THE LEGEND OF THE FIRST LOVE

THE LEGEND OF THE FIRST LOVE
KENAPA BUKAN AKU?



Chanyeol Pov


Hari ini, hari kedua ku di SMA Shinhwa. Entah kenapa semenjak tidak sengaja menabrak meja gadis itu aku selalu memandangi dia tanpa sadar.


Ditambah lagi berbagai rangkaian kejadian hari ini yang terjadi kepadanya membuataku tidak bisa mengabaikannya walaupun sudah seringkali kucoba.


"Mina, kau dipanggil oleh guru hwang". Teriak ketua kelas di depan pintu saat jam istirahat belum lama dimulai membuat aku menoleh kembali kearahnya.


Dia pun berdiri. Namun disaat itu juga, seketika kelas mendadak hening .


"Mina, kenapa kau tiba-tiba berdiri? ". Ucap salah satu temannya yang bernama bomi pelan.


"Sepertinya kau salah paham lagi, yang dipanggil itu kang mina, tuh lihat". Temannya yang lain menambahkan sambil menunjuk kearah pintu.


Perkataannya benar. Sekarang di sana, ketua kelas sudah berdiri bersama seorang gadis yang juga bernama mina, lebih tepatnya kang mina.


Aku merasa, seisi kelas mulai berbisik saat melihat kearahnya. Secara tidak sengaja bahkan aku mendengar seseorang berbisik ke teman nya dengan berkata "Lucu sekali kwon mina, sudah tau ada dua nama mina di kelas tapi dia dengan PD nya selalu saja menganggap dia yang dipanggil".


"Tau tuh, kalau gua jadi dia pasti bakalan pastiin dulu supaya nggak bikin malu. Tapi dia malah keliatan ga peduli tuh, buktinya kejadian ini udah ketiga kalinya ke ulang". Sahut teman bicaranya.


Sebenarnya perkataan yang mereka bilang tidak sepenuhnya salah, karena kejadian ini memang sudah ketiga kalinya terulang hari ini.


(Flashback on)


Pertama saat guru wali kelas membaca absen. Yang dimaksud adalah kang mina, tapi karena wali kelas mengucapkan tanpa nama lengkap membuatnya kaget dan dia sontak mengangkat tangan bersamaan. Hal itu awalnya hanya direspon anak kelas dengan tatapan heran dan maklum.


Tapi berbeda di kejadian kedua, mereka mulai berbisik-bisik membicarakannya. Aku tidak terlalu ingat dengan jelas karena itu terjadi saat jam pelajaran matematika. Pelajaran yang bisa membuatku diambang sadar dan tidak.


Kalo tidak salah, saat itu dia mendapat sebuah kertas yang berisi nomor cowo sok kecakepan dikelas namanya Lee haneul. Tapi sepertinya dia belum sempat baca lebih detail karena orang yang memberinya kertas berkata itu buat kang mina. Awalnya aku hanya berfikir mereka tidak sengaja tapi mendengar mereka bilang "syukurin tuh gadis caper".


Benar-benar keterlaluan, disini siapa yang caper? Bukannya kelompok mereka yang begitu. "Gua yang ganteng diem aja, malah yang kaga seberapa yang berisik". Ujar batinku kala itu.


(Flashback off)


Mungkin dia dan temannya juga mendengar yang anak gunjingkan. Buktinya dia langsung menunduk karena malu akibat mendengar itu. Dan bagaimana dengan reaksi kang mina saat anak kelas seperti itu?


Dia hanya sejenak menatap kwon mina kemudian berjalan mengikuti ketua kelas dan berlalu pergi tanpa peduli atau merasa bersalah. Sungguh tidak berperasaan.


Huh sepertinya aku tidak bisa lagi menggabaikannya.


"Oiii kwon mi". Teriak ku


Dia kemudian melihat kearahku dengan tatapan bingung.


"Sepertinya hari ini hari yang berat buat lu kwon mi". Lanjutku


"Kwon mi? ". Tanya temannya berbarengan. Ekspresi mereka sama dengan mina yang bingung akan ucapanku.


"Mina, kau mengenalnya? ". Temannya yang bernama naeun mulai membuka suaranya.


Dia pun mengangguk untuk menjawab pertanyaan naeun dan mulai menatapku seraya berkata


"Hei kenapa lu manggil gua kwon mi? Nama gua itu mina".


"Iya tau, kwon mina kan. Tapi berhubung ada dua mina dikelas makanya gua panggil lu kwon mi supaya kejadian salah orang nggak terus ke ulang". Jawabku.


