
Note : Syatem tidak muncul di chapter ini
~Di Istana kekaisaran
Jia Yi, Patriak Sekte Kelopak Mawar dan Guo Yan, Patriak Sekte Pedang Awan melihat Liu Bai selaku Patriak Sekte Harimau Api melesat keluar dengan cepat dari ruang pertemuan tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya
Jia Yi dan Guo Yan penasaran dengan apa yang sedang terjadi dan siapa yang berani membunuh anak patriak Sekte Harimau Api
Mereka berdua pun mengikuti Patriak Liu dari belakang
Diluar ruangan pertemuan di istana kekaisaran Yu ada seorang perempuan yang sedang berjalan santai kemudian dikagetkan oleh pintu yang di buka dengan kasar dan melihat tiga orang melesat dengan cepat
Perempuan itu melihat kedalam ruang pertemuan yang tinggal kaisar Yu Huan saja seorang diri disana
"Ayah! apa yang sedang terjadi? kenapa para patriak itu tergesa gesa seperti itu? "
"Ahhh~ putriku...percaya atau tidak, Liu San anak dari patriak sekte Harimau Api sudah mati dibunuh oleh seseorang"
"Apa! bagaimana bisa senior Liu San yang berada di tingkatan Golden Core bisa mati? "
"Mungkin dia telah mengganggu seseorang yang tidak bisa diganggu"
"Ahh iya Ayah berbicara soal mengganggu, kemarin ada seseorang yang mengganggu ku di pasar! "
"Apa! siapa yang berani mengganggu putriku ini, sepertinya dia harus di berikan pelajaran!!"
~Di Area penginapan
Masih terlihat mayat Liu San yang sedang bersujud dengan darah disekitarnya. Tidak lama setelah itu, Li Chen merasakan hawa membunuh tidak jauh darinya dan terus mendekat
setelah menunggu cukup lama, muncullah tiga orang yang sedang terbang. Dua orang lelaki dan satu orang perempuan
satu dari mereka turun menghampiri mayat yang sedang bersujud itu dan mulai meneteskan air mata
"SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADA ANAKKU!"
Orang orang disekitar terkejut ketika melihat orang yang berteriak itu
"Hey, bukankah itu Patriak Liu Bai? "
"Dua orang diatas sana itu adalah Guo Yan dan Jia Yi! "
"Sedang apa Patriak ketiga sekte itu kesini"
Li Chen melihat perubahan ekspresi semua orang yang berubah menjadi gemetar karena hawa membunuh yang dikeluarkan oleh orang yang sedang memeluk mayat orang yang dia bunuh
Li Chen menghela nafasnya, dia kemudian maju dengan santai
"Itu aku" ucap Li Chen singkat
Liu Bai menatap Li Chen dengan penuh amarah dan hawa membunuh yang kuat sampai dapat di rasakan oleh kedua patriak lainnya
"Kau sudah menggali kuburanmu sediri bocah! "ucap Liu Bai
kedua patriak itu turun dan berdiri di samping Liu Bai menandakan mereka berada di sisi Liu Bai
"Anak muda apa kau yang membunuh anak ini? apa alasannya? "ucap Guo Yan
"Dia sendiri yang mencari masalah denganku" balas Li Chen singkat
"Jika kau tidak percaya tanya saja pemilik penginapan ini... dia bisa menjadi saksi"
"Pemilik penginapan, apa yang dikatakan oleh pemuda ini benar? " Ucap Guo Yan
"be... benar, semua yang dikatakan pemuda ini benar" balas Fan Shu
"Kau tetap harus membayar apa yang telah kau lakukan! " bentak Liu Bai pada Li Chen
Liu Bai dengan cepat mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya dan menyerang Li Chen dengan tekniknya
"Tebasan Pedang Api!"
tapi Semua itu sia sia, Li Chen dengan mudah menahan serangan Liu Bai hanya dengan dua jari, setelah menahan serangan yang di keluarkan Liu Bai, Li Chen dengan cepat memukul dada Liu Bau sampai dia terpental ke arah dua patriak lainnya
Jia Yi dan Guo Yan memikirkan semua perkataaan Liu Bai dengan serius dan akhirnya setuju untuk membantunya
mereka berdua mengeluarkan senjata mereka dan menyerang Li Chen bersamaan
"Tebasan Pedang Naga Awan!"
