takdirk

takdirk
episode 27



diruang dokter...


bagaimana dok keadaan ibu saya..tanya ayya


ibu nona mgidap kanker otak...tp kmi blm tau Sudah masuk stadium berapa karena hrs menjalani pemeriksaan lanjutan...ucap dokter


apaaa...!!! ayya kaget


ibu TDK pernah mengatakan atau menceritakan nya tentang hal ini...lalu bagaimana dok...tanya ayya lagi


lebih baik nona segera menindak lanjuti ibu nona dgn cara operasi...tp kemungkinan operasi nya jga sedikit utk bisa pulih lagi... jelas dokter karena dokter tahu bahwa kanker ibu ayya SDH masuk stadium akhir...


jika di operasi pun kecil harapan sembuh to setidaknya memperpanjang usia nya saja bukan menyembuhkan total...tapi dokter TDK mau mengatakan hal ini secara langsung bahwa ibu nya TDK bs diselamatkan lagi...


ayya tertegun mendengar penjelasan dokter...


lalu bagaimana aq mendapatkan uang utk operasi ibuk...gumam ayya dlm hati sambil air mata nya jatuh tanpa di sadari nya...


ibu aq tidak mau kehilangan mu...ayah SDH pergi meninggalkan kita sekarang ibu mau meninggalkan aq lalu dgn siapa lagi aq di dunia ini...tangis ayya dlm hati...


nonaaaa...nona...ucap dokter


eehhh iya dok...ayya tersadar dr lamunan nya


saya tunggu besok untuk melakukan operasi tahap awal...ucap dokter


i...iii...ya...dokter...jawab ayya ragu..


ayya keluar dari ruang dokter dan lgsg menemui ibunya...


ibuuuu...ucap ayya...


ayyyaaa...ucap ibu lemah...


ibu... bagaimana Bu apa yg sakit tanya ayya khawatir..


ibu tidak apa-apa nak...jelas ibu yg mukanya terlihat pucat...


bagaimana tidak apa-apa ibu terlihat pucat dan td ibu mengeluarkan banyak darah...ucap ayya...


ibu baik-baik saja nak..tidak ada yg sakit dan tidak ada yg terjadi...elak ibu ke ayya


berapa lama lagi ibu akan menyembunyikan hal ini dr ayya...dan berapa lama ibu menahan semua sakit ini buuuu ..tangis ayya pecah...


ibu kenapa tidak pernah cerita hal ini ke ayya apa ibu tidak sayang lagi dg ayya atau ibu anggap apa ayya ini Bu...timbal ayya lagi sambil menangis


hiks ..hiks...ibu tidak bermaksud menyembunyikan hal ini kepada ayya...ibu cuma takut JD beban ayya dan membuat ayya kepikiran dengan penyakit ibu ini...ibu sudah pasrah nak... jangan kan untuk berobat untuk biaya makan kita sehari-hari tidak cukup malah kita sering puasa karena tidak punya uang untuk makan normal seperti orang-orang...maffkan ibu nak ibuk tidak ingin menjadi beban di hidupmu...ibu sangat bahagia memiliki seorang putri yg hati nya sangat baik seperti dirimu ayya...tangis ibu pecah sambil memegang tangan ayya


ibu tidak bs membahagiakan mu setidak nya ibu tidak akan membebani mu...biarlah ibu seperti ini...jgn dipikirkan ibu tidak apa-apa ibu akan sembuh nak insyaallah...ucap ibu sambil memegang dan mengelus tangan ayya...


tidak kkkkk....ibuk harus sembuh apa pun yg terjadi ibu hrs sembuh dan ayya akan berusaha bekerja keras untuk kesembuhan ibu semua biaya biar ayya yg cari ibu tetap beristirahat lah disini..jgn pernah membantah apa yg ayya bilang ayya ga mau kehilangan untuk kedua kali nya..ucap ayya sambil menangis...


ibu tetap disini ayya akan pergi dulu meminjam uang kepada om hendra...ucap ayya..


jgn nak tidak usah ke tempat om hendra dia tidak akan mau menolong kita kau tau sendiri bagaimana om mu itu...ucap ibu...