THE LEGEND OF THE FIRST LOVE

THE LEGEND OF THE FIRST LOVE
BECAUSE SMILE



Setelah jam istirahat berbunyi, kelas yang awalnya hening berubah kembali menjadi pasar saat guru melangkah keluar dari pintu kelas. Pening aku mendengar semua teriakan ini. Heran, kenapa sih ngomongnya harus teriak ? Jaraknya dekat padahal.


"Shtt shtt, kalian yang didepan". Suara yang berasal dari belakang naeun membuat aku dan naeun sontak menoleh bersamaan.


"Kenapa? Kami dari tadi tidak berisik kok". Balas ku yang sedikit tak suka karena ditegur begitu.


"Ehhh bukan begitu, tadi aku ga bermaksud menegur hanya memanggil. Kan aku belum tau namanya makanya aku tadi shtt shtt gitu". Jelas gadis bermata sipit dibelakang naeun.


"Ahh, maaf sepertinya aku sudah salah sangka". Timpal ku yang merasa tidak enak usai penjelasannya tadi.


"Sudah-sudah kalian ini ga usah terlalu serius kenapa. Mending kenalan dulu aja biar ga slek, nama aku jung eunji dan yang berkata sipit ini bomi". Ujar gadis yang duduk dibelakang ku, mungkin dia bermaksud menengahi pembicaraan kami.


"Hai eunji, namaku naeun dan dia mina. Senang mengenal kalian". Naeun berkata sambil menunjuk ku.


Setelah saling mengenal dan berhubung sekarang jam istirahat, kami berempat memutuskan untuk ke kantin. Perjalanan ke kantin pun terasa sangat menyenangkan, mungkin karena aku nggak sendirian.


Kekhawatiran yang sebelumnya tentang apakah aku bisa berbaur pun sudah lenyap ketika mengenal mereka bertiga. Naeun yang sangat cerewet dengan logat khas daegu miliknya. Bomi yang anggun dengan paras chinese nya (mata sipit, kulit putih). Serta eunji gadis tomboi yang membuat aku (si pendek) merasa tinggi.


"Jadi kalian ini satu SMP ternyata. Pantes aja akrab banget". Kata naeun sambil memotong siomay yang dibelinya tadi setelah sampai di kantin.


"Sebenernya sih bukan cuma satu SMP, aku dan bomi juga satu SD sebelum aku pindah saat kelas 3 ke ilsan. Tapi nggak lama tepatnya setelah lulus SD aku balik lagi ke seoul". Jelas eunji sambil memakan siomay miliknya.


"Kalo kalian, kenapa bisa saling kenal? ". Katanya sambil menunjuk aku dan Naeun.


"Kami baru kenalan tadi di gerbang makanya kenal". Jawab naeun.


Aku, bomi dan eunji saling bertatapan kemudian langsung tertawa lalu kompak berkata "iyalah kenal itu karena udah kenalan, dasar naeun".


Sepertinya benar ucapan nenek tentang, "temanmu adalah cerminan dirimu". Bukannya ingin menghina tapi mereka sama konyolnya denganku.


SKIP


Setelah perut kami begah, kami pun langsung kembali menuju kelas. Tapi ditengah perjalanan eunji ingin ke toilet makanya naeun sama bomi ikutan latah.


"Ya udah kalian aja deh bertiga ke toiletnya, aku nunggu dikelas aja. Nggak apa-apa kan?". Ucap ku ketika mereka mengajakku untuk ikut ke toilet.


"Iya mina ga apa-apa kok, kamu duluan aja nanti kita nyusul". Jawab bomi sebelum bergabung dengan naeun dan eunji yang sudah lari duluan ke toilet.


Sepeninggalan mereka bertiga, aku masuk ke kelas lalu duduk diam di bangku sambil mendengarkan lagu melalui earphone ku. Belum lama aku terhanyut dalam lagu yang ku putar, tiba-tiba mejaku tersenggol secara tidak sengaja dan membuat earphone ku terlepas dari telingaku.


"Maaf ya nggak sengaja". Ujarnya seraya membenarkan kembali mejaku yang sedikit miring setelah di senggol.


"Iya". Jawabku singkat seraya meraih kembali earphone yang terlepas dan bermaksud ingin memasangnya kembali.


Belum sempat ku pasang, tangan ku sudah ditarik oleh orang yang tadi menyenggol mejaku.


"Apa lagi? ". Tanyaku singkat.


"Ya udah maaf". Balas ku.


"Jangan jutek nanti ga dapet temen lho". Dia tersenyum menanggapi permintaan maaf dariku. "Oh iya, belom kenal kan. Nama gua chanyeol, park chanyeol". Dia memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


"Kwon mina". Aku pun meraih uluran tangannya sambil memperkenalkan diri, dan berusaha tersenyum agar tampak seramah mungkin. Ya supaya tidak dibilang jutek.


" Semoga kita bisa akur ya kwon mina". Dia tersenyum lagi dan lebih lebar dari sebelumnya.


Tanpa sadar aku pun tersenyum menanggapi ucapannya. Melihat dia yang terus tersenyum seperti itu membuat batinku tidak sengaja berucap ganteng, sampai akhirnya sadar. Udah gila ya, masa sempat mikir dia ganteng. Cowok petakilan, berisik dan cengengesan ini, masa iya ganteng?


ย 


๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•


ย 


Ketemu lagi sama author (โœฟโ›โ—กโ›)


Di bab ini author juga nggak lupa kasih surat sama kaya yang di bab 1 isinya penjelasan tokoh..


Nih tangkap ya (ใฃ'-')โ•ฎ\=อŸอŸอžอž๐Ÿ’Œ



*Nama : Park chanyeol


Tanggal lahir : 27 november


Zodiak : Sagitarius


Gol. Darah : A


Tinggi badan : 185 cm


Berat badan : 69 kg



*Yoon bomi, keturunan chinese dan korea. Ibunya pure orang chinese, makanya ga heran kalau nurun ke dia. Dia ini tipe cewek yang ngomong seperlunya, tapi beda kalo udah ngobrol bareng temen deket. Dia jadi cenderung lebih aktif bahkan bisa dibilang cerewet.



*Si tomboi jung eunji. Sebenernya dia ga terlalu tomboi. Buktinya kalo mau maen bareng, dia masih sempetin pakai bedak plus liptint tuh. Karakter eunji itu kaya tasmania, tau kan kartun itu. Dia orangnya aktif banget, saking aktif nya temen-temennya bingung harus gimana ngeresponnya. Hampir aja lupa, sekedar info nih mina itu suka banget kalo jalan bareng sama eunji, dia bilang dia jadi lebih tinggi (padahal mah cuma beda 6cm).


Sekian..