"Teknik pedang mawar gerakan kedua : Tebasan tarian mawar! "
Boooommm
Booommm
" Kenapa kalian susah susah membantunya ~" ucap Li Chen
"APA! " ucap merek berdua serentak
Serangan mereka berdua di tahan oleh Li Chen hanya dengan dua jari. Mereka berdua kemudian melompat mundur
"Siapa kau sebernarnya! tebasan ku bahkan bisa membunuh tingkatan Nascent Soul Puncak! " ucap Guo Yan
"Bocah tengik! kau pasti mempunyai Artefak karena dapat menahan serangan mereka berdua! " ucap Liu Bai
"Huff, aku selesaikan sekarang juga masalah ini aku tidak ada waktu melayanj ketiga orang ini" gumam Li Chen
"Sekali kali kalian harus tahu bahwa jika di atas langit masih ada langit! "ucap Li Chen
"Omong kosong apa yang kau katakan bocah! "
Booomm
Li Chen merubah raut wajahnya menjadi serius dan mengeluarkan enegi qi tingkat Saint nya serta hawa membunuhnya yang lberkali kali ebih pekat dari yang Liu Bai keluarkan
Sekitar penginapan tertekan oleh tekanan yang di keluarkan oleh Li Chen membuat ketiga patriak itu berlutut mengeluarkan keringat dingin
untuk orang lain yang tertekan oleh tekanan Li Chen Ada tidak sadarkan diri ada juga yang mati
"Siapa kau sebernarnya! "ucap Guo Yan menahan tekanan Li Chen
Ketiga patriak itu menatap muka Li Chen yang serius merasa ketakutan membuat seluruh tubuh mereka bergetar hebat
"Aku adalah orang yang kalian tidak boleh ganggu! " ucap Li Chen menambah tekanannya dan menarik kembali
"Aku akan melepaskan kalian untuk kali ini...anggap saja kalian beruntung! "
Li Chen mengingat dengan kata kata ayahnya bahwa Patriak sekte Pedang awan adalah teman lamanya. Li Chen tidak ingin membunuh teman ayahnya itu dan melepaskan mereka bertiga
Li Chen melesat menghilang dari pandangan mereka bertiga. Ketiga Patriak tersebut masih gemetar karena mengingat kata kata Li Chen
" Sebaiknya dirimu merelakan kematian anakmu Patriak Liu, jika tidak mungkin dirimu dan sektemu bisa lenyap " ucap Guo Yan
"Benar, kita tidak tahu apa yang ada di pemikiran orang itu yang membuat kita dilepaskan" ucap Jia Yi
"Bawalah anakmu dan mari kita kembali ke istana kaisar " ucap Jia Yi
Mereka bertiga terbang dan langsung melesat pergi dari sana, Hanya Guo Yan yang melihat sekitar terlebih dulu sebelum melesat pergi
'Astaga, benar benar kekuatan yang menankutkan! ' batin Guo Yan ketika melihat sekitarnya yang dipenuhi oleh ratusan orang mati dan hanya sedikit yang tidak sadarkan diri.
Guo Yan kemudian menyusul mereka bertiga dengan kecepatan tinggi
**B E R S A M B U N G
Like👍
Komen ✌
Favorit♥
Karena lumayan banyak yang komen supaya Mc tidak ada pasangan dulu baiklah author akan kabulkan hehehe🐥
Ikuti alur cerita novel ini dengan Imajinasi kalian ฅ'ω'ฅ**