Kelas pun berhenti bergunjing dan mulai mendengar omonganku. Aku senang akhirnya bantuanku berhasil. Namun...


Dia menatapku dengan tatapan tidak suka lalu berkata cukup keras


"KENAPA DIA YANG HARUS DIPANGGIL MINA? KENAPA BUKAN GUA? ".


Aku sempat diam sejenak mendengar suaranya yang cukup keras. Apa-apaan ini kenapa dia malah marah padaku.


Mau tidak mau aku menjelaskan "Lupa ya, hari ini tiga kali nama mina dipanggil dan yang dimaksud itu bukan lu. Makanya manggil lu kwon mi itu solusi terbaik. Dan satu lagi, kalau lu yang dipanggil mina, kasian kan dia masa dipanggil kang mi. Padahal kan dia nggak jualan mi". Ucapku seraya bercanda dan tertawa kecil untuk meredakan amarahnya.


Tapi kenyataan tidak sesuai harapanku. Dia berdiri, lalu berhadapan langsung denganku dan berkata "Park chanyeol lu **** ya? Asal tau saja, itu sama sekali nggak ngebantu dan nggak lucu".


Setelah mengucapkan itu dia dan temannya beranjak pergi dan menatapku dengan tatapan tak suka.


Akupun kembali diam dan berfikir dimana salahku? Aku bermaksud baik memanggil dia kwon mi karena sejak tadi pagi dia terus menerus dihadapkan dengan kondisi yang membuatnya malu karena namanya.


"Chanyeol, kenapa lu masih berdiri mematung disitu? " Tanyanya


"Sedang berfikir". Jawabku.


" Bisa sambil duduk nggak mikirnya, lu nutupin jalan tuh anak-anak susah lewatnya". Celetuk nya


Mendengar ucapannya akupun menghampirinya lalu berkata,


"Hei, bukannya seorang gadis tidak suka kalau kepunyaannya sama dengan gadis lain? Semisal memakai baju yang sama dengan gadis lain dalam satu tempat dan satu waktu".


"Benar". Jawab singkat teman sebangkuku


"Berarti kaga salah dong gua. Tapi kenapa dia malah kaya gitu? Gua kan niatnya ngebantu karena dia merasa malu perihal nama yang sama. Tapi bukannya berterima kasih dia malah manggil gua ****".


"Dia juga benar, lu ****".


"Cih kyungsoo sebenarnya lu dipihak siapa?". Ujar ku tak suka.


" Lu nggak suka dipanggil ****? ". Tanyanya


Aku pun menjawab " Iyalah, mana ada yang suka dipanggil begitu".


"Dia kan cuma manggil **** tapi lu udah ngerasa nggak suka. Apalagi dia yang lu panggil kwon mi". Tambah kyungsoo.


"Itu kan beda woi. Gua manggil dia kwon mi karena namanya memang kwon mina, sedangkan dia memanggil gua **** padahal itu bukan nama gua".


"Kalo begitu lu nggak keberatan dong dipanggil park chan? Secara nama lu kan park chanyeol". Sanggah kyungsoo


Aku terdiam sejenak


"Park chan? Itu terdengar aneh". Jawabku.


"Lalu apa bedanya dengan kwon mi? Apa menurut lu kaga aneh? ".


Mendengar ucapan kyungsoo membuatku terdiam. Dia selalu saja bisa membuatku berubah pikiran. Walaupun awalnya kupikir sudah pasti benar, tapi mendengar ucapannya bisa berubah menjadi salah.


" Kenapa diem?". Suara kyungsoo menyadarkan ku kembali


"Iya iya gua salah". Lagi-lagi aku pun menyerah.


ย 


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


ย 


Permisi, mas mba ada surat pengenalan tokoh lagi nih dari author. (ยด-ฯ‰-')\=อŸอŸอžอž๐Ÿ’Œ


๐Ÿ“ฉ๐Ÿ“ฉ๐Ÿ“ฉ



*Nama : Kang mina


Tanggal lahir : 4 Desember


Zodiak : Sagitarius


Gol. Darah : O


Tinggi badan : 162 cm


Berat badan : 48 kg



*Do kyungsoo salah satu teman chanyeol, baru kenal chanyeol beberapa hari sebenarnya atau lebih tepatnya kenal pas waktu daftar masuk SMA Shinhwa. Dia itu orangnya berani ceplas-ceplos tapi kata-kata selalu terdengar bener. Semacam tipe orang yang lebih mentingin jujur sekalipun sakit.


Sekian isi suratnya.