
Raaawwrrrr
Seekor bayi beruang terlihat sedang bertarung dengan remaja berambut setengah hitam setengah putih, remaja itu tak lain adalah surya. Bekas luka dengan berbagai tingkat keparahan menhiasi tubuh bayi binatang buas itu, walaupun keadaan lebih baik untuk remaja itu tapi tubuhnya juga penuh dengan luka, pakaiannya sudah compang camping apalagi dengan bekas cakaran yang cukup dalam di pinggangnya.
Bekas cakaran itu berasal dari saat surya berniat menyerang perut bayi beruang itu dengan melewati bagian bawah sang lawan tapi si bayi beruang malah langsung berdiri sehingga tebasan pedang surya tidak mengenai apa-apa selain udara dan di balas dengan lambaian cakar tajam dari bayi beruang yang berusaha dia hindari dengan berguling menjauh tapi tidak berhasil menghindar, jika surya sedetik lambat serangan itu akan menembus organ dalamnya.
Sekarang keduanya telah bertarung selama setengah jam, surya berhadapan dengan lawan yang sama kelelahan mengingat darah yang terkuras banyak akibat banyak luka meskipun memiliki stamina dan fisik lebih unggul darinya. Surya langsung berlari menyerang dengan pedangnya sementara bayi beruang juga langsung bentrok dengan menghadapi lawan.
Ketika mereka hanya berjarak satu meter, surya membatalkan serangannya lalu berbelok ke kiri menghindari cakar kanan dari bayi beruang, ketika tubuh kepala lawan melewatinya surya langsung menusuk area tulang rusuk musuhnya yang membuat bayi beruang itu berteriak kesakitan.
RAAAWWRRRR
Akan tetapi ketika surya mau mencabut pedangnya, senjata itu tersangkut di tubuh lawan, dan mengharuskannya untuk melepasnya terlebih dahulu ketika si bayi beruang membalas dengan tusukan cakar kanannya, setelah mundur untuk menghindarinya surya tidak bisa menghela nafas karena sang lawan menggila terus mengejar dengan mata merah akan menggigitnya dengan ganas yang berhasil dia hindari tapi sebelum dia sempat mengambil nafas dia dihantam oleh lambaian lengan tebal dari bayi beruang.
Ugghhh
Surya terpental puluhan meter sebelum memabrak pohon besar, dia bisa merasakan bahwa tulang rusuk kirinya patah beberapa bagian akibat tabrakan keras tersebut yang membuatnya meringis kesakitan hingga meneteskan darah di sudut mulutnya.
"Bajingan.."umpat surya saat berusaha bangun, ketika surya meratapi lukanya bayi beruang juga berusaha mencabut pedang yang tersangkut di antara tulang rusuknya.
"Hehe pedang itu cukup kuat untuk puncak magang,apa kau pikir semudah itu menghancurkannya?"kekeh surya berhasil berdiri melihat bayi beruang itu membuang pedang yang telah di cabutnya setelah gagal mematahkan pedang musuhnya dengan menggigitnya.
Kini surya dan bayi beruang sama-sama terluka parah, keduanya bisa melihat niat membunuh dari kilatan mata lawan. Seolah mereka mencapai kesepakatan, mereka saling berlari untuk menghabisi musuh.
Ketika mereka hanya berjarak beberapa langkah surya melambaikan tangan di depan mata sang lawan dan membuang pasir yang ada dalam genggamannya, lalu berlari ke samping untuk mengambil pedangnya. Sementara bayi beruang langsung panik saat penglihatannya menghilang dia hanya bisa melambaikan cakarnya sembarangan untuk mencegah surya menyerang.
Rawrr..raaawwwrrr
Bayi binatang buas itu terus berteriak sambil melambaikan cakarnya seakan menghina surya karena menggunakan trik tercela.
"He he, aku tak peduli yang penting kau harus mati kali ini" ucap surya lalu dia berlari di belakang bayi beruang dan memanjat punggungnya, lalu dia menebas pedangnya dengan semua kekuatan yang tersisa pada leher bayi beruang dan lepaslah kepala sang lawan dari tubuhnya yang menjadi tanda akhir pertempuran mereka.
"Hahahaa..." tawa puas surya terdengar ketika tubuh nya ikut ambruk dengan tubuh musuhnya, ini adalah tawa dari lubuk hatinya yang pertama setelah kepergian ayahnya.
