
" Silahkan ini ruangan bapak " sambil membuka pintu sebuah ruangan, Nita mempersilahkan Arya masuk. " Mungkin ada yang kurang di ruangan bapak nanti bisa beritahu saya nanti akan saya perbaiki " dengan sikap tegas nita mencoba menjelaskan.
Arya hanya diam dia berjalan perlahan menelisik setiap sudut ruangan. Dia berjalan menuju jendela kantor memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana sambil memandang jauh keluar.
Nita melihat Arya sejenak. " Wah...... liat orang ini,begitu tampan. Wajahnya memiliki garis wajah yang tegas seperti pahatan sebuah patung yang sempurna,postur tubuh yang tinggi berotot dan ah.....dada bidangnya sangat menggiurkan. Coba saja aku dalam pelukan dada dan kedua tangan yang berotot itu " tanpa sadar Nita menelan salivanya sendiri. Dia hanyut dalam dalam lamunannya.
" Lumayan. Kau boleh pergi akan ku panggil jika butuh sesuatu ". 1 2 3 4 5 6 detik berlalu Arya tidak mendengar jawaban dari sekretarisnya. Arya menoleh tanpa membalikkan tubuhnya.
" Kau tidak mendengarku??Kau melamun ??"
Seketika teguran Arya membuyarkan lamunan Nita.
" Hah... iy iy..... iya pak??" Nita terlihat gugup. Mukanya merah bagaikan tomat " Ya Tuhan apa yang baru saja aku lakukan " batin Nita.
" Ckkk....Ternyata kau benar melamun. Kau bolah pergi sekarang "
" Ba...baik pak " Nita masih tampak gugup. "Meja kerja saya tepat di depan ruangan bapak jika butuh sesuatu bapak bisa langsung panggil saya.Saya permisi dulu pak " Nita membalikkan badannya dan bersiap untuk pergi.
" Dimana rekanmu?? Aku melihat ada 2 kursi kerja di depan tapi aku hanya melihat 1 orang "
Nita membalikkan badannya " Owh iya saya lupa memberitahu. Disini bapak mempunyai 2 orang sekretaris. Kami sudah di bagi tugas sebelumnya,saya bertugas mengurus urusan agenda kantor dan Alana mengurus urusan yang berkaitan dengan klien secara langsung. Sekarang dia sedang menjemput klien kita yang dari jepang " jelas Nita panjang lebar.
Arya tetap berdiri membelakangi Nita memandang jauh ke luar jendela, sambil mendengar penjelasan Nita tanpa membalikkan tubuhnya. " Suruh dia melapor setelah kembali. Kau boleh pergi sekarang "
" Baik pak " Nita membalikkan badannya berjalan perlahan menuju pintu dan keluar. Nita menutup pintu dengan pelan,sekilas melihat Arya yang masih tetap berdiri pada posisi semula. Nita kembali ke meja kerjanya dan dengan wajah merah dia tersenyum senyum sendiri.
***
Alana sampai kantor tepat jam 12 siang. Dia menaiki lift menuju lantai 21.Ada beberapa karyawan wanita di dalam lift.
" Siang mbk Alana " sapa salah satu wanita.
" Siang " jawab Alana ramah sambil menyunggingkan senyumannya.
" Kamu gak liat si tadi. Dia tu bener bener tampan " bisik seorang wanita yang ada di pojokan.
" Benarkah? kalau bener asyik dong kita bisa cuci mata iya gak..." seorang wanita menjawab sambil tertawa kecil
" Aku lelah sekali seharian ini " batin Alana sambil mengusap tengkuknya. Dia tidak terlalu peduli dengan wanita yang sedang bergosip di belakangnya.
Ting
" Mungkin secangkir kopi bisa membuatku lebih baik" Alana kemudian menghampiri pantry yang berada tidak terlalu jauh dari ruang kerjanya.
Sampai di pantry Alana menyiapkan cangkir mengambil kopi dan gula dan menaruhnya dalam cangkir.
" Lagi apa mbk " sapa seorang gadis.
" Lagi bikin kopi Nis "
" Mau saya bikinin mbk ?" Tanya Nisa si office girl.
" Gak usah " ucap Alana sambel tersenyum.
"Mbk Al baru dateng??"
" Iya Nis, biasa habis lobi klien " jelas Alana.
" Berarti mbak Alana belum liat dong CEO baru itu " Nisa senyum senyum señdiri.
" Belum " sambil menggelengkan kepala. Dia merasa aneh yang melihat Nisa senyum senyum sendiri " Emang kenapa si kamu sampai senyum senyum sendiri gitu " tanya Alana heran sambil menuangkan air panas.
" Orangnya ganteng banget mbk hihihi " nita tertawa sambil menutup bibirnya.
" Kirain kenapa sampai kamu senyum senyum gitu kaya orang gila" Alana menimpali nisa yang masih senyum senyum sendiri.
" Emang kamu liat tadi??" tanya Alana sambil menyeruput kopi buatannya.
" Iya pas tadi dateng aku bertugas ngebersihin lantai bawah aku liat pas bos mau naik lift, cuma sekilas tapi udah keliatan ganteng bangt. Kulitnya putih bersih tubuhnya tinggi berotot kekar dadanya lebar......"
" Udah udah cukup.Jadi gosip kan kamu disini " Alana coba menghentikan Nisa yang terlihat masih ingin nyerocos soal bos barunya itu. " Tar aku liat sendiri kaya apa orangnya.Awas kalau gak sama kaya definisi kamu " Alana coba menakuti Nisa sambil ketawa.
"Sip deh pokoknya mbk " kata Nisa sambil mengacungkan kedua jempol tangannya.
" Dah aku balik kerja dulu " kata Alana sambil menepuk bahu Nisa.
" Oke mbk "
Alana berjalan sambil membawa cangkir kopinya menuju meja kerjanya. " Seperti apa sih orangnya sampai para wanita heboh seperti itu " batin nisa sambil menggelengkan kepalanya.
🥀 Bersambung 🥀