Stevanie's Destiny

Stevanie's Destiny
chapter 27:penyesalan kedua kalinya



saat louis bangun dia tidak melihat vanie di sisi nya dia pun ingat kalau dia telah memarahi vanie saat dia bangkit dari ranjang louis melihat bercak darah di sepreinya dia pun sasar kalau dia sudah memaksa vanie untuk melayani nya louis sangat kecewa dia pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri saat louis turun ke bawah dia tidak melihat vanie dia mencari keliling rumah tapi tidak ketemu dia mencoba menghubungi vanie tapi tidak bisa karena vanie mematikan handphone.


louis pun menghubungi ken


"halo ken cepat kau lacak keberadaan vanie


"baik tuan


"vanie di mana kamu baby


saat lucas kembali kerumah dia melihat tuan nya mondar mandir di deoan pintu masuk


"tuan sedang apa anda di sini


"lucas kau melihat vanie


"tidak tuan saya tidak melihat nona


"vanie dimana kamu baby


"maaf kan saya tuan saya terpaksa berbohong karena saya sudah berjanji kepada nona muda ucap nya dalam hati


"baik lah kau boleh pergi


lucas kembali ke ruang kerja pribadinya saat dia melihat handphone nya lucas menerima pesan dari nomor yg tidak di ketahui


"+62****************


jln.pondok indah no 15 lantai 7


"ini pasti alamat nona muda,nona apakah anda sudah sampai


+62*****************


"sudah lucasl


"nona jaga kesehatan nona


+62***************


"baiklah


.............


ken datang ke rumah untuk menjumpai louis


"maaf tuan saya tidak bisa melacak keberadaan nona muda


"bagaimana mungkin kau tidak bisa melacak no itu


"maaf kan saya tuan


lucas sudah menduga kejadian ini dia mun memutuskan untuk menghapus data vanie dan menggantinya dengan data orang lain.


........


setelah kepergian vanie beberapa mingu louis merasa sangat frustasi sementara erika merasa sangat senang karena telah berhasil memisahkan mereka.


...............


setelah menempu perjalanan yg jauh lucas pun sampai di apartemen vanie


ting nong.....ting nong......


"iya sebentar...


"lucas kau ke sini namun saat vanie menyambut lucas dia merasa mual dan berlari ke toilet


"uweekkk uwekkkk uwekkkkk


"nona anda kenapa sebaik nya kita ke dokter


"tidak apa apa lucas mungkin ini hanya masuk angin


"nona saya sudah berulangkali mengingat kan nona untuk menjaga kesehatan tapi


"sudah lah louis namun vanie salah memanggil dia memang sangat merindukan kehadiran louis saat ini


"nona saya kemari ingin menjemput nona belum sempat vanie menjawab dia langsung pingsan lucas pun melarikan vanie ke rumah sakit terdekat saat dokter memeriksa vanie,ternyata vanie sedang mengandung bayi berusia 3 minggu.


"apa anda suami nya


"lucas sangat bingung dan dia pun menjawab iya dengan gugup


sementara vanie yg mengetahui kabar kehamilan nya sangat bahagia


"nona saya rasa tuan harus mengetahui kabar ini


"tida dia tidak perlu tau,aku akan memberitaukan ny


"baik lah nona


lucas pun mengantar vanie pulang sesamlainya di apartemen lucas menceritakan keadaan louis yg sangat memprihatin kan dan menyedihkan vanie yg mendengar itu pun merasa ibah tapi dia tetap dengan pendirian nya.


"nona saya harap nona kembali ke rumah


"tidak aku tidak akan kembali ke rumah


"lalu bagaimana dengan kehidupan nona siapa yg akan menanggung biaya hidup nona


"aku akan mencari kerja di sini


"kalau begitu saya akan menempatkan nona di kantor cabang di kota ini


"terimakasih lucas kau sangat baik


"sudah kewajiban saya nona


lucas menempat kan vanie di kantor cabang sebagai staf keuangan.


vanie bekerja dengan saib dia juga berprestasi di bidang itu.


sementara louis sanagt menderita dengan kepergian vanie dia berfikir seharusnya dia tidak memarahi vanie jika tidak mereka pasti sudah menikah dan hidup bahagia apalagi dengan keadaan vanie yg sedang hamil.