Pada saat tubuhnya telah pulih sepenuhnya setelah mengonsumsi ramuan penyambung tulang dan ramuan pemulihan, surya melanjutkan pelatihannya dengan mencari buruan selanjutnya. Kali ini dia mencari di area tiga hingga empat kilometer, agar tidak bertemu lawan yang terlalu berat seperti bayi beruang tadi. Lima belas menit kemudian dia bertemu serigala sendirian yang yang terpisah dari kawanannya, dia langsung mencabut pedangnya dan mulai bertarung dengan serigala tersebut.
Serigala itu juga tak mau kalah dia langsung bergegas menuju surya ketika melihat manusia berlari menyerangnya, setelah beberapa menit bentrokan surya berhasil mengakhiri hidup lawannya dengan memenggal kepalanya. Jika bukan karena keunggulan senjatanya setelah memotoh salah satu kaki dari lawannya mungkin serigala itu akan bisa melarikan diri mengingat dia memiliki kecepatan yang sama denga surya.
Setelah mengumpulkan mayatnya ke dalam kantong ruang di pinggangnya surya langsung melanjutkan perjalanannya, tapi setelah beberapa jam mencari di area itu dia tidak melihat bayi binatang buas yang bisa dia buru entah karena berkelompok atau telah berlari ketakutan ketika melihat surya, ketika matahari mulai tergelincir kearah barat dia memutuskan untuk pulang.
Dalam perjalanannya dia tak lupa mencari kalkun api favoritnya di area 1 kilometer, kalkun api adalah sejenis binatang mutasi, binatang yang tidak bisa menjadi binatang buas alias tingkat 1, surya tidak kesulitan mencarinya karena kalkun api adalah hewan yang sangat produktif, telurnya bisa menetas setiap 3 bulan dan sepasang kalkun api bisa bertelur hingga belasan sekali reproduksi, karena itulah di area ini terdapat banyak kawanan kalkun api. Setelah membunuh beberapa kalkun dan mengumpulkan mayatnya dia langsung pulang.
"Mereka pasti siswa dari sekolah kejuruan.."gumam surya saat menyaksikan mereka memasuki gerbang kota, disini banyak grup petualang atau remaja yang pulang dari perburuan mereka.
"Hei, fire arm apakan kalian mendapatkan keuntungan hari ini"
"Huh, yang pasti lebih dari yang black bull kalian dapatkan"
"Owh, kalau begitu bagaimana jika kita bandingkan?"
"Ya ya, bandingkan jangan pengecut"
"Aku bertaruh grup black bull mendapatkan lebih dari grup fire arm"
"Kalau aku akan bertaruh fire arm yang lebih banyak"
Surya langsung melewati kerumunan para petualang yang berisik dan memasuki gerbang kota, kali ini dia tak langsung memanggil hovercar tetapi dia berjalan terlebih dahulu menuju toko bahan untuk menjual sebagian buruannya.
Sesampainya dia di toko bahan, surya terkejut di sambut berbagai herbal yang terpasang rapi dan beragam bagian tubuh binatang buas yang di awetkan di dalam tabung dengan suatu cairan.
"Halo pelanggan, apa ada yang anda butuhkan?"tanya pegawai di meja kasir.
"Aku ingin menjual mayat bayi serigala tahap kedua"kata surya pulih dari lamunannya.
"Kalau begitu silahkan ke ruang belakang, disana ada penilai kami yang bertugas"jawab pegawai kasir tadi.
"Terima kasih kalau begitu"sahut surya seraya berjalan menuju tempat yang di sebutkan pegawai kasir, di sana ada seorang pegawai yang menunggu di samping meja yang lebar.
"Aku ingin menjual bayi serigala ini"tanpa basa basi surya langsung mengeluarkan mayat serigala dengan kepala dan satu kaki terpisah.
"Biar kulihat dulu kondisinya"jawab penilai itu mulai membolak balik mayat itu untuk melihat kerusakan yang ada.
"Yah kulit dan bulu bagian tubuhnya utuh, meski ada kepala dan bagian kaki yang terpotong itu tidak berpengaruh. Bagamana kalau 2300 kredit?"
_2300? Yah lumayan untuk satu mayat tahap dua bernilai 20 batu mana tingkat rendah_ pikir surya.
"Oke deal" jawab surya. Lalu si penilai itu menulis sesuatu di kertas nominal yang di sepakati dan memberikannya pada surya.
"Bawa itu ke kasir depan dia akan memberimu uangnya" kata sang penilai tersebut.setelah membawa kertas dan menyelesaikan transaksi dengan kasir. Surya langsung memanggil hovercar untuk pulang.