku masuk dulu " Alana berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ruang bos barunya.


Nisa menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


Tok Tok Tok


" Masuk "


" Permisi pak " Alana masuk berjalan dengan tegap menuju meja kerja Arya. Arya yang sedang duduk di kursi membelakangi Alana sambil memegang ponselnya.


"Sepertinya dia sedang sibuk hingga tidak melihat aku" batin Alana. Alana mendengus kesal.


Arya menghentikan aktifitasnya sejenak. Arya mendengar dengusan Alaña.


Alana yang menyadari gerakana Arya tertegun. " Sial dia menyadarinya ". Untuk menutupi situasi barusan Alana langsung memperkenalkan dirinya.


" Siang pak saya Alana Lunetta saya sekretaris bapak. Mungkin Nisa sudah sedikit menjelaskan tentang saya tadi. Maaf karna saya tidak bisa ikut menyambut kedatangan bapak tadi pagi " Alana menjelaskan sambil membungkukan badannya sedikit.


Arya menghentikan aktifitasnya dia memutar kursinya hingga berhadapan dengan Alana. Matanya menatap lurus ke gadis yang ada di didepannya.


Alana mengangkat kepalanya memandang atasannya yang sudah memutar kursinya berhadapan dengannya.


" Tadi pagi ah......." spontan Alana menghentakkan badannya kebelakang kakinya mundur dua langkah. Tubuh yang tadinya berdiri tegap sekarang gemetar kedua telapak tangannya menutup mulutnya yang terpekik karena terkejut. Tubuhnya terasa panas dingin. Alana masih terkejut melihat pria yang ada di depannya. Dia masih belum percaya dengan apa yang di lihatnya.


Arya yang sedang di tatap aneh oleh karyawannya merasa heran.


"Kenapa kau melihatku seperti melihat hantu? "


" Hah ?" Alana masih tampak linglung dia tidak merespon pertanyaan atasannya. Alana masih saja menatap Arya seakan akan dia bisa hilang jika dia mengalihkan pañdangannya.


Arya tampak kesal dengan ulah sekretarisnya ini. Dia berdiri dari kursinya dan memanggil nama lengkap sekreterisnya.


" Alana Lunetta " dengan nada yang sedikit di tinggikan Arya memanggil nama Alana.


Alana yang di panggil dengan nama lengkapnya dan dengan nada yang agak tinggi akhirnya tersadar. Dia menurunkan kedua tangan yang menutupi bibirnya. Dia mencoba menstabilkan keadaan hatinya yang tidak karu karuan.


" Kamu memberi kesan yang tidak baik pada pertemuan pertama kita Alana Lunetta " Arya masih tetap pada posisi berdirinya.


" Ma ma maafkan saya pak " Alana masih tampak gugup. Dia tidak berani menatap Arya lagi. Dia menundukkan matanya.


" Katakan apa yang mau kamu katakan "


" Ma maaf karena tadi pagi saya tida bisa menyambut kedatangan bapak karena saya harus melobi klien kita yang dari Jepang " jelas Alana masih menundukkan wajahnya.


" Lalu ?"


"Lalu ?" Alana bingung harus menjawab apa.


"Kenapa kau melihatku seperti melihat hantu?" Arya masih melihat Alana menundukkan wajahnya dan melihat bahwa tubuhnya masih gemetar. Arya berjalan menyusuri meja dengan santai menuju Alana. " ada yang aneh dengan gadis ini. Dia tidak seperti laporan yang ku pelajari hari ini.Kenapa dia terlihat berbeda dari yang resume yang ku baca"


" Itu itu karena ...."


" Angkat wajahmu Al "


" ya ah....."


Alana kaget saat dia mengangkat wajahnya Arya sudah berdiri tepat di depannya.Alana tersentak hendak memundurkan badannya tapi karena hal ini tidak terprediksi sebelumnya kaki yang hendak ia gunakan untuk melangkah mundur malah terkilir. Dan dia oleng kesamping.


Brug


" mati aku " batin Alana.


Saat dia berfikir dia akan terjatuh, dia merasakan sebuah tangan besar dan berotot menyangga pinggangnya. Alana membelalakkan matanya dia menyadari wajah Arya yang berada sangat dekat dengan wajahnya.Mata mereka saling bertemu. Tubuh mereka juga menempel.


Deg Deg Deg


Jantung Alana berdegup sangat kencang.Alana merasakan tubuhnya membeku dia merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya.Matanya lekat menatap mata Arya.


"Sampai kapan kamu akan pada posisi seperti ini?"Seketika kesadarannya Alana pulih.


"Ah pak maaf " Alana mencoba berdiri dan "auw...." Alana meringis kesakitan. Tanpa dia sadari dia berpegangan pada tangan Arya.


" Kau sungguh ceroboh. Apa yang sebenarnya kamu fikirkan heh...??" Arya mencoba memapah Alana.


"Tidak usah pak saya bisa sendiri" Alana coba menepis tangan Arya.


" Kau fikir aku tidak liat? Untuk berdiri sendiri saja kau tidak mampu " Arya tetap memapah berjalan dia mendudukan Alana di sofa. Arya berjongkok mencoba melepas sepatu Alana.


" Ah tidak usah pak saya benar bisa sendiri " Alana mencoba mendorong tangan Arya yang berada di kakinya.


Arya tidak menghiraukan Alana dia tetap melepas sepatunya.


" Tidak terlalu parah, di kompres dengan air dingin nanti bisa sembuh"


Arya berdiri berjalan ke meja kerjanya memencet sebuah tombol " Nisa bawakan air es dan kompres kemari "


" Baik pak "


🥀 Bersambung 🥀