The Journey Of Magic Warrior

The Journey Of Magic Warrior
1. Surya Wijaya



Pada siang hari yang terik,di sebuah lapangan pelatihan yang luas di dalam komplek bangunan sekolah pencerahan pejuang terdapat anak-anak yang sedang berlatih pedang dengan bimbingan mentornya.


"Ayunkan pedangmu dengan tegas!,ikuti gerakan ku!!"perintah mentor pedang pada semua murid yang ada dihadapannya sambil mempraktikan gerakan pedang dasar yang diikuti oleh para murid.


-POTONGAN-


-SAPUAN-


-TUSUKAN-


para murid mengikuti gerakan mentor dengan pedang kayu yang mereka pegang.mereka terus mengulangi gerakan dasar ini hingga ratusan kali,ketika matahari sudah mulai tergelincir,mentor berwajah garang itu menghentikan semua muridnya.


"Baiklah, semuanya bisa berhenti!! Cuci muka kalian lalu kembali ke kelas dan jangan lupa kembalikan pedang kayu ke gudang!"titah sang mentor pada anak-anak muda yang sudah berkeringat dan berdebu di sekujur tubuhnya.


Para murid bubar sesuai arahan mentor mereka berjalan menuju gudang di samping gedung utama tempat mereka belajar.ketika mereka kembali ke kelas mentor pencerahan masuk kedalam kelas tak lama setelahnya.mentor wanita berkaca mata dengan pakaian ringan dan rok selutut memandangi para murid yang terlihat lelah dengan wajah puas.


"Bagus sekali anak-anak!! kalian telah mengalami pelatihan pedang dasar jadi kalian sudah menyelesaikan pelatihan dasar yang ada, tapi kalian tidak boleh berpuas diri kalian harus terus berlatih latihan dasar ini sebagai fondasi di samping kultivasi utama sehingga ketika kalian mendapatkan pelatihan yang lebih maju kalian akan lebih mudah memahaminya,apakah kalian mengerti?"kata mentor wanita itu.


"Baik,bu!!"Jawab para murid serempak.


"Meskipun Kalian besok kalian libur kuharap kalian tidak bermalas-malasan ketika dirumah,bulan depan kalian akan lulus dan pindah ke sekolah kejuruan, jadi kami berharap kalian bisa membuat kami bangga dengan mencapai prestasi yang gemilang nanti dan jangan sampai mempermalukan sekolah kita,terutama Surya!"ingat mentor wanita saat memandang bocah yang duduk di barisan belakang. Lantas bocah laki-laki berambut setengah putih dan hitam yang disebutkan mendapatkan tatapan iri dari teman-teman sekelasnya,bagaimana tidak?karena selain diharapkan oleh mentor wanita, Surya juga berasal dari keluarga wijaya,keluarga terbesar dari wilayah indo yang merupakan salah satu keluarga ternama yang ada di federasi bumi.dia juga merupakan anak terbaik dari sekolah mereka karena telah mencapai magang tingkat 2 sebelum sekolah kejuruan.


"Ya,bu!!"jawab Surya dengan tenang dan acuh terhadap pandangan sekitarnya.


"Sekarang kalian bisa pulang dan berlatihlah yg rajin di rumah"ujar mentor wanita lalu meninggalkan kelas. Para murid langsung bubar meninggalkan kelas dengan teman masing-masing,lain halnya Surya, dia adalah anak dengan kepribadian yang tenang, dia tidak banyak bicara dan agak acuh tak acuh terhadap orang yang tidak akrab dengannya jadi meskipun di dekati oleh gadis-gadis teman sekelasnya dia hanya sedikit berbicara untuk kesopanan, tanpa sedikitpun minat menggubris angan-angan mereka.


Dia berjalan sendirian menyusuri lorong menuju pintu keluar gedung sampai gerbang sekolah dia berhenti menunggu hovercar sihir tanpa awak yang akan mengantarnya pulang.


Menyusuri jalan menuju rumah,bersimpangan dengan banyak kendaraan sihir terbaru federasi mulai dari magic tank milik militer hingga berbagai super kargo dari grup petualang dan juga grup karavan berbagai perusahaan menghiasi jalanan kota Hitam, sebagai kota benteng yang memiliki tembok menjulang tinggi 50 meter dan tebal 15 meter melingkar ini dengan berbagai tim petualang ataupun pedagang yang mencari keuntungan bisnis di pinggir jalan.


Sebagai kota semi-militer yang menjaga perbatasan hutan hitam dengan gelombang binatang buas dari kota-kota pemukiman federasi kota hitam menampung tidak hanya petualang maupun pedagang di sini juga ada sekolah kejuruan kota hitam dengan banyak sekolah pencerahan di bawahnya sebagai salah satu basis pelatihan generasi muda federasi.




Saat Surya sampai di pinggiran daerah pusat kota hitam,lalu turun dari mobil sihir setelah memindai lencana identitasnya untuk membayar biayanya dia disambut oleh bangunan 2 lantai yang cukup mewah dengan halaman yang luas.saat dia masuk dari pintu depan dia langsung mendengar suara ana,satu-satunya pelayan manusia dirumahnya.



"Tuan muda,selamat datang!"sahut ana saat berjalan menuju ruang tamu.wajah keturunan eropa asia dengan hidung mancung beserta tubuh dengan lekukan yang sempurna menyambut reyhan dengan membawakan segelas teh hangat kesukaannya.



"Terima kasih ana untuk tehnya"Surya mengangkat gelas teh mendekatkannya ke hidungnya untuk mencium aromanya yang menenangkan. Setelah beristirahat sejenak reyhan mandi kemudian dia melanjutkan latihannya dihalaman belakang dengan berlari untuk melatih gerak kaki dasar nya.



Surya berlari melintasi trek berkali-kali, dia tidak hanya berlari tapi juga menggunakan pakaian pemberat yang memiliki batangan logam di bagian dada, perut, dan punggungnya dia juga memasang logam pemberat di lengan dan kakinya. Dia melakukan nya selain melatih gerakan kaki juga untuk meningkatkan stamina dan memperkuat fisiknya secara keseluruhan.



Sebagai pejuang magang, Surya perlu mempersiapkan dirinya untuk menerobos ke tingkat pejuang formal dengan memperkuat fisiknya secara keseluruhan, karena itu dia selalu berlatih dengan cara ini sehingga bisa meningkatkan tidak hanya kekuatah tubuh, tapi juga stamina dan kelincahan sekaligus.



Ketika keringat yang berkucuran dari tubuhnya menguap akibat panas sinar matahari dan otot-otot tubuhnya telah mencapai batas dari pelatihan beratnya, reyhan menyudahinya dan mulai berkultivasi di atas atap rumah.



Dia duduk dan meminum ramuan energi yang sudah di siapkan, ramuan yang meningkatkan efek kultivasi hingga tiga kali. Pada tingkat magang pejuang perlu memperkuat tubuhnya secara keseluruhan agar tubuh mampu menampung mana untuk menerobos tingkat formal, setiap pejuang magang akan selalu melakukan latihan fisik selain kultivasi dasar yang memperkuat tubuh dengan memperkenalkan mana kedalam tubuh, dengan berkultivasi setelah latihan fisik surya juga memperkuat efek kultivasi itu sendiri, karena itulah ia mampu mencapai tahap kedua sebelum lulus sekolah pencerahan.