Take Me To Another World

Take Me To Another World
Kembali Ke Dunia Modern



Cerita Sebelumya


Protagonis perempuan kita yang bernama Marni Sutejo mengalami kecelakaan kemudian arwahnya terhisap ke dunia fantasi. Di dunia fantasi Marni memiliki nama lain yaitu Marilyn Arkhaya.


Selain itu dia juga memiliki keluarga dan teman yang menyayangi dirinya. Sayangnya, takdir seakan mempermainkan dirinya yang sedang bahagia.


Marni kembali ke dunia di mana dia berasal. Hal ini disebabkan ketidak seimbangan jiwa milik Marni. Awalnya Marni akan mati dengan kondisi dia kecelakaan dan ginjalnya diambil oleh keluarganya.


Tetapi, disaat yang tepat kakak kandung Marni menyelamatkan Marni dari kematian yang direncanakan oleh orang tua dan saudara angkatnya. Dia datang dan mengawasi jalannya operasi donor ginjal sampai Marni dirawat di kamar rawat inap pun, kakak kandungan tetap memantau dan membayar seorang perawatan untuk menjaga Marni.


Ketika kondisi tubuh Marni mulai stabil, tetapi Marni tidak dapat bangun. Sang kakak yang bernama Bimo Sutejo mulai cemas. Dia meminta nasehat pada seorang guru agama dan mengundang beberapa anak-anak yatim-piatu untuk mendoakan adiknya.


Usaha baik Mas Bimo akhirnya membuahkan hasil, di mana jiwa Marni yang kembali ke dunia asalnya. Sementara itu, di dunia fantasi teman-teman Marni yang peduli dengannya sedang merencanakan untuk menyusul Marni ke dunia dia berasal.


...🍀🍀🍀...


Jakarta - Ibu Kota Negara Indonesia


Di sebuah ruangan rawat inap rumah sakit seorang perempuan yang telah koma beberapa bulan akhirnya menggerakkan jarinya. Perawat yang merawatnya sedang membasuh tubuhnya pun tersadar.


Walaupun begitu perawat tersebut masih tetap mengamati keadaan pasien. Dia masih menyelesaikan pekerjaannya membasuh dan memakaikan baju bersih dengan tenang.


Setelah pekerjaannya selesai, dia melihat pasien yang mulai mencoba membuka mata. Akhirnya perawat itu yakin untuk menekan tombol di dekat ranjang yang berguna memanggil dokter jaga.


"Nona Marni, apakah Anda dapat mendengar saya? Jika iya, Anda dapat menggerakkan jari Anda," ucap perawat itu sambil menunggu dokter jaga datang.


...🍀🍀🍀...


Marni tidak histeris atau berteriak. Hanya berbaring diam tanpa melakukan. Walaupun tempat Marni berada adalah sebuah ruang gelap tanpa cahaya, dia masih bisa mendengar suara demi suara.


Mulai dari suara seorang wanita yang Marni duga sebagai perawat, lalu ada suara dokter dan penjelasan medisnya. Terakhir, suara seorang lelaki dingin yang ia ingin dekati sejak dirinya kembali ke keluarganya, Mas Bimo. Kakak lelaki kandung yang ia sayangi.


Marni menangis saat mendengar ucapan kakaknya. Tetapi dia hanya berbaring sambil menangis. Ia tidak ingin bergerak atau mencari di mana suara itu berasal.


Sejauh yang dirinya ingat betul dan pahami bahwa dia kembali ke dunia dia berasal. Tetapi, ingatan Marni tetang kenyataan hidup dirinya membuat dia tidak ingin kembali dan membuka matanya.


Dia lelah menghadapi kedua orang tuanya. Dia lelah melihat tingkah sombong Rania. Atau, bagaimana orang-orang di sekitarnya yang membandingkan dirinya dan Rania.


Seorang anak kandung perempuan yang tidak lebih elegan dan cantik dibandingkan anak angkat keluarga Sutejo. Bahkan tidak disayangi oleh keluarganya.


"Hah..." helaan nafas berat Marni saat mengingat masa kelamnya.


Tetapi, di sudut pandang dari kakak lelaki Marni yang bernama Mas Bimo itu lain cerita. Mas Bimo yang mendengar hasil pemeriksaan dan respon tubuh Marni sangat baik tetapi Marni belum juga siuman membuatnya cemas.


Mas Bimo setiap hari datang dan meminta Marni untuk bangun. Mas Bimo bicara dari hati ke hati setiap harinya hingga suatu pagi saat dirinya menangis sambil menggenggam tangan Marni, tiba-tiba dia merasakan pergerakan pada tangan yang Mas Bimo genggam. Ketika Mas Bimo menghapus air matanya, dia bisa melihat kelopak mata Marni mulai bergerak dan mata Marni terbuka.


"Marni... Dek... Kamu udah sadar?" ucap Mas Bimo penuh kebahagiaan yang bercampur dengan kecemasan.


...🍀🍀🍀...