Thanks You #1

Thanks You #1
21. Konseling



Dear Reader Mangatoon dan Noveltoon yang saya hormati,


Apa kanar kalian semua?


Semoga selalu dalam keadaan, kesehatan dan kebahagian yang


berlimpah ruah.


Beberapa waktu yang lalu, saya pernah membaca sebuah wacana


dari seorang penulis yang kalau diartikan seperti ini :


“Sebagai penulis, saya mempunya kewajiban dan tanggung jawab


moral atas semua yang saya tulis. Baik secara meteril mau pun spiritual. Oleh


karena itu, saya sangat berhati-hati dalam membuat cerita saya. Karena saya


meyakini pertanggung jawaban atas tulisan saya yang dibaca oleh pembaca akan


saya bawa kelak hingga mati. Efek baik atau pun buruk akan menjadi dosa dan


pahala yang saya bawa mati.”


Nah kata-kata tersebut sangat menghantui saya hingga


sekarang.


Maka dari itu, mulai sekarang saya akan menyortir semua


tulisan saya yang pernah diunggah di platform digital dan melakukan editing.


Jika saya merasa perlu untuk menhapusnya dari peredaram dunia maya, sebelum dan


sesudahnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca sekalian.


Karena rasa dihantui akan tanggung jawab secara moral tidak mudah saya abaikan


begitu saja.


Untuk ke depannya lagi, saya akan lebih memperhatikan apa


saja cerita saya yang bias di publish di Mangatoon dan Noveltoon, semoga kalian


pembaca yang budiman bias menghargai keputusan saya ini. Jujur hal tersebut


tidak mudah namun harus saya lakukan benar-benar. Saya tidak mau menyesal di


kemudian hari karena tulisan saya yang asal asalan.


Salam,


Ningsih Nh


Cuplikan cerita TUJUH PENGUASA NAGA…


(doakan saya punya kesempatan untuk merampungkan cerita


ini,)


Pulau


Flores dahulu kala biasa disebut dengan nama Nusa Nipa yang mana bisa diartikan


dengan nama Pulau Naga, dimana salah satu spesies hewan legenda yang sudah ada


beribu tahun itu tinggal, berkembang biak, hidup damai namun tersembunyi dari


masyarakat lalu kemudian punah.


Kini,


cerita yang mengambil setting latar abad ke tiga masehi Nusa Nipa jauh sebelum


kisah Larantuka berlangsung. Tidak kurang dari tujuh kerajaan berkuasa di tanah


bumi sang legenda hewan penguasa, naga.


Kembali


lagi ke masa dimana Nusa Nipa dalam abad ketiga. Dimana peradaaan yang ada


hanyalah berupa kerajaan kerajaan kecil yang saling berebut wilayah. Atau


sekedar mempertahankan wilayah dari caplokan kerajaan tetangga.


Ada


Ada


yang berusaha menjadi superior di bumi Nusa Nipa.


Begitulah


dunia berjalan. Dari dulu, sejak dulu kala. Yang kuat menggilas yang lemah.


Yang bertahan mencoba menyingkir dari kancah perang sengit tanpa kesudahan dan


memilih melakukan gencatan senjata. Hal yang mungkin akan mereka sesali pada


akhirnya. Karena tidak ada yang berakhir baik dalam sebuah drama perebutahan


kekuasaan. Pun tidak dimasa depan.


Sebuah


ancaman besar yang berasal dari dunia yang berbeda, jauh dari Nusa Nipa. Alam


supranatural dan dari sang Naga itu sendiri.


Tujuh


Penguasa Naga hadir bukanlah sebuah kebetulah, yanga mana memang di desain


sebagai awal mula kisah LPL.


Para


Naga dari bumi Nusa Nipa tempat sarang makhluk mitologi sekaligus supranatural


itu tidak bisa dilihat oleh sembarang orang kecuali ingin menampakkan diri


dengan keinginan sendiri.


Begitu


pula dengan sang penguasa dari makhluk bernama Naga, bukan sembarang manusia


yang bisa mengawal keberadaannya. Mereka, tujuh manusia terpilih yang bisa


dibilang suci yang mampu mengemban tugas mulai nan tragis.


Bagaimana


tidak?


Hanya


sampai nyawa sang pengawal naga itu berhenti maka berhenti pulalah beban


tanggung jawabnya. Dana untuk mencapai kata mati seperti yang dimaksud juga


tidak mudah. Mereka, sang pengawal di anugerahi kekekalan hidup panjang.


ya..


umur panjang bagi sebagian penguasa naga seperti buah simalakama, sebuah


kutukan. Mereka tidak bisa hidup seenaknya. Ada aturan tidak tertulis yang


membelenggu tiap langkah.


Namun,


bagi sebagian lain umur panjang itu juga adalah hadiah tanpa bisa disandingkan


harga gemilang. Mereka seakan bersorak riang menerima.


Umur


panjang berarti kesempatan hidup lebih banyak.


Umur


panjang berarti kesempatan memperbaiki kesalahan lebih besar.


Umur


panjang berarti bisa menjelajah dunia lebih lama.