takdirk

takdirk
episode 1



yaaaa....ini hari kelulusan ku dr sekolah ku semua siswa diantar wali mereka masing2 karena ingin mengambil ijazah tp tidak dengan diriku Cahya P.d yang datang seorang diri ke sekolah dikarenakan ibuku Aisyah tidak dapat hadir karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggal kan nya...


keringat yg bercucuran dan nafas yang ngos-ngosan karena berlari dari rumahku yang jarak nya 1km. sampai nya di sekolah saya berdiri ikut barisan utk mendengarkan sambutan dari kepsek kami


ku lihat teman teman ku yang sedari tadi sangat senang berbincang-bincang sesama murid yang menceritakan kemana mereka akan melanjutkan pendidikan nya, ada yg kuliah ke kota xxx,ada yang kuliah keluar negeri dan banyak lagi sedangkan aq hanya diam tak terpikirkan utk kuliah bahkan melanjutkan pendidikan kemana pun tak pernah terlintas di benak ku sama sekali karena kondisi keluarga yang susah


salah seorang teman bertanya padaku yaitu Keysa anak orang kaya di daerah ku...


dengan sombong nya ia bertanya padaku


heiii "ayya" kamu mau melanjutkan pendidikan kemana,??? jangan bilang kamu tidak akan kuliah karena orang tua mu susah, nyinyir...


ohhh benar kata mu key aq tidak melanjutkan pendidikan (cukup sampai SMA ini saja itu sudah beruntung makan aja susah apa lagi mau kuliah)gumam ku dalam hati... jadi kamu mau kemana dong??? tanya Kesya lagi


oh aq akan bantu ibuku mencari uang saja...


jadi pembantu donk kalau seperti itu...kayak ibumu kan?? ucap Kesya sambil mengejek


yaaaa karena aq org nya gak banyak omong dan bicara seperlunya saja jadi tidak ku gubris lagi perkataan Keysa.


acara pun dimulai kepala sekolah berpidato bahwa ketika akan mengambil ijazah harus dengan orang tua dan dikenakan biaya 500rb..


deggg jantung berdebar kencang dari mana aq bisa mendapatkan uang sebanyak itu


dari gajiku pun sebagai tukang cuci piring di restoran tempat aq bekerja tidak mungkin aq mendapatkan uang karena baru seminggu yang lalu aq sudah cash bon untuk membeli obat untuk ibuku.


flashback


sebagai uang sekolah dan untuk memenuhi kebutuhan ku dan ibuk aq bekerja paruh waktu di restoran di kota ini. bekerja dr jam 2 siang sampai jam 9 malam dengan upah 800 rb perbln. mungkin bagi orang lain uang segitu tiada arti nya tapi tidak bagiku uang itulah yang memenuhi kebutuhan ku selama sekolah dan membayar semua biaya nya.


ditambah lagi pemilik restoran yang super baik walaupun aq tidak pernah bertemu dengan pemilik nya selama tiga tahun bekerja di sana


bagaimana bisa ku katakan baik dapat cash bon terus setiap bulan itu ku anggap sudah sangat baik...hhhhn


darrttttt....


suara Yanti yang menganggetkan ku,yanti teman sebangku ku..ngelamun aja sih ayya??


orang tua mu datang yan?? tanya ayya


yeee aq yang tanya eehhh malah balik tanya si ayya..gerutu Yanti..


iya jawab dulu pertanyaan ku ketus ayya


iya datang ya...jawab Yanti


sekarang jawab pertanyaan ku ketus Yanti


iya...iya.. jawab ayya


ayooo ketus Yanti


yaaaa sbar dong yan aq mau narik nafas dulu


Laaa.... emang dari tadi kamu ga narik nafas ya? ketus Yanti


gaaa... narik kolor jawab ayya ketus


hahhhaaaa...Yanti terbahak-bahak mendengar jawaban ayya ...


yaaaa orang sabar Napa si yan pasti aq cerita sama kamu...


ya ayoooo yaaaaaa...cerita


ok.ok..ok gini yan kamu tau kan ibu ku ga bisa datang kesini untuk ambil ijazah ku ditambah lagi ada biaya untuk pengambilan ijazah nya itu yang bikin palak aq pecah..kata ayya


berarti aq ga bisa dapat ijazah ku yan... jangan uang 500rb seribu pun aq ga bawa yan kan kamu tau kehidupan ku gimana...


heemmmm...dengus ayya


maaf yaa aq bukan teman baik bagimu aq ga bisa bantu kamu kalau soal uang Yanti tertunduk merasa bersalah kepada ayya yang tidak bisa membantu nya dalam masalah ini...


iyyyaaa Yann aq ngerti kok aq cuma cerita aja ke kamu, kamu kan td minyak di ceritaaiiinn gurau ayya ke Yanti...😄